
"Akmal".Teriak Alifa,berlari kearah sumber suara.
Tapi,Deon tak akan membiarkan Alifa lepas begitu saja dari genggaman nya setelah dengan susah payah dia dapatkan.
Di kejar nya Alifa sampai dapat kembali dalam pelukannya."Mau kemana?".Tanya Deon.
"Lepaskan".Teriak Alifa,memukul dada bidang Deon.
"Tak akan pernah aku lepaskan walau sejengkal pun,tak akan ku biarkan kamu kembali lagi ke pelukan Akmal.Kau milik ku dan akan tetap menjadi milik ku!".Seru Deon.
Alifa masih terus berusaha melepaskan diri dari pelukan Deon, segala cara dia lakukan.Dari mulai menginjak kakinya,mencubit perutnya,memukul dada bidang dan bahkan menggigit tangan nya.Usaha nya tak ada yang berhasil,karena Deon bukan lah tandingan nya.
Alhasil Alifa menyerah juga, tubuhnya terlalu lelah untuk menghadapi tubuh kekar Deon.Berteriak pun,suaranya sudah lemah.
"Apa segitu kemampuan mu?".Tanya Deon, meremehkan.
Alifa yang sedari tadi membuang mukanya ke sembarang arah,mendelik jijik."Jelas,kau bukan tandingan ku".Ucap Alifa.
"Sudah tau,masih aja melawan.Di kira usaha kamu itu bakal membuahkan hasil?, mungkin iya,mungkin juga enggak".Sahut Deon.
"Masa bodoh dengan ocehan mu itu,yang aku pedulikan adalah terbebas dari jeratan mu dan kembali ke pelukan suami ku".
Plak
Deon tak tahan lagi melihat tingkah laku Alifa dan bahkan berhasil menyulut emosinya lagi dengan menyebutkan nama musuhnya.
__ADS_1
"Itu sebanding dengan apa yang kamu lakukan pada ku".Gertak Deon.
Alifa mengelus pipi kirinya, merasakan panas dan perih akibat tamparan tak berkemanusiaan itu.
"Untung aku lari saat sudah mengetahui kamu memiliki kekasih,kalau gak.Pasti hubungan ku dengan mu penuh dengan kekerasan dan Kita akan menjalani hubungan yang toxic".Ledek Alif.
Plak
Lagi Deon tak tahan dengan hinaan Alifa terhadapnya,dia tak akan Semarah ini kalau tidak ada pemancing nya.
"Tau apa kamu tentang ku?,kau hanya orang yang pernah singgah lalu pergi,tamu laknat yang bisanya nyusahin pemilik rumah nya lalu pergi setelah merasa kenyang.Tak ada ungkapan terimakasih karena kau bertamu sekaligus merampok".Gertak Deon.
Alifa tergugu dengan penjelasan Deon mengenai dirinya.Dia di ibaratkan sebagai tamu sekaligus perampok dalam rumah Deon.
Meski Alifa kini sudah terlepas dari pelukan Deon,akibat dari dua tamparan keras Deon yang mengakibatkan tubuhnya terlepas, tapi sudut bibir Alifa mengeluarkan darah.
Saat di ujung kepasrahan Alifa itulah Akmal,mr.smith dan juga bodyguard mr.smith datang ke ruangan penyekapan dirinya.
Akmal yang sudah melihat tubuh istrinya,lemas tak berdaya belum lagi di sudut bibirnya terdapat darah dengan kalap berlari dan menghajar Deon.
Bugh
Bugh
Bugh
__ADS_1
Bogem mentah berhasil mendarat di pipi kanan dan kiri Deon berserta dengan perut Deon tak kalah menjadi sasaran empuk.
Alifa langsung di bawa oleh Mr Smith ke tempat aman.Sedangkan,Deon yang tak siap menerima pukulan dari Akmal jatuh tersungkur dengan tatapan tak kalah tajam,tak terima dia di berhasil di tumbangkan.
"Itu akibatnya kamu telah menyakiti istri ku".Teriak Akmal, kalap."Turunkan tatapan mu itu,sebab itu tidak akan pernah membuat ku takut". Teriaknya lagi.
Sebenarnya Akmal masih belum puas memberikan pelajaran untuk Deon, tapi niatannya di hentikan oleh bodyguard mertuanya itu.
"Cukup tuan, biarkan ini menjadi urusan kami.Tuan sudah di tunggu oleh mr.smith".Ucap bodyguard mr.smith.
Dengan terpaksa Akmal,mengeringkan niatannya.Memilih menemui istri dan mertuanya,di bandingkan dengan meladeni tingkah laku Deon.
"Ingat,urusan kita belum selesai".Peringat Akmal,sebelum melenggang pergi.
Menyisakan Deon yang masih di posisinya dengan tatapan tajam nya, seolah menantang.Hal itulah yang menyulut emosi bodyguard mr.smith.
Tak kalah kalap bodyguard mr.smith menghajar Deon habis-habisan tentu di sertai dengan serangan balik.
Baku hantam antara Deon dan bodyguard mr.smith tak bisa dielakkan lagi.Dua lawan satu,tentu Deon yang kalah disini.Meski terlatih dan punya perawakan kekar tapi bodyguard bukanlah lawan tandingnya.
"Lain kali,pikirkan lagi sebelum mau menyakiti tuan dan nona kami".Gertak bodyguard mr.smith.
Yah,Deon sudah terkalahkan meski tidak mudah.Sekujur tubuhnya lebam.Beruntung, nyawanya masih bisa tertolong sebab bodyguard mr.smith masih punya hati, Sehingga membiarkan Deon masih bisa bernapas.
Deon meninju lantai marmer itu dengan keras.Amarahnya memuncak dan menyiratkan dendam di hatinya.
__ADS_1
Sementara di sudut lain,ada sepasang kekasih dengan beda umur tengah menyaksikan kejadian itu dengan kecewa.
"Yah, penonton kecewa".