
Alifa bergidik,ngeri saat bisikan itu tepat berada di telinga nya, seluruh bulu kuduknya seakan meremang.
Alifa mencoba mendorong dada bidang Deon agar terlepas dari Kungkungan Deon,tapi tenaganya tak cukup.
"Sudah aku katakan,kamu bukan tandingan ku".
"Sudah tau, tapi tetap nekat melawan wanita.Dimana harga diri mu?".Celetuk Alifa.
Deg
Kata-kata Alifa berhasil meluluh lantahkan jiwanya,dia berkata seakan menginjak-injak harga dirinya.Memang Alifa bukan tandingannya,bukan pula orang yang pantas untuk dia kalahkan.Lagi,ego memaksanya untuk berbuat nekat.
Deon meninju tembok ,tepat di dekat telinga Alifa.Tangan Deon merah agak kebiru-biruan.Sedangkan Alifa, memejamkan matanya.Tak habis pikir dengan tindakan anarkis Deon.Baru kali ini dia melihat sisi gelap dari seorang Deon Artama,pria yang dulu pernah singgah di hatinya.
"Kenapa,kau takut?".Tanya Deon.
Perlahan Alifa membuka matanya."Kau memang benar-benar iblis".Sentak Alifa.
"Yah,aku iblis karena mu.Aku menjadi gila karena cinta ku padamu,aku menjadi seperti ini karena kau.Aisha Alifa".Gertak Deon,sembari menunjuk-nunjuk wajah Alifa.
__ADS_1
"Aku?".
"Yah,kau.Tidak kau sadari besarnya rasa cinta ku?,tidak kah kamu memahami perasaan ku?,tidak kah kamu mengerti juga?,kalau begitu siapa di sini yang lebih jahat?".Tanya Deon berapi-api.
Jleb
Tak pernah Alifa sangka,bahwa Deon bersikap seperti ini karena ulahnya.Karena rasa sakit hatinya padanya, seharusnya yang berkata seperti itu adalah dia bukan Deon.
Alifa memegang kepalanya sendiri,pusing dengan semua yang terjadi.Deon bersikap seperti dirinya saja yang terluka, padahal dia sendiri yang menorehkan luka di hati alifa.Dia lah yang membuat Alifa pergi menjauh tanpa berpamitan terlebih dahulu.
Sekarang, setelah dia resmi dipersunting oleh orang lain, seenaknya saja dia kembali dan berteriak bahwa dialah yang paling menderita disini,lupa siapa yang lebih dulu menorehkan luka.
"Aku menjauh agar kamu tidak terlibat dalam masalah keluarga ku.Aku menjauh agar kau merasa tenang_".
"Tenang?,bahkan kau memaksa ku untuk pergi menjauh dari mu.Kau egois".Sahut Alifa, menyanggah ucapan Deon.
"Al".Panggil Deon,mencoba untuk mendekat kearah Alifa.
"Diam di tempat mu".Sentak Alifa,menginterupsi langkah kaki Deon.
__ADS_1
"Aku ingin menjelaskan kesalah pahaman ini?".
"Jelaskan yang mana?,semua sudah terlambat,kau bukan lagi apa-apa bagi ku".Gertak Alifa."Percuma kau datang sekarang,tidak akan merubah kenyataan.Belajar lah menerima semuanya ".Ucap Alifa lagi.
Deon terdiam mendengar perkataan Alifa,memang ada benarnya dia tak lagi bisa memperjuangkan Alifa yang sudah menjadi milik orang lain.
Saat Deon dan Alifa,tengah terlibat perdebatan.Akmal,mr.smith dan juga bodyguard,mendobrak paksa pintu yang terkunci rapat dari dalam.
"Sulit sekali".Keluh akmal.
Yah, akmal juga ikut membantu mendobrak paksa pintu ruangan tempat Alifa dan Deon berada.Dia tak habis pikir dengan tingkah laku Deon yang berubah menjadi sadis dan kalap.
Setaunya Deon adalah laki-laki yang tak pernah menggunakan kekerasan apalagi kepada perempuan.
Lagi akmal tak putus asa untuk mendobrak paksa pintu itu dengan sekuat tenaga.Dan akhirnya pintu itu terbuka dengan sempurna setelah percobaan beberapa kali.
Akmal berlari sekuat tenaga untuk mencari istrinya."Alifa".Teriak akmal.
"Akmal".Gumam Alifa, sembari berlari kearah sumber suara.
__ADS_1