
Liburan semester telah usai, sekarang saat nya anak sekolah kembali bersekolah, Atria mulai bisa menerima Lira sebagai ibu angkat nya tapi untuk saat ini Atria masih menyebutnya dengan sebutan tante.
Tak apa yang penting Atria tidak marah marah lagi dan mulai menerimanya, untuk sebutan tidak masalah, Atria membutuhkan lebih banyak waktu lagi untuk memanggil nya dengan sebutan mama.
Atria menuruni anak tangga dengan semangat, indra penciuman nya merasakan ada masakan bakso di sekitarnya.
"Baksoooooooooo" Teriak Atria histeris matanya berbinar mentap basko di depan nya
Terlihat di hadapan Atria bakso kesukaan nya yang sering di buat mama Rely, bakso bulat yang tidak sempurna di goreng, lalu di tata di piring dengan gaya bertingkat sekilas seperti gambar piramida, di lengkapi lelehan saus manis dan sedikit saus pedas.
Riki dan Riko lantas refleks menutup telinganya lantaran Atria yang berteriak padahal ini masih pagi.
"Masih pagi sayang udah teriak teriak" Ucap Riko
"Tau, tumben udah bangun" ucap Riki
"Ini bakso nya semua buat Atria kan" ucap Atria matanya tetap menatap bakso di hadapan nya.
"Iya sayang, yang lain udah mama siapain lagi" jawab Lira
"Aaaaa asik" Ucap Atria lalu duduk di kursi sampai Riki
Segera Atria mengambil sendok garpu dan mengambil bakso yang paling atas
"Makan nasi dulu" Ucap Lira
"Engga mau" Ucap Atria kembali melahap baksonya
"Makan nasi dulu sayang" ucap Riki
Atria menggeleng "engga mau kak" tolak Atria
"Yasudah tidak apa apa, tapi nanti pastikan istirahat dia makan nasi ya ki" Ucap Sang papa
"Asiyap" Ucap Riki
"Nyam nyam nyam, enak nyaa kaya masakan mama Rely" teriak Atria
"Kamu benar ini memang resep Rely, Atria pasti kamu sangat menyayangi Rely, tapi aku janji pada diriku sendiri kamu akan menyayangi ku seperti kamu menyayangi Rely" Batin Lira
Hiks hiks Atria menangis
"Kenapa?" Tanya mereka
"Ada yang sakit?" Tanya Riki panik
"Apa ada hewan yang menyakiti mu?" Tanya Riko ikut panik
"Ada apa? Perut kamu perih sayang? Apa kita ke rumah sakit sekarang?" Tanya Lira juga ikut panik
Hiks hiks "Baksonya abis" rengek Atria mengusap air matanya lalu menunjukkan muka melasnya
"Astaga, dikira kenapa" ucap Riki
"Astagfirullah, Ada ada aja kamu sayang" ucap Riko
"Masya Allah, untung anak" ucap Lira
Hehe Atria nyengir "kak Riki, Papa, tante, Bakso bagian kalian buat Aku aja ya plis" mohon Atria menatap mereka satu persatu sambil menampilkan pupy eyes nya
Mereka menghembuskan nafasnya pelan, lalu mengangguk.
"Yeeee, makan lagi" teriak Atria mengambil alih piring bakso Riki, papa, dan mamanya
Mereka hanya menggeleng melihat tingkah Atria, Atria masih merasa lucu bagi mereka walaupun usianya telah menginjak 16 tahun kurang.
__ADS_1
"Abis" Ucap Atria, tersenyum manis menatap mereka satu persatu
Riki terkekeh melihat tingkah Atria, ia mengambil tisu yang tersedia di meja makan lalu mengarahkan nya pada bibir Atria.
"Lain kali makan nya pelan pelan, udah gede juga makan masih belepotan" Ucap Riki, membersikan bibir Atria dengan telaten
setelah Riki selesai membersihkan saus di bibir Atria "Suka suka wle" ucap Atria, menjulurkan lidah mengejek sang Kakak
"Ish kamu, aku makan nih" ucap Riki so galak
"Kak Riki belum kenyang emang? Sampe mau makan aku" Tanya Atria polos
Riko terkekeh melihat tingkah Anaknya itu
"Karna kecuekan ku, aku sampe tidak tau mereka telah tumbuh dewasa" batin Riko
"Sudah, udah siang loh, engga bakal ke sekolah?" Tanya Lira
"Berangkat yu" ucap Riki pada Atria, yang di angguki oleh Atria
"Atria, papa antar ya" ucap Riko
"Jangan pa, biar sama Riki aja lagian ini udah siang, besok aja berangkat nya lebih pagi" Ucap Riki
"Heeuh, bener apa kata kak Riki pa" ucap Atria
"Yasudah kalo begitu, kalian segeralah berangkat takut terlambat"
"Kami berangkat" ucap Atria dan Riki sambil menyalami kedua orang tuanya
"Hati hati" ucap Riko dan Lira
"Ayang sayang bantuin neng masuk" Rengek Atria pada Rita
"Aduh neng gimana atuh, pak satpam nya kekeh tetep gak mau bukain ini gerbang" Ucap Rita menatap Atria iba
"Rel lo kan dulu tukang bolos tuh, lo gimana caranya kabur?" Tanya Riki
"Lewat belakang sekolah ki, tapi lo harus manjat" jawab Farel
"Bukan nya sekarang belakang sekolah ada yang jagain juga yah" Ucap Zahra
"Setau gue sih iya ada yang jaga" Ucap Ozy
"Ya terus gimana?" Atria terus merengek
"Gak masuk hari ini gpp kali" ucap Elfi
"Masalah kalian gak masuk biar kita yang atur" ucap Farel
Riki dan Atria saling tatap, lalu Atria menggeleng cepat "gue kangen bakso mak sumi hiks" ucap Atria sambil menangis manja:v
"Nanti kita beliin deh" ucap ivan
Lagi lagi Atria menggeleng "gak mau pokoknya Atria mau masuk" ucap Atria menampilkan pupy eyes nya pada teman teman nya termasuk kepada Riki
"Ada apa kalian masih di sini" gertak pak Surya selaku guru piket hari ini
"Atria sama kak Riki gak boleh masuk pak" jawab Atria cepat
"Kenapa?"
"Karna telat" ucap Atria polos
"Kenapa telat?"
__ADS_1
"Ya karna di jalan macet pak, di tambah tadi bantuin orang dulu ke rumah sakit" Ucap Atria berbohong
"Yasudah, kali ini kalian boleh masuk karna ini hari pertama sekolah lagi, lain kali tidak akan" ucap pak surya "pak tolong bukakan gerbangnya" ucapnya seraya pergi
"Baik pak"
"Uuuu makasih bapak ganteng kuhhh" teriak Atria
"Bisa gak sehari aja gak usah teriak" ucap Rita
"Gak bisa Roma, sunggu hidup Ani hampa tanpa teriak" ucap Atria dramatis
"Astagfirullah Ani, kamu harus bisa sayang, bagaimana kalo suaramu habis nanti" Balas Rita *gila memang mereka:v plak abaikan
"Tenang Roma, kamu tidak perlu khawatirkan aku, suara aku itu banyak jadi tidak mungkin habis"
"Ani, bagaimana aku bisa tenang sementara sekarang saja kamu hapir kehabisan suara"
"Roma, aku mohon jangan berkata seperti itu aku bisa gilaa" ucap Atria lalu terjatuh di hadapan Rita dan memegang jari Rita
"Bangun Ani, Aku yakin kamu pasti kuat menerima kenyataan ini bahwa kamu gila" Ucap Rita membangunkan Atria dari jatuhnya
"Astaga bebene (pacar) gue ketularan gila" Teriak Farel
"Ayahanda kenapa teriak? Apa Ayahanda tidak bisa menerima kenyataan bahwa Aniku gila?" Tanya Rita menatap Farel sayu
"Bukan seperti itu Roma, hanya saja Ayahanda bingung kenapa kamu jadi ikut gila" Ucap Farel lirih
"Roma, sungguh Ayahanda baru saja bilang kaupun gila sepertiku" Ucap Atria lirih
"Tidak, tidak mungkin" teriak Rita
"Dan selesai merekapun hidup bahagia" Ucap Riki
"Kak Riki perusak suasa" Teriak Rita dan Atria
"Sekarang lebih baik masuk, nanti di lanjut lagi, dari pada kena marah hayo" ucap Riki cuek lalu berjalan mendahului mereka
"Kak Riki jadi aneh semenjak masuk rumah sakit" keluh Atria
"Oyah?" Tanya Riki melirik Atria sekilas lalu kembali fokus berjalanan
Atria hanya mendelikan bahu lalu berlari pergi terdahulu meninggalkan mereka, Riki hanya menghembuskan nafasnya pelan.
"Ani, jangan pergi" teriak Rita dramatis yang membuat lari Atria terhenti
Atria membalikan tubuhnya "Aku harus pergi Roma" teriak Atria
"Kenapa Ani kenapa?" Tanya Rita wajahnya di buat bersedih sesedih mungkin
"Karna aku tak tahan ingin buang air kecil Roma" Teriak Atria lalu berlari pergi
"Hadeuhh, gue kira adik gue marah" batin Riki kesal
"Ani tunggu aku, aku pun ingin ikut Ani" Teriak Rita
"Dia sudah pergi Roma" Ucap Zahra
"Iya dia pergi, Adik bungsu" Ucap Rita menatap kepergian Atria
"Sudahlah Roma, jangan bersedih" Ucap Farel merangkul Rita sambil mengelus pundak Rita
"Aku sedih Ayahanda hiks" Ucap Rita, memeluk farel dari samping
"Huh dapet banyak" Teriak Ivan melirik Zahra kilat
__ADS_1
"Udah deh udah, sekarang lebih baik ke kelas" Ucap Elfi