
selangkah demi selangkah,Alifa ayunkan untuk menuju ruangan Akmal.Meski berat tapi tetap harus dia lakukan.Menahan rasa sakit di hatinya dia mengetuk pintu itu dengan lemah.
"Masuk".Teriak akmal dari dalam, mempersilahkan Alifa untuk masuk.
Alifa tak langsung memasuki ruangan,menenangkan diri terlebih dahulu.Menguatkan hati untuk menerima segala bentakan.
"Huh, bismillah kuat harus kuat".Ucap Alifa melantunkan do'a sebelum melangkah masuk.
Krek
Suara pintu terbuka,begitu nyaring terdengar.Membuyarkan lamunan Akmal.
"Kenapa lama sekali?,hah".Teriak Akmal menyambut kedatangan Alifa.
"Maaf pak".Ucap Alifa,pelan.
__ADS_1
"Kenapa?,ada masalah apa kamu di rumah?,apa tidak bisa masalah rumah tidak di bawa-bawa ke dalam pekerjaan?,apa tidak bisa kamu fokus kerja untuk sehari ini?,ada masalah apa hingga kamu teledor".Teriak Akmal kalap,terdorong oleh emosinya sendiri.Tak sadar ucapan nya telah melukai hati Alifa.
Alifa menelan saliva dengan susah payah,teriak bentakan itu seakan telah menjatuhkan mentalnya.Sekali lagi menghunus hatinya yang mudah rapuh.
Alifa tak sanggup menahan rasa sakit yang amat kentara itu.Lelehan air mata tanpa permisi jatuh di pipinya begitu saja.Sesuatu yang sudah dia tahan,lolos begitu saja.
"Maaf".Ucap Alifa di sela-sela sedu sedannya.
Akmal mengatur napasnya,mencoba meredam amarah yang tanpa sengaja keluar.
Yah,wajar Alifa menangis saat di bentak.Wanita mana yang kuat menahan rasa sakit saat di bentak oleh laki-laki.Sekuat apapun dia,tetap akan merasakan sakit.
Akmal tak bisa berbuat apa-apa,ingin rasanya dia memeluk tubuh ringkih itu, memberikan ketenangan pada sosok rapuh itu Tapi,itu tentu tidak mungkin dia lakukan.
Sebisa mungkin,Akmal menahan diri untuk memeluk tubuh Alifa."Jangan cengeng jadi orang.Dasar lemah".Hardik Akmal,tak peduli.
__ADS_1
Alifa semakin menundukkan kepalanya,tak kuat menahan rasa sakit ini.Belum lagi hinaan yang begitu amat menyakitkan.Dulu dia kira,Akmal berbeda dari laki-laki lain.Tapi, ternyata sama aja.
Pilu di dalam hati semakin nyata.Tiga laki-laki yang di hadirkan ke dalam hidupnya ternyata hanya membuatnya sakit hati.
"Alifa,jika memang ada masalah,kamu bisa berbagi dengan ku,atau kalau kamu segan kamu bisa berbagi dengan teman-teman mu.Jangan di simpan sendirian.Ada beberapa masalah yang bisa kamu hadapi sendiri,ada pula masalah yang harus kamu bagi.Belsjarlah untuk membagi masalah mu itu dengan orang lain".Ucap Akmal, menasehati Alifa dengan lemah lembut tak lagi berucap kasar.
Selangkah demi selangkah,Akmal melangkah mendekati Alifa."Berbagi lah jangan di simpan sendirian.Kamu tidak hidup sendiri,ingat masih ada orang lain yang peduli dengan penderitaan mu".Peringat Akmal,lemah lembut.
Di usapnya punggung Alifa."Ingat seberat apapun masalahmu berbagi lah.Kalau kamu malu.Maka,berkeluh kesah lah pada sang pencipta.Allah SWT adalah sebaik-baik tempat kamu berkeluh kesah,tentu rahasia mu juga akan terjamin aman". Hati-hati sekali Akmal mengucapkan sepatah demi sepatah agar tak menyinggung perasaan Alifa yang sensitif.
"Alifa,aku tau kamu punya banyak beban masalah.Hadapilah Alifa,bukan berlari.Hidup itu perjalanan bukan pelarian ".Tak henti-hentinya Akmal menasehati Alifa.Berharap Isak tangisnya berhenti.
Tapi, nyatanya tidak.Alifa semakin mengeraskan Isak tangisnya.Hingga tubuhnya melorot ke bawah,tak kuat menahan beban yang bertahun-tahun di tanggung ya sendiri.Belum lagi dia sempat di bentak.Semakin, terluka hatinya.
Karena tak tahan melihat tangisan Alifa yang terdengar pilu,reflek Akmal memeluk tubuh rapuh itu yang menyimpan banyak masalah.Menyimpan erat-erat rasa sakit itu sendiri selama bertahun-tahun.
__ADS_1
Rasa sakit di hati Alifa,dapat Akmal rasakan.Wanita yang ia cintai,menangis pilu di hadapannya dan dengan tega pula Akmal membentak Alifa yang seharusnya menjadi pelindung dan tempat berkeluh kesah.Bukan,malah menambah luka hatinya.