
"Saya memang seorang pelayan di resto ini,memang benar kedudukan saya lebih rendah bila mungkin di bandingkan dengan anda.Tapi, setidaknya saya masih punya harga diri dan adab,tidak seperti anda"Ucap barista perempuan itu.
"Alah tau apa kamu tentang adab?".Tanya Deon, dengan angkuhnya.
Barista perempuan itu,tidak menjawab pertanyaan Deon saking malunya di tonton oleh banyak pengunjung belum lagi luka di pipi kiri nya akibat tamparan keras oleh pengunjung tak tau malu nya ini.
"Cuih".Deon meludah tepat di hadapan wajah barista."Jadi pelayan aja udah songong, apalagi jadi bos".Ucap Deon, semakin mempermalukan barista perempuan itu.
Kerumunan orang-orang yang menyaksikan perdebatan ini tak mampu melerai atau bahkan membela seorang barista perempuan karena mereka tak punya nyali untuk melawan atau sekedar membela orang yang tertindas.
Lelehan air mata membasahi pipi barista itu saking malu dan sakit hatinya dia.Di hari pertama kerja nya dia harus berhadapan dengan seorang pengunjung arogan.
"Ada apa ini?".Suara pria, menginterupsi kerumunan orang-orang.
Barista perempuan itu berjalan kearah pria itu."Pak pengunjung ini sungguh tak sopan,saya sudah melarang dia untuk tidak merokok tapi tak di dengar".Ucap barista itu.
Reyhan,nama pria tadi yang di sinyalir merupakan manager resto itu bukannya mendengarkan keluhan pegawainya,dia malah membungkuk badan,tanda hormat.
Sontak saja, barista itu tercengang bukan main.Sebab manager nya malah membungkukkan badan, seakan mereka lah yang salah bukan pria yang sudah menamparnya.
"Pak".Ucap barista itu berbisik di samping manager nya.
Tapi,bukan jawaban yang di dapat.Melainkan pelototan tajam yang menghunus tepat di ulu hatinya.
"Diam kau renata".Sentak reyhan,masih di posisi membungkuk nya.
__ADS_1
"Hoam".Deon bergeliat, bosan menyaksikan drama di hadapannya."Sudah selesai?,kalau sudah boleh aku memperkenalkan diri?".
"Sudah tuan".Jawab,Reyhan.Berdiri dengan senyum palsunya.
Bugh
Satu terjangan Deon lepaskan tepat di kaki kiri Reyhan."Apa ini cara mu mengurus resto ku?.
Bugh
Satu terjangan lagi dia lepaskan untuk manager resto nya itu."Itu untuk sikap anak buah mu yang kurang ajar".
Seketika tubuh Reyhan ambruk ke bawah dengan luka di pinggang kanan dan kirinya.
"Pak Reyhan".Teriak Renata, histeris.
Mau tak mau renata, menghentikan langkah kakinya."Kenapa?". Tanya Renata,sembari memalingkan wajah kearah Deon.
"Diam di tempat mu,bodoh".Ucap Deon.
"Renata".Teriak pak reyhan.
"Iya pak".
"Kamu saya pecat".Ucap Deon lantang.
__ADS_1
"Apa?".
Renata mencengkram baju deon,tak terima dirinya di pecat di hari pertamanya oleh seorang pengunjung tak tau malunya itu.
"Apa hak anda memecat saya?".
"Dia bos nya disini,jelas dia punya hak".Jawab pak reyhan.
Deg
Perlahan Renata, melepaskan cengkraman tangannya."B-Bos".Ucap Renata, gugup.
Deon tak menjawab pertanyaan renata,pak reyhan pun tak berani membela pegawai barunya,takut dia akan kena hantaman bogem Deon.Memilih untuk tutup mulut.
"Mulai hari ini,detik ini dan menit ini.Kamu,saya pecat".Ucap Deon sambil berlalu pergi.
"Pak, jangan".Sahut Renata.
Deon yang tengah di landa kekalutan hati dan pikiran,tak mau berbasa-basi ataupun berbelas kasihan pada Renata.Padahal dia sudah mengejar Deon dengan sekuat tenaga di bawah tatapan kerumunan orang-orang.
Harga dirinya tak lagi dia pedulikan,jika perlu dia bersujud,berlutut di bawah kakinya agar dia tak kehilangan pekerjaannya.
"Pak".Teriak Renata.
Terlambat upaya pengejaran renata,sebab mobil yang di kemudikan oleh Deon sudah melesat pergi, meninggalkan kekacauan yang di sebabkan oleh dirinya sendiri.
__ADS_1
"Ah sial".Teriak frustasi, renata.