Cinta Datang Terlambat

Cinta Datang Terlambat
Part 73


__ADS_3

Keesokan harinya Alifa benar-benar tak lagi berniat kembali bekerja di cafe yang di sulap menjadi restoran itu,tanpa berpamitan terlebih dahulu atau sekedar menitipkan surat pun enggan di lakukan.Buat apa,toh itu bukan perusahaan besar yang harus dengan cara formal juga untuk sekedar berpamitan.


Akmal, uring-uringan menunggu kedatangan Alifa yang tak kunjung datang juga.Ada banyak hal yang ingin dia bicarakan,ada banyak pula planning yang belum sempat dia utarakan.Keburu Alifa balik marah.


"Apa aku harus menyusulnya di rumah kontrakannya itu?".Tanya Akmal pada dirinya sendiri,menimbang keputusan apa yang seharusnya dia lakukan.


"Lebih baik,aku susul saja sebelum terlambat". Menyingkirkan egonya,Akmal berlari keluar untuk menuju rumah kontrakan Alifa.


Menurut informasi pak Ardian,selaku manager yang merekrut Alifa.Rumah kontrakan Alifa tak jauh dari lokasi restoran, tempat nya bekerja.Hanya butuh sepuluh menit untuk sampai di kediaman rumah kontrakan nya bila di lakukan dengan jalan santai.


Tapi,jika di lakukan dengan berlari hanya butuh lima hingga tujuh menit saja.Disinilah Akmal berada,di halaman rumah kontrakan Alifa.Mengstur napasnya terlebih dahulu yang terengah-engah akibat berlari tadi.Terdorong oleh rasa bersalahnya terhadap Alifa.


Namun,saat Akmal melangkah lebih dekat.Rumah kontrakan itu terlihat sepi, seperti tak ada penghuni di dalamnya.


Akmal menggedor pintu itu dengan keras, meneriakkan nama Alifa dengan keras karena saat panggilan nya tak ada sahutan dari dalam.


"Al,Alifa buka pintunya Al.Aku minta maaf soal kemarin.Al,aku mohon buka pintunya".Teriak Akmal, frustasi.


"Maaf pak, penghuni kontrakan disini sudah pergi tadi pagi".Ucap ibu-ibu yang melintas di rumah kontrakan Alifa.

__ADS_1


Akmal berhenti berteriak,memalingkan pandangan nya kearah samping."Maksud ibu?".Tanya Akmal,ambigu.


"Neng Alifa tadi pagi sudah pergi, kelihatannya mau pergi jauh deh sebab saya melihat neng Alifa membawa koper gede".Jawab si ibu itu.


"Pergi kemana?".Teriak Akmal, penasaran.


"Saya tidak tau pasti neng Alifa pergi kemana.Tapi,saya sempat dengar kalau neng Alifa itu pergi ke stasiun kereta dengan tujuan kota Jakarta ".


"Ok, terima kasih untuk informasinya ".Sambar Akmal,tak lupa menyelipkan uang pada ibu yang memberikan informasi itu.


Terkejar waktu mepet,Akmal kembali ke restoran nya untuk mengambil kunci mobilnya.Tak mungkin juga dia pergi ke stasiun yang jaraknya lumayan jauh itu dengan berjalan kaki.


Brak


Tabrakan antara dua tubuh tegap itu tak bisa di hindari, keduanya jatuh lunglai ke lantai."Kalau jalan lihat-lihat dong, seenaknya aja ngambil jalan orang".Gertak Akmal,tak sadar dirinya sendiri yang menabrak.


"Maaf".Meski dia tidak bersalah.Namun,pak Ardian yang meminta maaf,menghindari perdebatan.


Akmal bangkit berdiri,menepuk pantatnya yang terasa sakit."Aku potong gajih mu".Ancam Akmal pada pak Ardian sebelum melenggang pergi.

__ADS_1


"Dia yang salah,aku juga yang minta maaf.Aku yang jadi korban,aku pula yang kena dendanya".Protes pak Ardian,kembali melangkahkan kaki.


Akmal kembali keluar dengan membawa kunci mobilnya.Berlari menuju tempat parkir.Mobil Pajero sport melaju dengan kecepatan tinggi,tak peduli dengan bahaya yang mengintai akibat berkendara nya yang ugal-ugalan dengan kecepatan tinggi.Menyalip motor dan mobil di hadapannya.


Tid..Tid ..Tid


Suara bunyi klakson saling bersahutan,merasa mobil Pajero sport yang di kendarai Akmal bisa membahayakan keselamatan mereka."Woy,kalau bawa mobil jangan ugal-ugalan.Kalau gak sayang sama nyawa sendiri setidaknya pikirkan keselamatan orang lain".Bentak pengendara motor yang di salip Akmal.


Alifa mana peduli dengan teriakan marah dan bentakan mereka,dia dengan sengaja menambah kecepatan laju kendaraannya."Mentang-mentang punya mobil bagi, berkendara seenaknya.Menyerobot jalan orang lain.Di kira nih jalan punya nenek moyang sendiri".Kali ini supir angkot yang berteriak marah.


Sedangkan yang di bentak dan di sumpahi,menutup rapat-rapat telinganya.Fokus pada tujuan semula nya, menyusul Alifa sebelum terlambat.


Akmal mengedarkan pandangannya ke penjuru ruangan,mencari sosok wanita yang belakangan ini telah dia lukai dengan bentakannya itu.


Ekor matanya menangkap sesosok wanita,tengah berdiri sambil menenteng koper kecilnya dengan tas ransel di punggung nya.Wanita itu adalah Alifa, wanita yang di carinya.


Dengan langkah lebar,Akmal menghampiri Alifa."Mau kemana kamu?".Teriaknya,memegang lengan Alifa agar tak kabur.


Alifa,kaget bukan main.Di hadapannya telah berdiri sosok yang ingin di lupakan nya.Akmal.

__ADS_1


__ADS_2