Cinta Datang Terlambat

Cinta Datang Terlambat
Part 69


__ADS_3

Akmal meletakkan Alifa secara perlahan diatas kasur nya,meluruskan kakinya dan menyelimuti tubuhnya dengan penuh perhatian.Tanpa melepas hijab yang di kenakan Alifa.


Mengusap pipinya penuh sayang,mengamati wajah cantik Alifa.Baru sekarang Akmal bisa menatap rakus wajah yang terlihat keras dari luar itu.Namun,menyimpan beban yang amat berat.


"Alifa,apa yang sebenarnya terjadi dengan hidup mu?,apa yang menyebabkan kamunekat pergi hingga sejauh ini?".Akmal mengelus pipi Alifa dengan sangat lembut.


Andai dia bisa.Ingin rasanya Akmal menjadi tameng dalam hidupnya yang keras menjadi pelindung di saat cobaan hidupnya terasa berat.Namun,Alifa yang dia kenal adalah Alifa yang tak pernah berkeluh kesah.Menyimpan rapat-rapat masalahnya sendiri,belum lagi dia tidak tau isi hati Alifa.


Andai pun Alifa menyadari rasa cintanya dan membalasnya itu sebuah anugerah yang tiada tertara.Rasa prihatin berbalut rasa sayang yang menjadikan Akmal ingin selalu melindunginya.Tentu dengan caranya sendiri.


"Dimana aku".Alifa tersentak kaget bukan main karena dia menyadari bahwa ruangan yang di tempatinya bukan lah kamarnya.


Mengedarkan pandangan ke segala penjuru ruangan.Menyingkap selimut untuk mengecek pakaian nya barang kali ada yang kurang.Namun,semua lengkap seperti saat terakhir dia kenakan belum lagi hijab yang di kenakan nya sedikit berantakan mematahkan asumsi bahwa dia adalah korban pemerkosaan.


"Sudah bangun?".Tanya Akmal,berdiri di ambang pintu.


Alifa menoleh kearah datangnya suara,memicingkan mata penuh selidik.


"Semalam kamu tidur disini,karena aku tak tega membawa mu pulang di saat kamu tak kuat menahan rasa kantuknya".Jelas Akmal,mematahkan asumsi Alifa.


"Oh yah?".Tanya Alifa,tak percaya.

__ADS_1


"Aku serius Alifa dan yah jangan kamu ulangi lagi".Sahut Akmal,beranjak pergi meninggalkan Alifa yang menatapnya bingung.


"Kesambet apa dia, pagi-pagi dah bersikap manis".Omel Alifa,turun dari ranjang.


"Aku harus pulang dulu apa apa langsung kerja?".Ucap Alifa, bertanya pada Akmal saat dia sudah ada di hadapan Akmal.


"Mandi dulu".Balas datar Akmal,tanpa menatap Alifa.


"Yah maksudnya apa aku harus pulang dulu atau mandi disini?".


"Disini".


"Tapi,aku gak punya baju ganti".Kilah Alifa memberikan penjelasan.


Alifa memindai bajunya,menciumi aromanya yang tak sedap."Tapi,ini sudah bau.Harus di ganti,kalau tidak di ganti ntar pengunjung bagaimana kalau mencium aroma baju ku yang sudah bau ini?".Protes Alifa,geram.


"Udah tau itu baju kerja,kenapa kamu tidur dengan kondisi masih menggunakan baju kerja?".Ucap Akmal,menyindir Alifa telak.


"Namanya juga orang ngantuk berat,yah mana Sadar".Kilahnya memberikan protes lagi.


"Banyak alasan.Cepat pergi mandi,dan bekerja kembali ".Gertak Akmal,memberikan perintah seenak jidatnya.

__ADS_1


Tanpa menunggu di suruh dua kali Alifa,berlari kearah kamar mandi.Seperti biasa Alifa melakukan mandi ekspres nya,sudah menjadi kebiasaan baginya.


"Sudah mandinya?".Tanya Akmal begitu Alifa sudah berdiri di hadapannya.Memindai penampilan Alifa.


"Ia pak".Sahut Alifa.


"Cepet amat kayak mandi ular."Senyum penuh sindiran melengkung di bibir manisnya.


"Sudah jadi kebiasaan".Ucap Alifa, memberikan pembelaan.


"Ya udah sana kerja,tunggu apalagi?".Ucap Akmal,mengusir Alifa secara terang-terangan.


"Tapi,gimana dengan pakaian saya pak?".


"Yah gak gimana-gimana pake aja yang ada".Sahut Akmal tak tergerak hatinya sedikitpun,menatap pun hanya sekilas.


"Huh,solusi di elo.Masalah di gue".Gerutu Alifa,mengomel sepanjang jalan.


Akmal yang super sibuk gak sadar dengan tindakan dan ucapannya itu, menatap Alifa pun tidak seperti biasanya sebab fokus dia sekarang bukan tertuju pada Alifa,melainkan dia curahkan semua untuk menyelesaikan masalah internal pusat perusahaannya yang akhir-akhir ini di terpa masalah.


Ingin rasanya Akmal segera berlari menuju kantornya dan kembali ke Jakarta.Nsmun,ia urungkan sebelum bisa berhasil membawa serta Merta Alifa.Perjuangannya untuk menemukan Alifa kembali tak mudah.Sehingga, dia tak mungkin melepas begitu saja apa yang sudah berada di genggamannya.

__ADS_1


Membawa Alifa ke kota Jakarta adalah misinya,sebab tak rela rasanya bila terus-menerus berada jauh dari Alifa.Sedangkan,dia tidak tau bisa kembali lagi ke desa pedalaman dengan waktu dekat atau tidak.


Itu lah sebab nya Akmal,fokus menyelesaikan masalah internal perusahaan nya dari jarak jauh sembari meyakinkan Alifa untuk kembali


__ADS_2