Cinta Datang Terlambat

Cinta Datang Terlambat
Part 60


__ADS_3

Sudah setengah tahun berlalu saat Alifa memutuskan untuk pergi menjauh dari kota metropolitan yang katanya bisa mewujudkan seribu impian,tapi yang ada hanya luka,luka,luka dan luka saja.Seperti semesta tak mendukung dia untuk bahagia walau dengan hal yang sederhana dan dengan caranya sendiri.


Pertemuan dengan seorang CEO atas dasar pekerjaanalah membuatnya semakin terpuruk dalam asa merajut mimpinya.Seorang diri,hanya mengandalkan diri sendiri tanpa meminta bantuan apa lagi menyusahkan orang lain.Alifa,harus berjuang lebih keras mengalahkan kejamnya dunia.


Kali ini Alifa terpaksa harus mengalah pada keadaan,pergi sejauh mungkin,hingga dia benar-benar siap untuk menghadapi kerasnya dunia dan mengumpulkan kekuatan untuk meneguhkan hati.


Disini lah Alifa,berada di pedalaman kabupaten Bandung barat untuk menenangkan diri dari yang namanya patah hati.


"Rindu sahabat-sahabat ku,majlis ta'lim dan pekerjaan ku yang dulu".Gumam Alifa lirih, sekarang dia berada di rumah kontrakan.


Di pandanginya langit-langit malam yang berkilau Karena cahaya bulan dan bintang.Saat seperti ini,dia selalu merindukan kehidupan lamanya."Stop Alifa,fokus dengan tujuan mu.Jangan goyah,ok".Ucap Alifa berusaha menasehati dirinya yang kembali merindukan kehidupan lamanya.


........


Pagi kembali menyapa,kali ini Alifa harus berangkat lebih awal sebab akan ada pengenalan pemilik baru cafe yang menjadi tempat kerjanya.Yah Alifa bekerja menjadi pramusaji di salah satu cafe.


Mandi kilat Alifa lakukan sebab di kejar waktu yang semakin mepet,tanpa memperdulikan sarapan dan hal lainnya Alifa melesat ke tempat kerjanya.Takut sekali terlambat masuk kerja.


Hanya butuh sepuluh menit saja Alifa sampai di cafe, tempat kerjanya dengan jalan kaki saja,sebab jarak antara kontrakan dan cafe terbilang dekat.

__ADS_1


Kasak-kusuk terdengar saat Alifa baru menginjakkan kaki ke dalam ruangan ganti baju.


"Eh tau gak sih, ternyata pemilik cafe yang baru itu ganteng banget".Ucap wanita yang berprofesi sebagai kasir itu


"Oh yah, darimana kamu tau?".Tanya wanita yang ada di sebelah nya, memicingkan mata penuh selidik.


"Yeay biasa aja kali tuh matanya,kayak kagak percaya aja ma gue".Sahut si kasir.


"Yah kan loe tukang ngebohong,mana gue percaya lah ma kata-kata loe.Paling tuh loe cuman ngadi-ngadi aja".


Perdebatan sengit antara kedua wanita itu berlangsung lama, keduanya sama-sama teguh pada pendirian mereka,tak mau mengalah seperti orang yang tengah memperebutkan laki-laki.


"Semua berkumpul".Teriak manager cafe,memerintahkan seluruh pegawai nya untuk berkumpul di halaman belakang cafe.


"Kira-kira siapa yah, diantara mereka yang menang?".Tanya Alifa pada diri sendiri,tak sadar suaranya terdengar oleh orang yang ada di belakangnya.


"Menang apa?".Tanya pramusaji yang tadi sempat mendengar ucapan Alifa.


"Eh bu-kan apa-apa kok".Sahut Alifa gelagapan karena ucapannya di dengar oleh orang lain.

__ADS_1


Alifa lari terbirit-birit,menghindari pertanyaan yang mungkin tak akan ada habisnya.Menghindar seperti yang biasa lakukan.


"Ehem".Pak Ardian,selaku manager berdehem,meminta perhatian pegawai untuk menatap nya.


Semua yang ada disana menatap sang manager,memasang kuping kuat-kuat agar informasi yang di ucapkan nya dapat di dengar.


"Apakah kalian sudah tau,alasan kalian di kumpulkan disini?".Tanya pak Ardian pada seluruh karyawan,yang sebenarnya itu hanya basa-basi saja.


"Tidak".Jawab serentak karyawan.


"Baik, seperti yang saya umumkan kemarin bahwa hari ini akan ada pengenalan pemilik baru cafe ini yang di sebabkan pemilik lamanya sudah pensiun dan yang akan melanjutkan kepemimpinan nya,tak lain dan tak bukan adalah putranya sendiri".Ucap pak Ardian di sertai dengan penjelasan.


Lagi kasak-kusuk terdengar nyaring, membicarakan sosok orang yang akan memimpin cafe itu.


"Berhenti".Gertak pak Ardian,merasa geram dengan tingkah laku karyawan nya


Kasak-kusuk itu berhenti dengan sendirinya,seakan suara itu adalah peringatan sekaligus ancaman bagi mereka.


Pak Ardian menatap satu persatu karyawan,memastikan tak ada lagi yang berbicara.Setelah di rasa cukup,pak Ardian meminta kembali perhatian dari karyawan.

__ADS_1


"Pemilik baru cafe ini hari ini akan bertatap muka langsung dengan kalian.Saya harap kalian bisa menjaga sopan santun dan etika kalian".Suara pak Ardian begitu lantang dan tegas, menginterupsi semua karyawan untuk menghormati pemimpin yang baru.


Jaga image harus di lakukan agar terkesan seperti karyawan yang beradab.


__ADS_2