
Mommy danita menenangkan Samantha yang terisak menangisi nasib cintanya.Dia kira dengan kepergian Alifa itu akan membuat Deon menjadi miliknya,seutuhnya.Tanpa,ada bayang-bayang Alifa di dalam hubungannya yang di awali dengan perjodohan itu.
Memang Samantha dari awal sudah mengetahui perihal perasaan Deon untuk Alifa,pun sebaliknya.Alifa menyimpan rasa pada Deon.Hanya,Samantha tak tau apa yang menyebabkan Deon menerima perjodohan yang di lakukan oleh Daddy mereka.Hanya,satu yang ia ketahui.Bahwa dia benar-benar telah jatuh cinta kepada seorang Deon.
"Sudahlah Samantha,ini bukan waktunya kamu menangisi hal yang tak penting.Bangkit,berjuang dan buktikan pada Deon.Bahwa kamu memang wanita yang pantas untuk bersanding dengannya".Bujuk rayu mommy danita lakukan untuk menghentikan tangisan Samantha.
"Bagaimana aku bisa berjuang.Jika,yang ku ajak berjuang,malah memikirkan orang lain.Bunga ku telah layu sebelum mekar.Begitu pun cinta ku.Telah patah sebelum berjuang".Semakin deras saja tangisan Samantha.
Mommy danita menggaruk tengkuknya yang tidak gatal,semakin bingung saja dia di buatnya.Harus dengan cara apalagi mommy danita membujuk Samantha agar tak menangis terus.
Mommy danita menangkub wajah samantha,menegakkan dahi Samantha agar menatap nya."Dengar nak,ada banyak cara yang bisa kamu lakukan untuk merebut hati Deon".
__ADS_1
"Caranya?".Sahut Samantha, penasaran.Dia menghapus air mata yang sejak tadi terus keluar tanpa mau berhenti.
"Dekati dia dan yakinkan hatinya.Buat dia lupa dengan kehadiran sosok wanita yang dia sebut Alifa".Mommy danita memang tak tau siapa itu Alifa.Yang dia tau bagaimana caranya Deon bisa menerima Samantha dengan sepenuh hatinya.
Samantha menatap mommy danita,mencari kebenaran atas kata-katanya,bukan perkara mudah Tapi,apa salahnya dia mencoba."Aku tidak tau,cara itu bisa membuat Deon bertekuk lutut di hadapan ku atau malah sebaliknya.Tapi,akan aku coba".
"Bagus,memang itu yang harus kamu lakukan.Mari kita lakukan bersama"Mommy danita tersenyum puas,sebab ide nya berhasil juga.
Hanya dengan cara itu membuat emosi deon, sedikit berkurang.Tak ada yang bisa dia mintai pendapat,bukan tak ada teman.Hanya tak ingin privasinya di ketahui oleh orang lain.Lebih memilih melampiaskan amarahnya dengan menghancurkan perabotan.Tidak dengan alkohol atau bermain wanita.
Sejak dulu memang deon suka melampiaskan marahnya pada perabotan.Agar tak ada yang merasa di rugikan,termasuk dirinya.Biarkan hanya perabotan itu saja yang menjadi sasaran kemarahannya.
__ADS_1
"Arghhhh,Alifa kenapa kau lakukan itu padaku?,aku tidak pernah menyakitimu,tapi kenapa kamu tega melakukan nya padaku?".Teriak frustasi Deon,tak sadar bahwa dirinya lah yang menyebabkan Alifa pergi menjauh dari kehidupannya.
Setelah puas melampiaskan amarahnya,Deon memerintahkan bi ijem untuk membersihkan kamarnya yang berantakan akibat ulahnya sendiri.
"BI,bersihkan kamarku,harus bersih seperti semula.Kalau perlu bersihkan hati dan pikiran ku sekalian".Perintah Deon pada bi ijem.
"Bersihkan hati dan pikiran dari apa emangnya den?,Celetuk bi ijem sambil membawa baki dan sapu.
Deon memelototi bi ijem yang bukannya segera melaksanakan perintahnya,malah banyak bertanya.Sedangkan yang di pelototi tertunduk takut.
"Kerjakan saja,tak usah banyak bicara".Sentak Deon dengan tegas.
__ADS_1
"Baik den".Bi ijem langsung berlari terbirit-birit,tak ingin mendapatkan pelototan dari Deon.