Cinta Datang Terlambat

Cinta Datang Terlambat
BAB 18 (DELAPAN BELAS)


__ADS_3

Atria menatap wajah pucat milik riki dengan pandangan sayu, air mata tidak berhenti mengalir dari pipi caby atria


"Tri makan dulu yo" bujuk rita dan untuk yang beratus kalinya atria menggeleng


"Gue gak akan makan sebelum kakak gue sadar" ucap atria pelan dengan suara serak


"Nanti lo bisa sakit" ucap elfi


Atria menggeleng "Kakak gue lagi sakit, dia juga belum makan belum minum masa iya gue udah makan duluan udah minum duluan"


"Gue yakin riki gak suka kalo lo kaya gini sayang" ucap farel mengelus rambut atria sayang seperti yang sering di lakukan riki


Farel menatap rita, takut takut rita akan marah dia lakukan ini untuk atria


Rita tersenyum sambil mengangguk "dia lebih membutuhkannya" ucap rita pelan


Atria menatap ivan tajam


"Gimana lo bisa lakuin ini sama kakak gue kak" ucap atria dingin berjalan pelan menghampiri ivan yang terduduk lemah


Ivan menatap atria dalam, dirinya juga tidak tau kenapa ia bisa seperti ini kenapa ia bisa bisanya memukul anak orang hanya gara gara masalah sepele


"Jawab" teriak atria pelan tapi terdengar keras di telinga ivan


"Ivan gak sengaja" jawab Fany sambil merapatkan duduknya dengan ivan


"Siapa lo, gue tanya sama ivan bukan sama lo" ucap atria sinis


"Jangan tanya ivan saat keadaan dia kaya gini, plis gak usah cari dulu masalah" ucap Fany tak kalah sinis


Zahra tersenyum "kalo gak mau di tanya ya kalian lebih baik pulang" ucap zahra pelan menundukan kepalanya berharap air mata yang keluar tidak akan terlihat oleh mereka karna terhalang oleh rambut zahra


Ivan menatap zahra merasa bersalah, ia mengelas nafas beratnya, lalu menghampiri zahra


Ivan menyentuh dagu zahra lalu mengangkatnya pelan, ia menatap mata zahra yang siap mengeluarkan permata indah yang seharusnya tak keluar hanya karna diri nya


"Maafin aku, aku gak maksud kaya gitu" ucap ivan pelan mengusap air mata zahra pelan


Zahra menepis tangan ivan dengan kasar


"Gak usah so peduli" ucap zahra ketus

__ADS_1


"Lebih baik kita pergi van" ucap Fany menarik tangan ivan kasar


"Tapi....


"Gak ada tapi tapian" ucap Fany galak dan ivan hanya menurut


Sebelum pergi ivan sempat menatap mata atria dengan rasa bersalah


Elfi memeluk zahra mencoba menguatkan sahabat nya itu


"Gue yakin ivan gak kaya yang lo liat tadi" bisik elfi


"Gue mau minta penjelasan sama ivan" ucap farel dan fauzy secara bersamaan


Farel dan fauzy saling menatap lalu mereka mengalihkan pandangannya pada kekasihnya


"Bukan waktunya" ucap zahra


"Nanti saja" sambung elfi


"Yaudah"


Sudah 3 hari riki tak sadarkan diri dan sudah 2 hari atria juga ikut di rawat karna penyakit Asam Lambung nya yang naik


Dan sekarang mau tak mau ia harus makan dan juga minum di tambah ia harus meminum obat yang di minum 2 kali sehari dan obatnya itu berjumlah 5 jenis obat


Dan dalam satu hari ia harus meminum 10 butir obat


Atria dan Riki di satu kamarkan, sengaja supaya mengurus atria dan riki tidak repot dan itupun atas permintaan atria juga


Sudah 3 hari riki tak sadarkan diri dan sejak itu juga ivan tidak pernah menjenguk riki ntahlah ia lari dari tanggung jawab mengurus riki karna riki seperti ini penyebab ivan apa ada keperluan lain


Dan sudah 3 hari juga zahra irit bicara, ada bicara bila ia perlu dan bila di tanya


"Atria benci ada di sini" ucap Atria lirih


Rita memeluk Atri "cepet sembuh makanya tri doain kak riki cepet sadar" ucap Rita


"Gue udah sembuh ko tolong panggil dokter gue mau selang infusan ini di copot" ucap Atria


"Tapi....

__ADS_1


"Gak ada tapi tapian cepetan" Teriak atria


"Oke oke tenang Atri" ucap Farel menenangkan Atria


"Kak riki kapan lo sadar? Gue kangen sama lo kak, papa juga gak kunjung datang padahal gue udah kasih tau dia" ucap atria lirih menggenggam tangan Riki yang tidak terkena selang infus


"Atri Sayang lo kak, kalo lo juga sayang gue bangun plis" ucap Atria yang mulai terisak


"Lo wanita kuat ko tri" ucap Fauzy mengelus punggung atria mencoba menguatkan


"Kalian udah temuin ka ivan?" Tanya Atri


Farel dan fauzy menggeleng kita udah ke sono cuman ivan nya gak ada dan no nya gak aktif


"Emmm zahra" ucap Atria berjalan menghampiri zahra


"Gue yakin kak ivan gk kaya yang lo fikir waktu itu" Ucap Atri duduk di samping Zahra dan merangkulnya


Zahra tersenyum "Gue gak akan bisa dapet penjelasan yang bener kalo ka riki belum sadar" ucap Zahra "kalo mereka sampai berantem gue yakin pasti ada sesuatu" Tambah Zahra


Ivan pop


Ia menatap Air ombak yang di hadapannya hatinya merasa tidak enak teman nya riki sedang sakit sedangkan dia berlibur


Oh ini sangat payah ia bersenang-senang di atas penderitaan orang lain


Ya ivan pergi berlibur ke pantai bersama Fany ya hanya berdua


"Fany kita pulang aja yu" Ajak ivan pada Fany


"Gak mau gue masih mau di sini" ucap Fany memeluk ivan manja


"Tapi fan...


"Gak ada tapi ivan, kamu cinta sama aku kan? Kalo kamu cinta ikutin apa mau aku dan putusin tuh si Zahra yang so cantik" ucap Fany memotong ucapan ivan


"Fany,tolong ngerti aku emang cinta sama kamu tapi posisi aku lagi kaya gini" ucap ivan pelan berharap Fany akan luluh jika ia berkata seperti orang lelah


"Aku cinta sama kamu ivan makanya aku ngajak berlibur supaya otak kamu tentang" ucap Fany kekeh


"Yaudah iya iya" ucap ivan ngalah

__ADS_1


"Makasih sayang" ucap Fany menggenggam tangan Ivan erat


"Hmm" ivan hanya tersenyum


__ADS_2