Cinta Datang Terlambat

Cinta Datang Terlambat
Part 61


__ADS_3

Suara derap langkah kaki begitu nyaring terdengar, sayup-sayup suara itu semakin terdengar jelas memenuhi taman belakang cafe.Suara riuh beserta dengan bisik-bisik dari karyawan saling bersahutan seperti sedang di adakan konser dadakan saja.


Seorang pria berperawakan tinggi tegap dengan memakai kemeja kotak-kotak di padukan dengan celana satin.Perpaduan yang sangat cocok bagi kaum muda.Pria ini memang tidak memakai setelan formal,sengaja agar bisa membangun keakraban diantara karyawan nya.


Inilah Akmal, berdiri dengan tegap,memancarkan aura kesejukan,memandang satu persatu karyawan yang ada di hadapannya.


Semua mata tertuju pada sosok yang di kenalkan sebagai pemilik baru cafe itu.Sungguh pemandangan pagi yang begitu indah tersaji di hadapan mereka.Bagaimana tidak, laki-laki ini begitu sempurna dengan pahatan yang indah dari sang Maha Kuasa,wajah ganteng maksimal dengan bulu-bulu halus di dagunya,halis tebal dan dagu runcing.Semua menatap takjub pada sosok laki-laki yang satu ini.


Alifa terkesiap begitu orang yang di kenalkan sebagai pemimpin barunya adalah Akmal,mulutnya melongo seakan tak percaya dengan pemandangan yang ada di hadapannya.Alifa mencubit lengannya sendiri."Aw sakit".Pekik Alifa menahan sakit bekas cubitannya sendiri.


Pandangan Akmal tak lepas dari sosok yang selama ini dia cari.Yah,tak hanya Deon yang mencari Alifa tapi itu hanya sebatas rencana belum terealisasikan.Tapi,juga ada Akmal yang mencari wanita pujaan hatinya yang menghilang begitu saja.


"Akmal".Celetuk Alifa sangat keras,semua mata tertuju padanya.


Pak Ardian menatap tajam pada Alifa, seakan mengingatkan agar dia bersikap sopan.


"Maaf,pak".Gumam Alifa lirih.

__ADS_1


"Maklum pak anak baru".Ucap pak Ardian setengah berbisik agar Akmal memakluminya.


Akmal tak menanggapi perkataan pak Ardian,tetap fokus pada sosok wanita yang di rindukannya.


"Kenapa sih dia ngelihatatin Alifa Mulu?".Tanya si kasir tadi,menyadari sang pemilik baru cafe terus memandang Alifa.


Belum sempat pertanyaan itu mendapat jawaban,pak Ardian langsung memperkenalkan Akmal sebagai pemilik baru cafe.


"Seperti yang saya katakan tadi,bahwa kalian disini saya kumpulkan untuk memperkenalkan pemilik cafe ini yang tak lain dan tak bukan adalah anak pemilik cafe terdahulu.Perkenalkan.."Pak Ardian menoleh kearah Akmal,menyilahkan dia untuk memperkenalkan diri.


"Perkenalkan nama saya Muhammad Akmal Al- hussain.Kalian bisa memanggil saya Akmal saja".Ucapan perkenalan yang begitu kaku meluncur mulus di bibir Akmal.


"Udah tau kali,gak usah so cool gitu".Ucap Alifa membatin.


Acara pengenalan sudah berakhir sejak lima menit yang lalu,hanya pengenalan saja tanpa ada embel-embel yang lainnya.Maklum Akmal termasuk orang yang sibuk wajar saja dia tak punya banyak waktu hanya untuk sekedar berbasa-basi.Lebih mementingkan pekerjaan yang lainnya yang mesti dia lakukan sebagai pemilik sekaligus bosnya.


"Kamu tau darimana nama bos kita itu Akmal?".Tanya Sofi,si kasir yang tadi sempat bertanya namun tak mendapatkan jawaban.

__ADS_1


"Hanya menebak".Sahut Alifa sekenanya.


Sekarang dia tengah bersiap untuk menyambut tamu yang akan datang.Mencatat dan juga mengantarkan pesanan pengunjung.


"Bohong,kamu pasti sudah kenalkan sama dia?".Sofi bertanya penuh selidik.


"Mana ada sih aku kenal sama dia,kan aku anak baru disini".


"Justru kamu orang baru disini,kamu kan dari kota dan pekerjaan kamu yang dulu sebagai sekertaris kan?,mana mungkin kamu gak kenal sama bos baru kita ini.Pasti sebelumnya sudah bertemu atau lihat namanya".Sofi terus memojokkan Alifa agar berkata jujur,ada kemungkinan Alifa ini mengenal Akmal.


"Yah terserah dah,malas emang ngomong sama orang yang gak percayaan ".Sahut Alifa malas,memilih pergi daripada harus menanggapi ocehannya.Bikin darah tinggi saja.


"Wey tunggu".Teriak Sofi saat Alifa melengos pergi begitu saja.


Alifa menoleh kearah Sofi,melambaikan tangan menyerah.


"Dasar anak baru belagu bener".Gertak Sofi tak terima di abaikan.

__ADS_1


__ADS_2