Cinta Datang Terlambat

Cinta Datang Terlambat
Part 66


__ADS_3

Alifa merogoh kantung celananya,mengambil benda pipih itu yang sedari tadi terus bergetar."Ngapain nih orang ganggu acara libur orang aja".Gerutu Alifa.


Yah,si penelpon itu adalah Akmal.Sedari dia menginjakkan kaki di cafe, pandangan nya terus mencari keberadaan Alifa.Dongkol dalam hati saat mengetahui Alifa tak masuk.


Di biarkan nya ponsel itu terus bergetar,tak berniat untuk mengangkat."Lagian dia dapet nomer aku darimana?".Alifa bertanya -tanya sendiri,sambil jalan.


Di tempat berbeda,Akmal tengah memandang layar ponselnya berharap Alifa mengangkat panggilan.Tapi, sampai sekarang tak kunjung di angkat.Akmal meremas benda pipih itu,melemparnya hingga hancur.


Emosi menguasai dirinya sendiri."Astaghfirullah,sabar Akmal sabar".Ucap Akmal, menasehati dirinya sendiri yang terlanjur emosi akibat ulah Alifa.


"Alifa,kamu benar-benar menguji kesabaran ku".Akmal mencengkram tangganya.Kali ini dia tak bisa lagi terus bersabar,mengalah pada orang yang salah.


Bagaimana Akmal tak emosi,saat perjuangan dan kebaikannya malah tak di hargai.Beberapa kali dia mengorbankan segalanya hanya untuk orang yang tak mau sedikitpun menghargai usaha orang lain.


Akmal memang tidak secara gamblang menyatakan rasa cintanya pada Alifa.Hanya rasa kagum dan penasaran yang mendorong Akmal untuk mencarinya.Tak bisa di bohongi perasaan yang awalnya hanya sebatas penasaran saja, lama-kelamaan rasa itu mulai berubah.


Ada getaran dalam jiwanya saat berada di dekat Alifa.Seperti hubungan Alifa dan Deon yang sama-sama mencintai tapi sayangnya terlambat hingga memaksa mereka untuk menjauh.Seperti itu pula perasaan akmal pada Alifa.


Semakin kesini kebenaran itu mulai terungkap, Alifa seorang putri konglomerat terpaksa harus banting tulang di tengah kerasnya kehidupan ternyata menyimpan penderitaan seorang diri.Kepusannya menjadi seorang mualaf, membuat dia kehilangan segalanya dan bahkan harus kembali berjuang dari nol.


"Kamu bisa lari sejauh mungkin tapi ku pastikan aku akan menemukan mu kembali".Ucap janji Akmal yang terucap begitu saja

__ADS_1


Akmal duduk di kursi singgasana,bersiap untuk menerima laporan dari asistennya.Menyalakan laptopnya, memeriksa email-nya barang kali ada pesan masuk atau hanya notice saja dari beberapa kolega bisnis yang ingin melakukan kerjasama dan banyak hal lainnya.


Diantara pesan yang masuk ke email terdapat notice dari asistennya.Di situ terdapat pesan hasil laporan nya yang ada di Jakarta.


To. :Akmal


From: Brian


Menurut hasil laporan saya,pak Sam memang tengah mencari keberadaan putrinya begitu dia mengetahui Alifa berhenti bekerja di perusahaan Artama Group.Pak Sam mencari putrinya untuk meneruskan kerajaan bisnis keluarga.Itu hasil laporan yang saya dapatkan.


Cepat nyatakan perasaan anda pada Alifa sebelum terlambat dan berakhir bernasib sama seperti Deon .


Akmal meninju meja, emosinya semakin meninggi saja.Pak Sam,selaku ayah kandung benar-benar ayah yang tak berperi kemanusiaan.Setelah mengusir sang putri,membuat sengsara kehidupan nya.Sekarang dengan gampangnya mencari putrinya.Anak semata wayangnya yang akan menjadi penerus kerajaan bisnisnya.


Tak tau malu sekali,begitu pemikiran Akmal tentang pak Sam.Rasa ingin melindunginya lebih mendominasi dari rasa kesalnya sekarang.Berjanji dalam hati untuk selalu melindunginya.


"Ternyata hidup mu lebih keras dari kehidupan ku Alifa".Ucap Akmal, tersenyum getir saat mengingat kembali pertemuan yang tak sengaja nya.


Alifa yang akmal tau adalah wanita yang kuat, wanita mandiri juga sosok wanita pekerja keras itu.Ternyata menyimpan derita yang amat berat.


"Andai aku bisa memiliki mu seutuhnya,akan aku lindungi kamu dengan mengorbankan segenap jiwa raga ku bahkan aku rela mengorbankan nyawa ku hanya untuk kamu.Tapi,apa mungkin hati mu terbuka untuk melihat ketulusan cinta ku terhadap mu?".Ucap akmal, prihatin terhadap kehidupan Alifa.

__ADS_1


.........


Pagi kembali menyapa.Di pagi yang cerah ini seperti biasa Alifa tengah bersiap-siap untuk memulai aktivitasnya.Menjemput rezeki sebagai mana fitrah manusia.Menjemput bukan di tunggu.


Bermodalkan jalan kaki,Alifa sudah sampai di tempat kerjanya.Yakni cafe A and A.Bergati pakaian dengan pakaian kerjanya sebelum memulai aktivitas.


" Hi Al, gimana liburan kamu kemarin?".Tanya Fahri, sekarang Alifa sudah berada di dapur.


"Hmmmm".Jawab Alifa,malas


"Al,kamu di panggil pak Akmal ke ruangannya".Teriak Marsha, sengaja berteriak lantang karena terdorong emosi.


"Ada apa?.Tanya Alifa sopan.


"Gak tau,tanya aja sendiri ". Sahutnya ketus.


Alifa mengelus dada,rasa sedih dan shock bercampur menjadi satu.Selalu seperti itu kelakuan mereka selama Alifa bekerja di cafe itu


"Sabar yah,Al.Mereka memang suka begitu.Kuat yah Al".Fahri menepuk punggung Alifa, memberikan semangatnya agar tak mudah sakit hati.


"It's ok gak papa.Aku sudah biasa ini ".Balas Alifa, menoleh kearah Fahri.Senyuman palsunya dia tunjukkan agar Fahri tak mengetahui isi hatinya.

__ADS_1


__ADS_2