
Semakin kalab saja,deon memelototi bi Ijah yang ada di hadapannya.Meminta penjelasan tentang tanaman yang di beli di Lembang bersama Alifa.Kini telah mati,tak ada yang berhasil tumbuh.
"Siapa yang bertanggung jawab atas perawatan bunga dan tanaman disini".Sentak Deon menggelegar,tak kuasa menahan amarahnya.Bi Ijah semakin menundukkan kepalanya,takut memandang wajah sang tuannya di saat sedang murka seperti ini.
Mommy danita yang mendengar teriakkan marah Deon yang bersumber dari arah taman itu segera berlari menuju sumber keributan."Ada apa ini?".
"Siapa yang bertanggung jawab mengurus bunga dan tanaman disini?".Deon mengulang pertanyaan nya lagi,kali ini lebih keras dari sebelumnya.
"Kamu kenapa?".Mommy danita jelas tak paham mengapa sang putra bertanya tentang urusan yang tak penting.Malah terlihat emosi.
"Kenapa?".Deon tersenyum sinis,tak biasanya dia begitu emosi kepada Mommy nya."Apa mommy tau,siapa yang mengurus bunga mawar dan pohon jeruk itu?".
"Tentu mommy yang merawat nya".Jelas mommy danita,tak paham dengan pemikiran sang putra.
"Apa mommya tidak merawat bunga itu?".
"Mommy rawat,tapi akhir-akhir ini mommy sangat sibuk nak.Hingga,tak punya waktu untuk merawat tanaman yang ada disini".Jelas mommy danita.
__ADS_1
"Kenapa mommy tidak menyuruh tukang kebun atau bi Ijah yang merawatnya?".Emosi begitu menguasai diri Deon,tak habis pikir dengan sang mommy.
"Sebab itu bukan kewajiban mereka?".
"Aku membayar mereka buat kerja mom,bukan untuk bersantai ria". Sentak Deon,tak lagi bisa bersabar dengan alasan sepele yang di lontarkan oleh Mommy nya.
Deon,memunggut batang pohon mawar itu, mengamatinya dengan teliti.Seakan, tengah merasakan apa yang di rasakan oleh Alifa.Kini dia paham maksud dari tulisan Alifa yang terselip sindiran baginya.
"Bunga ini adalah bunga favorit dia mom.Seharusnya mommy menjaganya,bukan membiarkan dia layu dan pada akhirnya Mati dengan sendirinya".
Di pandang nya sang mommy,ada rasa nyeri di hatinya."Bunga ini adalah lambang dari perasaan nya yang kian tumbuh bersama dengan tumbuhnya tanaman bunga ini.Tapi,yang terjadi adalah,bunga itu di biarkan layu.Selayu perasaan nya padaku".Jelas Deon, menggambarkan perasaan cinta Alifa.
"Iya,dia kekasihnya.Lebih, tepatnya calon".Bukan Deon yang menjawab, melainkan Samantha.
Deon dan mommy danita begitu terkejut dengan kehadiran Samantha di kediaman nya.
"Maksud mu apa?".Tanya mommy danita,menghampiri Samantha.
__ADS_1
"Dia Alifa,mom.Asisten sekaligus sekertaris Deon.Wanita yang di cintai Deon dalam diamnya Begitu pun dengan Alifa.Tapi,sayang Deon malah memilih aku".Jelas Samantha membeberkan fakta yang baru di ketahui nya.
"Apakah itu benar,Deon Artama?".Kini mommy danita lah yang tersulut emosi.
"Jangan sok tau kamu, Samantha.Kamu tidak tau apa yang aku alami,bahkan kau pun juga tak tau dengan perasaan ku".
"Aku tau".Gertak Samantha,tak mau di salahkan."Aku tau perasaan mu dan hati mu hanya untuk Alifa seorang.Aku hanya di jadikan alat pelarian kamu saja.Saat kamu tak yakin dengan perasaan mu pada Alifa.Aku lah yang menjadi tumbal mu".Ucap Samantha sambil terisak,ada rasa nyeri di hatinya saat mengetahui fakta sebenarnya.
"Kamu tau,tapi kamu memilih bertahan.Kenapa?".
"Karena aku cinta".Akunya jujur.
"CK,omong kosong dengan cinta".Deon memandang jijik,samantha.
Deon memilih untuk pergi meninggalkan taman tersebut,tak ingin lagi berdebat banyak hal tentang cinta.Meninggalkan samantha yang terisak di pelukan mommy danita yang merangkulnya penuh rasa prihatin.
"Maafkan perlakuan Deon yang,Samantha".Mommy danita mengelus punggung Samantha,memberikan kekuatan pada wanita rapuh itu.
__ADS_1
Hanya anggukan kepala sebagai jawaban, rasa-rasanya tak kuasa berkata di tengah gemuruh yang memuncak di hatinya.
....