
Mommy danita yang seperti biasa, selalu memperhatikan Deon.Sejak tadi memang tengah memperhatikan Deon,di balik semak-semak, hatinya teriris sembilu, merasakan sakit yang di derita oleh putra satu-satunya ini.Deon yang sejak kecil selalu menderita akibat keegoisan orang tuanya,terlebih oleh kelakuan daddy nya sendiri.
Perselingkuhan yang di lakukan oleh daddy David sering lah terjadi dan menodai bahtera rumah tangganya.Hingga,anak sendiri pun harus menjadi korbannya.Seperti saat ini,Deon harus mengorbankan cintanya hanya demi kebahagiaan mommy nya,menggadaikan cinta atas nama kebahagiaan.Lupa,jika diri sendiri juga butuh cinta dan kasih sayang.
Puncak dari rasa sakit Deon adalah dia harus mengorbankan cintanya, dan merelakan dirinya menjadi tameng keluarga.
Hati ibu mana,yang tak merasa sakit?,saat putranya sering meneteskan air mata dalam diam nya, menjadikan diri sendiri sebagai pelindung, berusaha kuat meski hatinya rapuh.
Hari ini mommy danita harus kembali melihat putranya, meneteskan air mata untuk seseorang yang di paksa untuk mengakhiri kisah cintanya.Merenggut kebahagiaan dari orang yang tak salah dan menyeretnya dalam permasalahan keluarga.
"Kejar lah,jika memang kamu mencintai nya.Perjuangan,apa yang sepantasnya kamu perjuangan".Ucap mommy danita.
Deon menoleh kearah mommy danita,memegang tangannya."Sudah terlambat mom".Sahut Deon.
Mommy danita, berjongkok.Mensejajarkan diri dari posisi duduk Deon."Tak ada yang terlambat,toh dia juga belum menikah".Ucap mommy danita,mengulas senyuman manisnya.
__ADS_1
Deon,memandang kearah mommy danita, mengerutkan keningnya."Emang nya kenapa?".
"Sebelum janur kuning melengkung,dia masih milik orang lain".Jelas mommy danita, berdiri dari duduknya.
"Maksud mommy?. Tanya deon.
"Kenapa kamu tidak mengerti juga?". Mommy danita memandang ke sembarang arah,jengah menghadapi putranya yang tiba-tiba lelet.
"Maksud mommy apa?".Tanya ulang Deon,l.
"Dia belum terikat oleh ikatan apapun dengan demikian kamu masih punya kesempatan untuk merebut hatinya".
"Tak mudah,bila kamu tak mau berusaha.Jika kamu merasa hebat,buktikan.Jangan hanya duduk diam, meratapi nasib cinta mu".Sahut mommy danita.
"Tau apa mommy tentang cinta?".Tanya Deon.Menggertak mommy nya sendiri,bahkan sampai dia berdiri, seakan menantang.
__ADS_1
"Kejar dan perjuangkan,apa kamu mau mommy jodohkan lagi?".Tanya mommy danita,balas menggertak Deon.
"Mohon maaf,apa anda tidak berkaca dengan kasus anda sendiri?".
"Justru itu,aku menjodohkan mu karena tak ingin kamu mengalami nasib sama seperti mommy mu ini".Gertak mommy danita.
"Percaya diri sekali anda".
Perbincangan kecil antara ibu dan anak ini,kini telah berubah menjadi perdebatan.Entah apa yang merasuki diri Deon,tapi dia jelas tersinggung dengan ucapan mommy danita tentang Alifa.
Ada rasa tak rela, wanitanya di bandingkan dengan sebuah barang.Di perebutkan tanpa memikirkan perasaanya.Dia memang mencintai Alifa, tapi jika dia harus merebut hati Alifa layaknya sebuah barang.Maka,itu tak mungkin di lakukan oleh Deon.
Mommy danita pun tak mau mengerti dengan perasaan Deon.Dia memang ingin yang terbaik untuk putranya tapi lupa berkaca pada masalah nya sendiri.
Baik Deon maupun mommy danita, mereka berdua sama-sama terdiam.Tak menyangka perbincangan ini akan menjurus pada perdebatan.Terutama mommy danita,dia tak menyangka begitu saja saat dia menyinggung soal Alifa.
__ADS_1
Betapa marah dan kecewanya Deon terhadapnya, apalagi dia memang membandingkan Alifa dengan sebuah barang mainan.
"Apapun yang mommy lakukan?,whatever".Ucap Deon,sembari berlalu pergi.Meninggalkan mommy danita,yang menatapnya sembari melongo.Tak percaya dengan tindakan putranya sendiri.