Cinta Datang Terlambat

Cinta Datang Terlambat
Part 129


__ADS_3

"Ah tau gini,gak bakalan memenuhi undangan mereka".Gerutu Alifa,mengomel sepanjang perjalanan pulang.


Saat itulah ekor matanya menangkap dua orang yang tak asing baginya,tengah terlibat perbincangan serius.Sesekali mereka lemparkan senyuman pada satu sama lain.Dua orang itu tak lain dan tak bukan adalah daddy David dan selingkuhan nya,Samantha.


"Sangat kebetulan,dua orang yang terlibat permasalahan,sedang dinner di tempat yang sama."Gumam Alifa.


Di dorong oleh rasa penasaran,Alifa yang tadinya ingin cepat -cepat pulang.Kini berbelok haluan,dia memposisikan diri sebagai pengunjung,dimana dia duduk di meja tak jauh dari meja mereka.Ingin rasanya dia tau duduk permasalahan nya.


Samar-samar pembicaraan mereka terdengar oleh Alifa,tak ingin melewatkan kesempatan langka ini.Alifa, merekam pembicaraan mereka lewat handphone nya.


"Jadi,mas di gugat cerai oleh mommy?".


"Iya,aku ingin menuntut harta gono-gini.Enak saja mereka,mengklaim harta tanpa berbagi dengan ku.Aku akui memang disini aku yang salah.Tapi,harta mereka juga adalah harta ku".


"Iya,mas.Bila perlu rebut semua harta mereka,jangan sampai tersisa untuk mereka dan bila perlu kamu memiskinkan balik mereka.


Alifa tanpa sadar mengepalkan tangannya,merasa geram dengan ulah mereka.Terutama pada wanita yang sudah memfitnah nya."Benar-benar rubah betina".Gumam Alifa,menggemelatukkan giginya karena menahan rasa kesal.

__ADS_1


Dia tak habis pikir dengan kelakuan mereka,pantas saja mommy danita mengajukan gugatan cerai sekaligus meminta bantuannya untuk membantu dia dalam proses persidangan itu.


"Kalau begini caranya,gak bakalan sanggup aku menghadapi ular berbisa macam dia".Ucap Alifa,tanpa sadar dia terus mengomel.


Alifa hanya memesan minuman sebagai formalitas saja,karena tujuannya bukan untuk makan atau mengobrol dengan seseorang tapi untuk mengetahui semua perbuatan bejat mereka.Ini juga bisa menjadi bahan acuan dia untuk menolak berkas CV yang di kirimkan oleh daddy David terhadap perusahaan nya.


Lama dia berada disana,tak sadar waktu sudah menunjukkan pukul sebelas malam.Rasa kantuknya sirna di kalahkan oleh rasa penasaran bercampur rasa marah di dalamnya.


Tak lama dari itu kedua Medusa itu telah pergi dengan menghasilkan beberapa poin' penting untuk mereka siapkan dalam pertempuran pada esok hari atau lusa.


"Aw".Alifa mengasuh kesakitan saat seorang pria tak sengaja menyenggolnya.


"Gak papa".Sahut Alifa,sembari menatap pria yang sudah menyenggolnya.


"Alifa".Ucap Deon.


Yah, laki-laki itu adalah Deon.Dia juga tengah memata-matai daddy dan selingkuhan itu tanpa sepengetahuan mommy danita.Sementara mommy danita sudah pulang sejak tadi diantarkan oleh supir keluarga.

__ADS_1


"Deon".Sahut Alifa,sama terkejutnya seperti Deon.


"Kau masih disini?".Tanya Deon, penasaran.


Alifa duduk kembali di kursinya."Seperti yang kamu lihat.Sekarang pinggangku sakit karena di senggol oleh kamu".Gertak Alifa,geram.


Deon melirik kearah pinggang yang di pegang oleh Alifa."Maaf aku tak sengaja,karena tadi aku buru-buru ingin mengikuti mereka".Ucap Deon,sembari memandang kearah tempat parkir.


Alifa mau tak mau ikut memandang kearah tempat parkir, mengikuti Deon sebab dia juga penasaran."Kau menguping pembicaraan mereka?".Tanya Alifa.


Anggukan kepala Deon berikan sebagai jawaban."Kau juga menguping pembicaraan mereka?".Tanya deon.


"Hmmm".


"Kalau begitu kau tau,rencana mereka?".Tanya Deon, antusias.


"Jelas dan pasti.Sabar yah,kau harus kuat".Ucap Alifa,tanpa sadar mengulas lembut lengan Deon.

__ADS_1


"Terimakasih Al".Sahut,Deon tak lupa memberikan ulasan senyum untuk Alifa.


__ADS_2