
Krek
Arumi membuka handle pintu itu dengan hati-hati walaupun iya tetap saja mengeluarkan bunyi,tapi setidaknya itu tidak terlalu kentara terdengar.
Alifa berjalan di belakang Arumi, seperti dia saja yang menjadi bawahan padahal dia lah bos nya disini.Tapi,sikap rendah hatinya membuat dia tak masalah harus diajarkan oleh bawahannya itu.Bukan tanpa alasan,dia tak hanya untuk belajar tapi ingin menilai situasi nya,sebab tak sedikit bawahan merasa segan terhadap atasannya itu.
"Maaf pak menganggu waktunya".Ucap Arumi pada pengawas cctv perusahaan.
Ada tiga orang yang ternyata mengawasi cctv itu,tapi diantara tiga orang ini hanya ada satu orang pria yang mengenakan baju berbeda.
"Oh iya,mau lihat rekaman cctv itu untuk bahan penilaian yah?".Tanya salah satu pengawasan cctv itu, seakan hapal betul dengan keinginan bos nya itu.
"Iya betul pak.Namanya ibu Aisha Alifa,bos kita yang baru".Jawab Arumi sembari memperkenalkan Alifa sebagai bos barunya.
Alifa maju satu langkah demi memperkenalkan diri".Saya Aisha Alifa,bos kalian yang baru".Sahut Alifa.
Dua orang pria itu dengan segera bangkit dari kursi mereka,demi bisa menjabat tangan dan juga memperkenalkan diri.Hanya satu yang tidak ikut memperkenalkan diri.Alifa jadi bertanya-tanya sendiri.
__ADS_1
'Orang ini seperti aku pernah melihatnya tapi dimana?,dari segi posturnya seperti orang yang dekat dengan ku bahkan telah berhasil menggeser posisi Deon di tahta tertinggi hati ku'.Ucap Alifa membatin.
Yah,bukan tanpa alasan dia punya pikiran kesitu sebab postur tubuh laki-laki itu sangat di hapal olehnya,maklum saja sering bertemu bahkan dekat secara intens membuat dia hapal betul dengan postur tubuh laki-laki itu.
"Ehem".Alifa berdehem, membersihkan kerongkongannya."Boleh aku lihat rekaman nya,sebab aku bingung harus memilih yang terbaik diantara yang terbaik?".Tanya Alifa.
"Oh boleh Bu".Jawab salah satu pengawas cctv itu.
Pak Dian,bangkit dari duduknya agar Alifa bisa duduk di kursi miliknya."Terimakasih".Ucap Alifa setelah di berikan izin.
Tak ingin melewatkan kesempatan emas itu,Alifa menoleh ke samping kiri.Tempat dimana laki-laki itu berdiri dalam diamnya.
Seketika mata Alifa membulat demi di lihatnya laki-laki itu."Akmal". Teriaknya kaget, ternyata dugaannya benar.
Dua orang pengawas serta Arumi tak kalah terkejut.Bukan karena mereka yang ternyata kenal tetapi karena teriakan Alifa.
"Shttt".Ucap Akmal sembari mengarahkan telunjuknya ke bibir."Pelan kan suara mu".Gumam akmal sembari menoleh kearah dua pengawas dan Arumi.
__ADS_1
Alifa mengikuti arah pandang Akmal."Maaf". Ucap nya.
Alifa kembali menatap layar monitor yang menunjukkan rekaman cctv itu dengan fokus dan teliti.Tak ingin terlewatkan barang sejenak pun.Ini penting di lakukan agar tak ada kekeliruan di dalamnya.
"Hmmmm,dua orang ini seperti sedang bersaing.Saling mengalahkan satu sama lain.Kedua nya sama-sama bersikap baik.Ini tidak mudah".Ucap Alifa setelah selesai melihat rekaman itu.
"Apa perlu kita adakan meeting dewan?".Tanya Akmal, memberikan sarannya.
"Gak perlu,aku tau caranya".Sahut Alifa.
"Apakah kau yakin?".Tanya Akmal,menoleh kearah Alifa."Keputusan ini jangan diambil secara gegabah.Sebab ini menyangkut kinerja mereka dan juga perusahaan.Dia yang bekerja dengan baik tentu tidak boleh di lepaskan begitu saja".
"Dia juga ikut andil dalam kesuksesan perusahaan".Ucap Alifa,menyambar penjelasan Akmal.
"Tepat sekali.Kalau pun kamu tidak ingin adanya meeting,kau bisa bertanya banyak hal dengan ku".Ucap Akmal, memberikan opsi lain.
"Baik,aku bertanya saja dengan mu.Aku tau kamu pasti lebih tau dari ku".Sahut Alifa, setelah berpikir.
__ADS_1