Cinta Datang Terlambat

Cinta Datang Terlambat
Part 125


__ADS_3

Kejadian itu tak bisa di lupakan oleh Alifa, pertemuan tak sengaja dengan Deon dan terlontar lah kata-kata yang berhasil mengoyak hatinya.Bagaimana tidak, pertemuan itu berawal dari ketidaksengajaan berakhir saling ejek.


Dan yah,yang membuat dia masih terngiang-ngiang adalah kartu yang di berikan oleh Deon untuknya."Black card".Adalah kartu kredit dengan nominal tak terbatas.Alifa tak menginginkan semua itu sebab dia tak pantas menerimanya dan tak membutuhkan uang sebanyak itu.


Ingin rasanya Alifa mengembalikan uang yang bukan haknya sebab pesangon dan gajih yang di dapatkan nya dalam sebulan tak sebanyak ini.Tapi,dia juga bingung harus mengembalikannya dengan seperti apa.Dia tak ingin lagi bertemu dengan Deon.


"Maaf Bu,saya menganggu waktu ibu".Ucap Arumi.


Alifa tersentak kaget,dengan ucapan Arumi.Lagi dia mendapati Arumi sudah ada di hadapannya,berbicara tanpa tau situasi dan kondisi lawan bicaranya.


"Bisa tidak,kamu kalau ke ruangan saya biasakan ketuk dulu pintunya".Gertak Alifa.


"Maaf,bu_".


"Apa?,kamu sudah mengetuk pintu tapi tak ada sahutan dari dalam?,sudah tau tak ada sahutan masih aja nyelonong masuk".Gertak Alifa,mengomel tanpa jeda waktu.

__ADS_1


Arumi hanya bisa diam tertunduk,menerima amukan bosnya itu.Entah kenapa dia merasa Alifa seperti ular yang kehilangan pawangnya.Dia bertindak sesuka hatinya tanpa ada yang mengendalikan nya.


Lama sekali Alifa mengomeli sekretaris itu, mengeluarkan segala ungkapan hatinya.Dan Arumi harus rela menjadi bahan pelampiasan emosinya itu.


Sudah lima hari ini Alifa berjauhan dengan Akmal.Komunikasi singkat, rutinitas padat belum lagi hatinya yang tercabik-cabik,tak ada tempat untuk berkeluh kesah dan tak ada teman untuk berbagi cerita.Lengkap sudah penderitaan Alifa.


"Sendiri lagi, seperti dahulu".Gumam Alifa,di sela-sela waktu istirahat nya.


Tak di pungkiri,Alifa memang tengah di Landa stres pikiran dengan segala rutinitasnya yang padat,dia juga butuh healing.Mencari udara segar agar tubuhnya kembali fresh.


Di saat kekalutan hati melandanya,tanpa seizinnya memori di otaknya malah memutar kenangan indah bersama dengan Deon.


"Stop,Alifa".Ucap Alifa sembari memukul kepalanya, ingatan itu kembali hadir tanpa di mintanya.


Tak ingin, pikiran kembali kearah sana.Alifa memutuskan untuk pergi dari ruangannya.Keluar sebentar sebelum harus di hadapkan pada berkas yang menumpuk,menjulang tinggi tak ada habis-habisnya.

__ADS_1


"Ibu".Teriak Arumi,memanggil bosnya itu saat tak sengaja berpapasan dengannya.


"Yah".Sahut Alifa.


"Ada undangan dinner dari perusahaan Artama group".Ucap Arumi, sembari menyodorkan surat undangan itu.


"Zaman udah serba canggih,tapi masih menggunakan surat".Gumam Alifa,sembari menerima surat undangan itu.


"Mungkin itu sebagai bentuk formalitas saja".Sahut Arumi,menebak alasan di balik pemilihan surat undangan yang di berikan untuk setiap pimpinan perusahaan.


"Mungkin".Ucap Alifa.


Dengan langkah lebar karena di kejar waktu.Alifa berjalan keluar kantor dengan mengendarai sepeda motor miliknya.


Alifa bukan tidak mampu membeli mobil,akan tetapi dia sengaja menggunakan sepeda motor dalam menunjang kegiatan sehari-hari nya agar terbebas dari kemacetan kota metropolitan itu yang terkenal dengan tingkat kemacetan yang tinggi.

__ADS_1


Motor Honda beat yang selalu menemaninya kemana pun dia pergi,tak merasa risih meski bawahan nya ternyata memakai mobil sebagai kendaraan mereka.


Mengendarai motor dengan kecepatan pelan saja,agar dia bisa menikmati angin segar dengan begitu beban pikirannya sedikit demi sedikit bisa terangkat.


__ADS_2