Cinta Datang Terlambat

Cinta Datang Terlambat
BAB 16 (ENAM BELAS)


__ADS_3

"Tapi mau di pake sekarang" ucap atria


"Kita cari toilet" ucap riki


10 menit kemudian


Atria menggunakan baju kaos lengan panjang berwarna hitam bertuliskan I LOVE YOU, memakai celana jeans berwarna putih, kemeja berwarna abu abu yang di ikat di pinggang, tak lupa jam tangan kesayangannya berwarna putih dan sepatu berwarna putih sedangkan


Riki menggunakan baju kaos lengan pendek berwarna hitam bertuliskan I LOVE YOU, memakai celana jeans berwarna hitam,kemeja berwarna merah yang di pakai tapi sengaja tidak di kancing kan, tak lupa jam tangan kesayangannya berwarna hitam dan sepatu berwarna hitam


"Kaya orang yang pacaran ya kak" bisik atria Riki hanya tersenyum menanggapi bisikan atria


"Mau kemana?" Tanya riki


"Pengen aromanis" ucap atria Riki mengangguk


Tak lupa juga di setiap tempat yang bagus mereka berfoto bak layaknya kekasih


"Bruk" riki menabrak seseorang


"Eh sory" ucap riki


"Gapapa kak" ucap orang itu lalu bangun tanpa bantuan


"Kak rizal?" Ucap atri


"Atria" ucap rizal


"Hey, pacar lo kak? Cantik juga ya" ucap atria


Riki, ada api kecemburuan di sana, hatinya berontak ingin sekali ia menarik atria menjauh dari sana tapi riki tahan, karna senyum atria sebuah kebahagiaan baginya


"Bukan, dia adik gue risa namanya dia masih smp" ucap rizal


"Hah serius? Kok kaya seumuran gitu?"


"Haha menurut lo doang kali" ucap rizal

__ADS_1


"Salam kenal kak" ucap risa bersalaman dengan atria dan riki


Atria dan riki mengangguk


"Tapi serasi loh , liat pakaiannya sama kaya orang pacaran" ucap riki pelan


Memang betul


Rizal memakai baju kaos lengan pendek berwarna putih bertuliskan SUDAH BAHAGIA, memakai celana jeans berwarna hitam,jaket yang di pegang berwarna hitam, tak lupa jam tangan yang berwarna hitam sedangkan


Risa memakai baju kaos lengan panjang berwarna putih bertuliskan SUDAH BAHAGIA, memakai celana jeans warna hitam, jaket yang di pegang berwarna maroon, tak lupa jam tangan yang berwarna maroon


"Kalian juga sama" ucap rizal tersenyum masam


"Hehe yaudah kita duluan zal" ucap riki lalu menarik atria pergi dari situ


"Bruk" atria menabrak seseorang


"Makanya jalan tuh pake mata" ucap seseorang


"Heh zahra dimana mana tuh ya jalan tuh pake kaki kalo liat baru pake mata" ucap atria bernada ketus


"Mingkem nanti nyamuk masuk overdosis lo" ucap atria


"Hee atri sory gue kira siapa, maaf ya maaf gue lagi kesel iii" ucap zahra dengan wajah masam


"Lain kali kalo di tabrak atau nabrak gak usah marah marah" ucap atria


"Kenapa lo? Terus kesini sama siapa?" Tanya riki


"Sama kak ivan" ucap zahra pelan


"Terus ka ivan nya mana?" Tanya atria


"Di sana sibuk sama temen lama ceweknya" ucap zahra dengan mata berkaca kaca


"Dimana?" Ucap atria galak

__ADS_1


Zahra memeluk atria ia menangis di pelukan atria hatinya merasakan kecemburuan, kecemburuan yang takut akan kehilangan,ia takut setelah ada teman lamanya itu yang telah lama ivan kenal ia takut ivan akan berpaling


"Hiks hiks" isak zahra


"Udah udah di mana kak ivan nya, berani berani nya dia bikin lo nangis" ucap atria, mengusap pelan punggung zahra


"Dia lebih asik main ama temen lamanya itu, gue di kacangin makanya gue pergi, sakit hati gue tri" ucap zahra sesenggukan


"Jangan nangis cewek itu kuat loh" ucap riki, mengelus pundak zahra pelan "dimana ivan?" Tanya riki


"Di dekat penjual es krim" ucap zahra pelan


"Gue ke sana dulu, kalian berdua tetap di sini jangan kemana mana" ucap riki lalu pergi


"Nah itu ivan" batin riki


"Hey van" sapa riki


"Eh hey ki" jawab ivan


"Siapa?" Tanya riki


"Dia Fany" ucap ivan


"Hai" sapa Fany riki mengangguk tanpa membalas sapaan Fany


"Lo kesini bareng dia?" Tanya riki, ivan menggeleng "sendri?" Tambah riki, ivan menggeleng lagi, "terus sama siapa" ucap riki ketus


"Kepo banget sihh" ucap ivan ta kalah ketus


Riki tersenyum "Lo tau zahra nangis?" Tanya riki pelan


"Zahra nangis?" Tanya ivan menatap riki mencari Kebohongan disana


"Biasanya ya kekasih kalo kekasihnya pergi tanpa pamit biasanya di kejar" ucap riki bernada menyindir "Lahh ini ko malah asik" tambah riki


"Gak usah ikut campur ini urusan gue" ucap ivan ketus sambil mendorong tubuh riki, membuat riki mau tak mau terdorong

__ADS_1


"Perasaan gue gak enak" ucap atria pelan


Next or stop?


__ADS_2