Cinta Datang Terlambat

Cinta Datang Terlambat
Part 50


__ADS_3

Alifa dan Deon masih duduk di ruangan meeting itu.Membereskan berkas-berkas yang ada,menatap puas dengan hasil yang di dapatkan.


"Kamu hebat Alifa".Deon menatap takjub pada asisten sekaligus sekertarisnya itu.


Alifa tak bergeming,tidak pula merasa bangga dengan pemikirannya."Iya, terima kasih atas pujiannya".Hanya itu balasan yang Alifa berikan.


"Tapi, keputusan kamu itu terlalu kejam Alifa".


Alifa menatap sekilas pada sosok pria kekar yang ada di sampingnya."Bapak keberatan dengan keputusan yang saya pilih?".


"Bukan keberatan Alifa tapi.."


"Tapi,tidak ada kata ampun untuk penjahat seperti pak Marvel itu.Tak di benarkan praktek korupsi itu terus ada.Sedangkan,pelakunya tidak mendapatkan hukuman yang membuat dia jera".Panjang lebar kali tinggi Alifa menjelaskan di balik keputusan nya itu.


"Dan yah,tegas lah dalam bertindak.Perilaku karyawan bergantung pada perlakuan pemimpin nya.Bila anda ingin di hargai.Hargailah kinerja kerja karyawan anda.Bersikap tegas dan tak pandang bulu bila memberikan hukuman.Anda pemimpinnya harusnya anda yang mengendalikan mereka.Bukan,mereka yang mengendalikan mereka".Sindiran dan nasihat Alifa berikan pada Deon sebelum pergi meninggalkan Deon yang menatapnya takjub sekaligus merasa tertampar.

__ADS_1


"You're smart girl and you're perfeck girl".Semakin takjub Deon pada pemikiran Alifa.Benar-benar menggambarkan seorang pemimpin yang tegas dan berhati dingin.


Alifa menyelesaikan sisa jam kerjanya dengan melanjutkan pekerjaannya yang sehari-hari selalu ada.Tak pernah berkurang,apalagi mengganggur.Selalu ada saja pekerjaan untuk si cantik Alifa ini.Apalagi kecerdikannya selalu berhasil memberikan prestasi bagi perusahaan.


"Alifa mau ikut aku makan siang?".Ajak Deon pada Alifa,ingin rasanya mentraktir si sekertaris cantik itu.


"Tidak, terimakasih".Tolak Alifa halus.Pandangannya tetap setia pada layar laptop.Tak merasa terusik akan kehadiran Deon.


"Kau yakin?".Deon tak pantang menyerah mengajak Alifa.


Alifa menghela napas kasar,memang berhadapan dengan atasan model Deon ini,harus memiliki stok kesabaran yang melimpah."Keputusan saya tetap sama".Penuh ketegasan dan lantang Alifa menolak mentah-mentah ajakan Deon.


"Tak akan,tuan kuasa dengan segala kekuasaannya".Alifa berani mengomel setelah Deon tak ada di hadapannya lagi.


"Huh,pantes aja karyawan nya banyak yang melakukan hal semena-mena,ternyata pemimpin mereka bodoh bin tolol".Alifa kembali mengomel tentang kepemimpinan deon.

__ADS_1


Tentu hal itu benar adanya,sebab Deon memang tak pernah bertindak tegas pada karyawannya.Hanya sekali saja,itu juga setelah ada Alifa.


Sifat Alifa yang menunjukkan kemimpinan ini jelas terlihat sebab di turunkan oleh sang ayah.Mr.Smith, seharusnya Deon menyadari itu.Tapi,mungkin otak cerdasnya tertutupi oleh rasa cinta terhadap Samantha.


.......


Sudah dua hari sejak meeting itu di laksanakan,Alifa memang ingin berniat mengundurkan diri dari perusahaan yang memberikan pengalaman pertamanya dalam bekerja.Namun,memang rasa nyaman dalam bekerja tidak bisa di toleransi lagi.Apalagi dengan teganya Deon membiarkan benih-benih cinta tumbuh subur di hati Alifa,tapi dengan tega pula dia menghancurkan harapannya.


Benih cinta yang telah tumbuh subur itu kini telah layu.Selayu tanaman mawar yang tak pernah terurus.Dibuk menjalin asmara dengan orang yang baru di kenalnya.


"Bagaimana yah,caranya aku resign dari sini.Ingin rasanya resign saja secara langsung.Tapi... ".Begitu terus pemikiran Alifa tak ada perkembangan.


Ibaratnya maju kena,mundur kena.Sama-sama pilihan sulit.Apalagi setelah keluar dari pekerjaan.Belum tentu pula bisa dengan mudah mendapatkan gantinya.Di kota metropolitan ini banyak orang menggantungkan harapannya disini.Di kota metropolitan yang katanya kota seribu impian.


Itulah yang menjadi batu penghalang Alifa untuk kembali berpikir ulang tentang keputusan yang akan diambilnya.

__ADS_1


"Ah kamu pintar memutuskan permasalahan orang lain.Tapi,gagal mencari solusi untuk diri sendiri".Alifa merutuki kebodohannya.Padahal Alifa tak perlu takut tidak punya pekerjaan.Toh dia wanita yang cerdas dan mandiri.


.....


__ADS_2