
Akmal membuka kaca mobilnya lebar-lebar, mengedarkan pandangan luar, memperhatikan dan mengamati lekat-lekat "Dek sini".Ucap Akmal, melambaikan tangan pada anak kecil penjual koran.
Anak kecil itu berlari-larian seakan sedang di kejar waktu."Berapa korannya?".Tanya akmal begitu anak kecil itu sudah berada di hadapannya.
"2 ribu satu lembarnya".
"Aku borong semua yah.Semua korannya tidak termasuk penjual nya".Kelakar Akmal,menghibur bocah kecil itu.
Anak kecil penjual koran itu tersenyum gembira,koran yang sudah sejak pagi di jajakan nya di borong oleh seorang dermawan.Akmal mengambil kantung plastik beserta isinya, sangat kebetulan tadi pagi-pagi sekali Akmal berbelanja kebutuhan sehari-harinya.Belum sempat dia gunakan, sehingga barang belanjaan nya bisa di kasih ke anak kecil itu.
Tak hanya sekantung plastik berisi belanjaan,tak lupa Akmal menyelipkan beberapa uang lembar di dalamnya,menyembunyikan uang itu diantara belanjaannya."Nih dek,dan ini buat bekal kamu".Akmal menyodorkan kantung plastik itu beserta uang seharga koran.
__ADS_1
"Terimakasih om ganteng,semoga om mendapatkan rezeki yang berkah,jodoh yang baik,di berikan kesehatan dan perlindungan.Aamiin".Do'a tulus sang anak kecil itu tak hanya di Amini oleh Akmal tetapi juga Alifa.Sedari tadi dia memperhatikan interaksi keduanya.
"Jangan goyah,tetap pada pendirian mu".Ucap Akmal,begitu kaca mobil di naikkan kembali,dia menyentuh pundak Alifa memberikan kekuatan dan ketegaran,raut wajah prihatin Alifa begitu kentara di lihat oleh akmal.
Akmal menatap lekat Akmal."Apa begitu jelas wajahku terlihat sedih?".Tanya Alifa,tanpa sadar bahkan dia menatap Akmal masih ada kilat kesedihan.
"Jelas terlihat dan oh yah iya apakah ini milik mu?".Akmal membawa buku kecil itu dari dalam tas kerjanya.Menyodorkannya pada Alifa.
"Aku menemukannya tergeletak di ruangan tempat kamu di rawat waktu itu.Ingat,kamu hampir di lecehkan dan aku lah yang menolong mu,aku pula yang membawa mu ke rumah sakit,tapi kamu malah menghilangkan setelah semalam di rawat".Jelas Akmal, mengingatkan Alifa.
"Oh iya terimakasih dan mohon maaf aku kabur dari rumah sakit tanpa mengucapkan terimakasih ku padamu secara langsung ".
__ADS_1
"It's,aku juga minta maaf karena sudah lancang membuka dan membaca buku diary mu".Ucap Akmal,jujur.
Alifa mencebikkan bibir."Pantas".Dia memalingkan wajah dari Akmal.Tak Sudi menatap nya lagi,orang yang dengan berani membuka buku diary nya.Semua keluh kesah tentang hidupnya dia tulis di buku diary itu.
"Haha..haha".Brian tertawa lepas di suguhi pemandangan sepasang kekasih itu yang tengah marah-marah an,lebih tepatnya nya Alifa yang marah sebab dia tak terima aib nya terbongkar oleh orang lain.
Akmal menatap tajam pada Brian, memperingati nya lewat sorot matanya."Akan ku potong gajih mu bulan ini".Ancamnya penuh dengan intimidasi.
Brian kembali menginjak pedal gas saat lampu itu berubah warna, berusaha tak menanggapi ancaman akmal.Toh,selama ini dia sering mengancamnya tapi itu hanya sebuah gertakan.
"Ada-ada saja tingkah laku dua sejoli itu.Yang satu tetep ngotot bilang cinta, sedangkan yang satu terlihat acuh tak acuh".Gumam brian
__ADS_1
"Aku dengar yah".Teriak Akmal.Menanggapi ocehan Brian,di kiranya ocehannya tak terdengar.Nyatanya dapat di dengar oleh orang belakangan,jelas terdengar karena ocehannya yang berisik dan sumbang kayak knalpot rising.