
Dengan perasaan was-was bercampur rasa penasaran Alifa akhirnya datang ke tempat dan waktu yang telah di bicarakan tadi pagi.Hanya seorang diri Alifa datang ke cafe white and gold itu dengan memakai dress tertutup berwarna merah maroon di padukan dengan jilbab berwarna senada,berjalan dengan anggunnya bak seorang putri konglomerat.Memang itu kenyataannya,jika orang di kalangan pebisnis pasti tau bahwa perempuan berjilbab merah maroon itu adalah putri seorang raja bisnis tapi sekarang posisi itu mulai tergeserkan.
"Selamat datang, selamat malam juga di cafe white and gold".Ucap ramah manajer cafe itu.
"Iya selamat malam juga".Sahut Alifa, memancarkan aura kepemimpinan.
"Apakah anda sudah melakukan reservasi".
"Belum".
"Kalau begitu anda harus melakukan reservasi dulu".
"Dia datang bersama ku".Ucap lantang seorang pria di belakang.
__ADS_1
Alifa membalikkan tubuhnya demi melihat suara berat seorang pria yang sepertinya tak asing baginya."Ayah".Gumam Alifa,begitu sosok pria itu terlihat jelas di ekor matanya.
Yah, mr.smith sendiri yang datang langsung untuk menemui putri kandung yang di rindukannya tanpa ada sosok Jeremi di belakangnya.Sengaja agar dia bisa berbicara dengan putrinya dari hati ke hati.
"Yah ini aku,Mr.smith.Aysh kandungan mu nak".Mr.smith mendekat kearah Alifa,hendak memeluk putrinya sendiri.Alifa mundur dua langkah,tak Sudi di peluk oleh orang yang menyebabkan ibunya meninggal dan membuat nya menderita.
Mr.smith,tersenyum kecut.Tak heran dengan sikap putrinya itu sebab itu wajar menurutnya."Jika kamu tidak ingin memelukku, setidaknya biarkan ayah mu ini untuk mengungkapkan kebenarannya".Ucap Mr.smith,mengarahkan Alifa untuk mengikutinya ke meja yang sudah dia reservasi atas nama dirinya sendiri.
Dengan terpaksa Alifa mengikuti langkah ayah kandungnya,meski enggan tapi hati nuraninya menuntunnya untuk mengikuti langkah kaki sang ayah.Kesempatan yang di tunggu-tunggu nya telah ada di depan mata.Inilah saat nya Alifa berbicara empat mata dengan ayahnya sendiri setelah bertahun-tahun tak kunjung mendapatkan kesempatan berbicara.
"Jadi kebenaran apa yang ingin kau bicarakan?".Tanya Alifa,sama sekali tidak menunjukkan kesopanan nya terhadap ayah kandungnya sendiri.
"Apa yang ingin kamu ketahui".Tanya mr.smith tak kalah sombongnya.
__ADS_1
"Hah,kamu yang mengundangku datang kesini,kamu pula yang mempermalukan saya dengan pertanyaan bodoh mu itu".Gertak Alifa.
Mr.Smith tak menanggapi ucapan Alifa,sibuk dengan daging steak yang ada di hadapannya.Makanan itu diantar oleh pelayan sesaat setelah mereka tak lama berada di ruangan VVIP itu."Alangkah baiknya kau makan dulu, sebelum mengajukan pertanyaan agar emosi mu stabil".Ucap mr.smith.
"Cih tak Sudi".Alifa berdecih,memandang jijik ayahnya sendiri.
Seakan tak terprovokasi oleh ucapan Alifa,mr.smith dengan santai melahap daging steak yang sudah di potong-potong nya itu.Menikmati hidangan malamnya sambil menilai situasi.
"Ehem".Mr.smith berdehem,membasahi kerongkongannya.Begitu selesai menghabiskan makanannya itu.
"Gak usah banyak drama,cepat ungkapkan kebenarannya.Aku gak banyak waktu berbicara dengan mu ini, menghabiskan waktu ku saja".Ucap Alifa,ketus.Tak ada keramahtamahan di dalamnya.
Mr.smith kembali diam,tak mudah berbicara dengan putrinya ini.Dia dan sang putri memiliki watak keras kepala sama besarnya,tak hanya itu saja lama berpisah dan tak ada komunikasi diantara. nya bahkan terakhir bertemu pun hanya ada kebencian di hati Alifa membuat suasana malam ini menjadi mencekam dan komunikasi yang di harapkan nya bisa berjalan lancar tapi dugaannya salah.
__ADS_1
Rasa benci telah bersemayam di hati Alifa tanpa ada yang menjelaskan situasi nya dan tanpa ada kata hingga mendorong Alifa untuk selalu membenci ayahnya sendiri.Dia pula yang menyebabkan perusahaannya terancam bangkrut.Andai mr.smith tak punya belas kasihan,tentu perbuatan Alifa tak akan di maafkan.