Cinta Datang Terlambat

Cinta Datang Terlambat
Part 83


__ADS_3

Alifa memasang kuping lekat-lekat, mendengarkan dengan seksama kiranya apa yang ingin di tanyakan oleh akmal karena tak biasa beib nya Akmal bertanya kepada nya.


"Kamu benci sama ayah kamu karena apa?".Tanya Akmal, hati-hati sekali dia bertanya sebab itu adalah masalah sensitif.


Alifa menarik napasnya secara kasar,Akmal ternyata bertanya tentang masalah pribadinya.Luka itu semakin terbuka lebar.Memaksanya untuk mengingat moment yang tak ingin di ingatnya.


"Harus kah aku menjawab pertanyaan mu?".Tanya Alifa.


"Tentu,sebab aku ingin tau persis permasalahan nya sebelum mengambil langkah".Jawab Akmal,menyesap coffe latte nya untuk sekedar membersihkan tenggorokannya.


"Apa itu bagian dari syarat yang kau minta?".


"Yah,bisa jadi".


Alifa menceritakan kembali kejadian pada enam tahun yang lalu.Tentang sebab musabab Alifa terusir dari keluarga nya sendiri, keputusan berhijrah nya dan tentu di dalam sana ada cinta yang teramat dalam.Hingga, membuatnya menentang orang tuanya sendiri.Meski apa yang dia korban kan hanya mendapatkan sebuah kekecewaan.

__ADS_1


Alifa yang pada saat itu masih memiliki emosi yang labil.Tak memahami perkataan dan tindakan ayahnya yang dia tau apa yang di ucapkan dan yang di lakukan oleh ayahnya sangat lah melukai hatinya.Hingga, perasaan benci itu mengakar pada hati Alifa dan pada akhirnya rasa benci itu telah tumbuh menjadi rasa dendam.


"Kamu ternya orangnya pendendam".Ucap Akmal, menanggapi cerita keseluruhan Alifa.


"Aku tidak dendam".Sanggah Alifa, tangannya refleks memukul punggung tangan Akmal.


"Selain pendendam ternyata kamu ringan tangan juga".Sahut Akmal,bergeser dari duduknya.


"Dah aku bilang aku bukan orang pedendam.Hanya aku orangnya tak pernah melupakan orang yang telah menyakiti ku dan yah,aku memang ringan tangan.Kenapa?".Tanya Akmal, memberikan tatapan menantangnya.


"Dah tau berhati iblis.Masih aja cinta".Ucap Alifa.


"Yah,karena cinta tanpa syarat.Btw,boleh aku memberikan mu sedikit pencerahan ".Ucap Akmal, mendadak sikapnya menjadi serius.


Alifa menyesap coffe lattenya,menikmati setiap rasa dan aroma coffe itu."Hmmm,boleh".Katanya, setelah meletakkan kembali coffe latte itu.

__ADS_1


"Begini,Alifa.Setelah kamu di khianati oleh kekasih dan sahabat mu itu.Apa kamu jadi orang yang meninggal Islam.Agama yang di kenalkan dan yang membuat mu terusir dari keluarga mu?".Tanya Akmal,menatap lekat Alifa.Mempelajari setiap perubahan mimik mukanya.


"Kalaupun aku sudah meninggalkan agama Islam.Tentu,saat ini aku tidak akan memakai jilbab".Jawab Alifa.


"Sama hal nya dengan sikap ayah mu saat itu dan bahkan sampai saat ini".


"Maksudnya ".Tanya Alifa,tak mengerti dengan ucapan akmal.


Akmal merubah posisi duduknya yang semula duduk di sampingnya kini menjadi duduk di sebrang nya."Ayah mu membentak mu bahkan mengusir mu itu hal yang wajar Alifa.Sebab itu adalah sebagai reaksi terkejutnya.Anak yang selama dalam kandungan menganut ajaran agama lain.Kini setelah dewasa,tak hanya cinta,raga,dan juga pemikirannya tetapi juga agama nya.Tentu bukan hal yang mudah di terima oleh ayah mu".Akmal menjeda ucapannya, memperhatikan dengan seksama perubahan mimik mukanya.


"Apakah sampai sekarang ayah mu masih membenci mu?, tidak.Nyatanya dia merindukan sosok anak perempuannya.Di balik sikap tegasnya tersimpan luka di hati.Tak hanya kamu yang terluka disini, melainkan ayah kamu sendiri.Tapi,apa yang di lakukan oleh kekasih mu?".Lagi akmal menjeda ucapannya.


"Kekasih mu malah mengkhianati mu kan?,lalu,apa yang kamu lakukan?, tetap berpegang teguh pada agama yang di kenalkan oleh kekasih mu.Tspi,kamu melupakan satu hal.Yaitu,ayah mu.Dia mengharapkan kepulangan mu.Berharap semua kembali seperti semula.Berharap putrinya akan pulang, memeluknya dan juga berkeluh kesah".Jelas Akmal.


Alifa tak mampu menanggapi ucapan akmal, terlalu berat untuk di terima oleh hati kecilnya yang juga merindukan sosok seorang ayah tapi di satu sisi rasa bencinya,begitu menguasai hatinya.

__ADS_1


"Lalu,apa yang harus aku lakukan?". Tanya Alifa.Matanya berkaca-kaca,menahan cairan bening yang sudah menganak di pelupuk matanya.


__ADS_2