
"Gue harus sekolah aja" ucap atria mengambil handuk lalu masuk kamar mandi
Jam menunjukkan pukul 6:45 dan atria baru berangkat
"Buset dah pasti neng telat aduh aduh kumaha ie (aduh aduh gimana ini)" ucap atria sambil menalikan tali sepatu nya
Atria berlari keluar dengan tergesa-gesa baru saja atria sampai gerbang "Astagfirullah" ucap atria sambil menepok jidatnya "pintu belum di tutup ternyata" ucapnya "Dasar udah tau lagi darurat masih aja ada gangguan ii" dumel atria
"Ayo dong pak buka gerbang nya masa bapak tega sama neng yang cantik ini" bujuk atria
Ya atria telat 15 menit ia berlari dari rumahnya sambil mencari angkot, taxi, ojek tapi hasilnya nihil tidak ada satupun mereka lewat sue memang:v
"Aduh neng maaf bukan bapak tidak mau membuka gerbangnya tohh ini tugas bapak sebagai satpam nanti kalo neng di masukin tanpa Ada izin bapak bisa di pecat atuh" ucap pak jayen
Pak jayen adalah satpam sekolah atria dia telah 5 tahun menjadi satpam disini jadi wajar masih takut takut masukin anak terlambat tohh dia masih baru dan belum terlalu lama
"Yahh ayolah" ucap atria membujuk sekali lagi sambil mengeluarkan jurus andalannya
"Aduhh neng gimana ya" ucap pak jayen
Seseorang berjalan di lorong sekolah ia melihat ke arah gerbang ya tentunya siapa lagi kalo bukan kepada dua sosok yaitu atria dan pak jayen
"Selamat pagi pak" sapa orang itu pada pak jayen sopan
"Eh pagi zal" jawab pak jayen tersenyum
"Siapa pak?" Tanya orang itu sambil menunjuk atria dan memperhatikan dari bawah sampai atas "cantik" batin nya
"Dia peserta mos zal"
"Telat?" Tanya nya
"Iyaa"
"Yaudah buka aja gerbangnya pak,kasian baru masuk" ucap orang itu
"Tapi....
"Buka pak buka kan udah di suruh nanti kalo ada apa apa kakak ganteng ini pasti tanggung jawab pak, iya kan kak ganteng?" Teriak atria sambil mengedipkan mata kirinya pada sosok lelaki tampan itu
Orang itu tersenyum lalu mengangguk "lucu juga" batinnya
"Ya sudah tapi den tanggung jawab ya" ucap pak jayen sambil membukakan gerbang
"Iyaa iyaa"
"Makasih pak" ucap atria ramah
__ADS_1
"Yaudah yuk kak" ucap atria menarik tangan orang itu cepat lalu menggandeng nya
Lagi lagi orang itu tersenyum melihat tingkah atria
Nyaman itu yang cowok itu rasa
"Kak" panggil atria
"Eh iya?"
"Emm lo gak masuk?" Tanya atri menatap wajah cowok tampan itu
Cowok itu menggeleng
"Kenapa?" Tanya atria kepoo
"Gurunya gak bisa masuk" ucap cowok itu sambil menatap tangan kanan atria yang mengandeng tangan kirinya
Atria mengangguk tanda mengerti
"Btw masuk kelas mana?"
"Kenapa?"
"Ya gue anter"
Orang itu mengangguk "Nama lo siapa?" Tanya orang itu
"Nama gue atria kak, gue cewek tercantik di Indonesia, terlucu di korea, termanis di Perancis,terhebat di jepang" ucap atria
"Kalo nama lo" ucap atria menatap wajah tampan itu sebentar lalu kembali fokus ke depan
Laki laki itu terkekeh, ini kali ke dua dia menemukan wanita seperti atria setelah cinta pertamanya itu
"Nama gue rizal, gue kelas 11 ipa 3" ucap rizal
"Salam kenal kakak" ucap atria
"Iyaa" ucap rizal mempererat genggaman mereka
"Eh" kaget atria reflek melepas genggamnya
"Sorry kak" ucap atria pelan lalu menunduk malu "malu malu gue aaaa tapi kenapa ya gue ngerasa nyaman banget di samping kak rizal Nyaman nya sama seperti ia bersama kak riki" batin atria
"Gapapa, jadi kantin gak?" Tanya rizal
"Jadi kak ikut?" Tanya atri
__ADS_1
Rizal mengangguk
Kringgggggg bel tanda istirahat berbunyi
"Heh ki napa lo diem diem bae" Tanya viky sambil menepuk nepuk punggung riki
"Heh anjir ngagetin aja lo" ucap riki menjitak kepala viky pelan
"Hehe Sorry Sorry napa lo?" Tanya viky , riki menggeleng
"Ah gue tebak pasti sepi gak ada atria kan" Tanya viky sambil tersenyum sinis
Riki mengangguk " hidup gue sepi tanpa dia ky ya mungkin udah terbiasa hidup cuman berdua" ucap riki pelan sambil memainkan hp milik nya
"Kantin yo ah" ucap viky mengalihkan pembicaraan
"Duluan aja"
"Gue yakin men atria gk suka kalo lo kaya gini" ucap viky
"Rikiiiii" teriak regin
"Iyaa?" Jawab riki setelah regin berada di hadapannya
"Kantin yu" ucap regin lalu tersenyum
"Bareng viky gihh gue lagi gak mau" ucap riki berdiri lalu meninggalkan viky dan regin berdua
"Kenapa dia?" Tanya regin pada viky
"Ntahlah gue juga gak tau, mungkin gara gara atria gak sekolah"
"Atria gak sekolah?" Tanya regin
"Engga"
"Kenapa?"
"Sakit"
Regin mengangguk
"Kantin yu ah" ucap viky menarik tangan regin lembut, regin mengangguk
"Gue rasa gak ada gunanya gue berharap sama orang yang belum tentu harapin gue" batin regin sambil menatap viky
Next or stop?
__ADS_1