Cinta Datang Terlambat

Cinta Datang Terlambat
Part 67


__ADS_3

Karena mendapat panggilan dari sang bos yang tak lain dan tak bukan adalah Akmal.Mau tak mauAlifa harus pergi ke ruangan khusus pemilik cafe.Tentu perintah itu tak bisa di abaikan oleh Alifa sebab itu pasti akan menyangkut masalah pekerjaanya.


Tok..Tok..Tok


Alifa mengetuk pintu terlebih dahulu sebagai bentuk kesopanan nya dalam hal memasuki ruangan orang lain.


"Masuk".Sahut orang. dari dalam.


Alifa membuka handle pintu, setelah mendapatkan izin masuk.Melangkah ke dalam dengan perasaan was-was,takut itu bersangkutan dengan pekerjaannya.


Hatinya semakin berdegup kencang saat Alifa sudah berada di dalam ruangan itu, terpampang nyata di hadapannya tengah berdiri seorang laki-laki berperawakan tinggi tegap.Menatapnya dengan tatapan tajam,ada kilat amarah di balik pelupuk matanya.


Alifa memilih menundukkan pandangan matanya,mencari posisi aman daripada terus di tatap dengan tatapan tajam.


"Bapak memanggil saya?".Tanya Alifa membuka percakapan,lebih tepatnya memberanikan diri membuka percakapan.


Masih dengan tatapan tajamnya,Akmal tak menanggapi pertanyaan Alifa.Berdiri dengan aura yang memancarkan ketegasan.


Dag Dig dug,hati Alifa bertalu.Bertanya-tanya dalam hati apa gerangan yang membuat dia harus di panggil ke ruangan yang di khususkan untuk pemilik cafe itu.


"Kamu tau kesalahan kamu apa?".Tanya Akmal,memasang wajah datar.

__ADS_1


Alifa menggelengkan kepala,tak tau menahu tentang kesalahan nya."Saya tidak tau pak".Jawab jujur Alifa.


"Huh".Akmal membuang napasnya kasar,berdiri dengan angkuhnya.Lalu menyilang kan tangannya di depan dadanya.


"Kamu yakin,kamu tidak tau kesalahan kamu?".Tanya ulang Akmal,masih dengan tatapan tajam.


"Tidak pak".


"Apa yang kamu lakukan kemarin?".Sentak Akmal,tak sadar nada bicaranya tak selembut tadi.


"Kemarin saya libur pak,karena memang kemarin adalah jatah saya mengambil jatah libur".Jelas Alifa.


"Kamu masih belum paham dengan kesalahan kamu?". Sekali lagi Akmal bertanya, menginginkan Alifa tentang keputusan nya yang seenaknya mengambil jatah libur.


"Kamu main seenaknya mengambil jatah libur tanpa melihat situasi dan kondisi.Boleh saja libur tapi lihat dulu kondisi nya.Jangan hanya hak saja yang kamu inginkan tapi kewajibannya juga.Mana rasa tanggung jawab kamu sebagai karyawan?,tau kemarin hari Jum'at,hari dimana sedang ramai-ramainya pengunjung.Kamu malah seenaknya mengambil jatah libur pake telpon gak di angkat pula.Udah bosan kerja disini?". Gertak Akmal menjelaskan duduk masalah nya.


Alifa semakin menunduk,takut sekali di gertak.Ini adalah kali keduanya dia mendapatkan bentakan.Setelah ayah kandungnya membentaknya akibat keputusannya menjadi seorang mualaf.


"Maaf pak".Ucap Alifa,tak terasa air matanya jatuh di pelupuk pipinya saking terkejutnya dia mendapatkan sebuah bentakan.


"Maaf?,apa itu cukup?".Tanya Akmal,meremehkan.

__ADS_1


Alifa tak mampu menjawab pertanyaan yang di lontarkan Akmal, terlalu syok hanya untuk sekedar menjawab pertanyaan yang penuh jebakan itu.


"Sebagai gantinya weekend ini kamu harus lembur.Tak peduli kamu mau pulang jam berapa.Kamu harus menambal jam kerja yang kosong.Weekend ini kita buka sampai 24 jam".Ucap Akmal menginterupsi Alifa.


"Baik pak,jika itu sebanding dengan kesalahan saya".Ucap Alifa lirih, tenggorokannya masih tercekat oleh air mata.


"Ok,aku pegang kata-kata mu.Kalau kamu melanggar, silahkan cari pekerjaan lain".


"Iya pak,saya paham".Alifa mengangkat pandangan nya yang semula menunduk.Menatap sekilas wajah Akmal.


"Kenapa kamu gak terima?"Tanya Akmal,tak peduli dengan lelehan air mata yang membekas di pipi Alifa.


"Atau kamu mau minggat saja dari sini?".Tanya lanjut Akmal.


"Saya memilih opsi yang pertama pak.Saya akan kerja tanpa mengenal batas waktu di weekend ini".Ucap lantang Alifa.


"Bagus, sekarang kembali lah, lanjutkan pekerjaan kamu".Usir Akmal,mengibaskan tangannya ke udara.


Alifa menghapus jejak air matanya Sebelum keluar ruangan,tak ingin semua orang tau tentang kondisi nya yang rapuh itu akibat mendapat bentakan.


"Kamu sebenarnya wanita rapuh tapi pura-pura kuat.Menghindar dari semua masalah,tanpa mau menghadapi nya".Gumam Akmal, setelah kepergian Alifa.

__ADS_1


Ada rasa nyeri di dalam hatinya,Akmal bukan tak peduli dengan keadaan Alifa yang rapuh.Dia terpaksa harus melakukan nya agar bisa mendidik Alifa menjadi wanita yang kuat secara fisik dan mental.


__ADS_2