Cinta Datang Terlambat

Cinta Datang Terlambat
Part 104


__ADS_3

Betapa terkejutnya Alifa saat di hadapannya ada Akmal dan Brian,sama terkejut nya dengan Alifa."Akmal!".Seru Alifa,menata tak percaya.


"Eh Alifa".Akmal jadi salah tingkah di buatnya karena dia ketahuan telah menguntit Alifa.


"Ehem".Mr.smith berdehem,mengalihkan perhatian Alifa dan Akmal."Kau mengikuti putri ku?".Tanya mr.smith tak terkejut sama sekali dengan kedatangan Akmal.


"Iya mr.kami mengikuti Alifa.Tuan saya sangat khawatir dengan keadaan Alifa".Jawab Brian,sedari tadi dia geram dengan tingkah laku tuannya itu.


Mr.smith mengerutkan dahi,heran dengan rasa khawatir yang berlebihan dari CEO muda ini."Anda lihat,putri ku baik-baik saja.Tak kurang satu apapun lagian kalian gak usah mencemaskan putri ku.Dia aman bersamaku".Ucap mr.smith.


Akmal semakin salah tingkah di buatnya, rasa malu tak tertahankan karena kecurigaan nya yang tak mendasar itu mendorong Akmal untuk nekad membuntuti Alifa bersama dengan Brian.


Alifa dan mr.smith sudah berbaikan, fakta-fakta yang sebelumnya tidak di Ketahui Alifa pada malam ini mr.smith sendiri yang mengungkapkan semua fakta itu tanpa perantara,tanpa settingan,tak di lebihi juga tak ada yang kurang.Semua di ungkapkan nya agar Alifa tak lagi menaruh dendam padanya.Apalagi Alifa adalah penerus kepemimpinan dari kerajaan bisnisnya.


.....


Alifa yang masih merasa canggung bila berada dekat dengan ayahnya apalagi mereka pernah berseteru dan terpisah lama itu lebih memilih pulang bersama Akmal dan Brian.

__ADS_1


"Maaf Alifa,aku membuntuti mu".Kata Akmal,berkata dengan canggung nya.


"Gak papa aku yang seharusnya minta maaf karena aku tidak melibatkan mu dalam urusan ini.Padahal kamu lah yang membantuku selama ini_".Alif menjeda ucapannya,menatap raut tampan Akmal yang sekarang ketampanannya terlihat begitu jelas."Aku takut kamu akan menentangnya seperti waktu itu.Maaf".Ucap Alifa,penuh dengan sesal.


Akmal menggenggam tangan Alifa,menyalurkan energi positif."It's ok,yang penting kamu sudah berbaikan dengan ayah kandung mu sendiri.Kamu udah melakukan nego".Tanya Akmal, menggenggam lebih erat tangan Alifa.


"Maksud?". Tanya Alifa,tak mengerti dengan pertanyaan Akmal.


"Negosiasi yang paling baik adalah memaafkan orang tua mu dengan tidak menyakiti hatinya sedikitpun".Jelas Akmal,melepaskan genggaman tangannya.


Akmal menyentuh puncak kepala Alifa yang terbalut hijab itu."Jangan menyesali apa yang sudah terjadi.Yang terpenting adalah kamu menyadari nya dan memaafkan ayah mu_".


"Tapi,aku telah membenci ayah kandung ku sendiri bahkan telah menghancurkan perusahaan yang telah di bangunan nya dengan susah payah dan dengan pengorbanan serta perjuangan na".Ucap Alifa,menyambar ucapan Akmal.


"Lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali, beruntung kamu mengetahui kebenarannya sebelum terlambat".Jelas Akmal,mengusap lembut lengan Alifa dengan penuh sayang.


"Kebiasaan".Sahut Brian yang tadi diam memperhatikan kemesraan dua sejoli itu di balik kaca spion mobil.

__ADS_1


"Sirik aja".Ucap Akmal dan Alifa serempak,mereka semakin memamerkan kemesraan mereka.Tak di pungkiri oleh Alifa, getaran cinta kembali terdengar saat berdekatan dengan Akmal.


"Huh kacang lupa kulitnya".Celetuk Brian,geram sekali dia melihat kemesraan itu.


Alifa menyandarkan kepala di bahu Akmal,beban hatinya sedikit terangkat.Luka hati itu telah terangkat dengan sempurna, menyisakan kedamaian dalam hati.


"Al".Ucap Akmal.


"Hmmm".Jawab Alifa,malas sekali dia menjawab seruan akmal.


"Bagaimana dengan perusahaan ayah mu yang terancam bangkrut?".Tanya Akmal,teringat pada efek dari rumor yang terlanjur menyebar itu.


"Besok,aku akan melakukan konferensi pers,untuk menyanggah rumor itu sekaligus mengumumkan penerus dari perusahaan Smith group".Jelas Alifa, menceritakan hasil dari kesepakatan Alifa dan mr.smith.


"Oh syukur lah".Ucap Akmal.


Akmal memejamkan mata, mengikuti Alifa yang sejak tadi menutup matanya.Bersiap-siap untuk terjun ke pulau kapuk.Merangkai bunga mimpinya di dalam sana."Good night".Ucap Akmal sembari mencium puncak kepala Alifa.

__ADS_1


__ADS_2