Cinta Datang Terlambat

Cinta Datang Terlambat
Part 150


__ADS_3

Terbakar oleh rasa amarah bercampur dengan rasa kecewa,Deon berlalu meninggalkan mommy danita.Masa bodoh bila dia di katakan anak durhaka.Toh,itu salah mommy nya sendiri.


Dia kira dengan mengorbankan perasaan nya dan bahkan cintanya, mommy nya akan sadar dengan berkaca pada masalah dirinya sendiri.Tapi,tetap aja.Masih mommy danita yang sama,dimana dia selalu memikirkan dirinya sendiri tanpa peduli dengan perasaan orang lain.


"Mungkin,ini juga salah satu alasan daddy berselingkuh dengan mommy.So,aku melakukan ini semua juga demi kesehatan mental ku".Gumam Deon.


Deon yang terbawa arus emosi ini,berjalan menghampiri mobil Lamborghini nya ini,membelah jalanan ibu kota dengan sesekali menggunakan kecepatan tinggi.


Melampiaskan segala emosi yang berkecamuk dalam dirinya.Jika dia boleh meminta,maka dia tak ingin rasanya di lahirkan dalam sebuah keluarga yang sama-sama egois.


Dengan berkendara seorang diri inilah,membuat hati Deon sedikit lega.Memacu adrenalin di atas jalanan ibu kota,dengan tingkat kemacetan terparahnya.Skill mengemudi juga di butuhkan,agar tak terjadi kecelakaan.


"Huh weeedan".Teriak Deon, mengemudi dengan kecepatan tinggi di tengah kemacetan.


Tid..Tid..Tid

__ADS_1


Suara klakson dari beberapa kendaraan,begitu nyaring terdengar saat Deon dengan santai nya menyalip kendaraan yang ada di depannya,dengan kecepatan tinggi.


"Edan, jalanan macet kayak gini.Nyetir dengan kecepatan tinggi.Cari mati kali tuh orang".


"Woy, sembarangan nyetir aja".


"Gini nih, kalau orang baru bisa nyetir.Belagu,dah jatuh?, jangan nangis yah".


Sumpah serapah di berikan oleh pengendara lain kepada Deon.Di kiranya Deon nyetir sembarangan, hingga membahayakan nyawa orang lain.Padahal aslinya,Deon tengah di rasuki reog Ponorogo.


Deon memang mengemudikan mobilnya bagaikan orang yang tengah kerasukan,beruntung dia tidak main nyelonong begitu saja saat rambu lalu lintas, menunjuk warna merah.


"CK,sialan nih lampu.Merusak mood saja".Gerutu Deon.


Yah,suasana hatinya memang sedang tak baik-baik saja.Sudah selesai dengan urusan internal keluarga nya,sekarang di hadapkan pada masalah hatinya dan lagi mommy danita selalu ikut campur di dalamnya.

__ADS_1


"Argggg, kenapa tidak ada yang mau memahami diri ku?,semua egois".Teriak Deon,sembari memukul stir kemudinya.


Tid ..Tid..Tid


Suara klakson bergema, tatkala rambu lalu lintas itu telah berubah warna.Sedangkan,mobil di depannya tak kunjung melaju.


"Maju,dodol".Teriakan dari pengemudi di belakang Deon terus terdengar.


"Iya,sabar.Bego".Sahut Deon,sembari melakukan mobilnya.


Kali ini Deon, mengemudikan mobilnya dengan kecepatan pelan.Bukan,dia bukan bisa meredam emosi nya,hanya saja dia lelah juga bila terus mengemudi di jalanan macet dengan kecepatan tinggi.


Bayang-bayang wajah cantik nan ayu,Alifa menghiasi pikirannya.Senyumannya,suaranya tak di pungkiri oleh Deon bahwa dia merindukan wanita nya.


Penyesalan datang silih berganti,saat memori otaknya memutar kejadian dua tahun lalu.Saat itu,Samantha datang ke kantornya dengan bergelayut manja di lengannya.Deon bukan tidak tau tentang perubahan sikap Alifa, hanya dia pura-pura tidak tau,agar misinya berhasil.

__ADS_1


Keberhasilan menjalankan misinya imbas dengan kepergian Alifa.Saat bertemu kembali pun,dia masih menorehkan luka untuk wanitanya akibat dari rasa cemburu Samantha terhadap Alifa,yang di sinyalir itu hanya sebuah kebohongan belaka.


__ADS_2