Cinta Datang Terlambat

Cinta Datang Terlambat
Part 79


__ADS_3

"Nih pak buat bayar bubur si neng ini".Ucap laki-laki itu, menyodorkan uang seharga satu mangkuk bubur lengkap.


"Akmal,kau?".Tanya Alifa,kaget dengan kehadiran Akmal


Yah, laki-laki itu adalah Akmal yang sedari tadi setia membuntuti Alifa.


"Kenapa,kaget yah?".Sahut Akmal,santai.


"Ngapain kamu disini?".


"Gak tau aku juga,mau apa kesini?,mungkin kita berjodoh, hingga alam pun menuntun ku kesini agar bisa bertemu dengan kamu".Kilah Akmal,mencari alasan yang pas agar tak ketahuan oleh Alifa.


"Haha,lucu yah?".Alifa tertawa terpaksa.


"Lah kok ketawa,kalau udah jodoh.Gak ada yang tidak mungkin,ada aja jalannya".


"Masa iya?".Sahut Alifa,tak percaya.


Alifa dan Akmal berjalan beriringan meninggalkan gerai pedagang bubur ayam itu.Bukannya Alifa tak mau menghindar,Alifa sangat ingin menghindari Akmal kalau perlu berlari sekencang-kencangnya.Tapi, tenaganya sudah habis tak bersisa belum lagi dia baru makan bubur.


"So,apa yang kamu lakukan akhir-akhir ini?". Tanya Akmal,memecah keheningan diantara mereka berdua.


"Tak ada".Jawab Alifa di sertai gelengan kepala.


"Why?".


"Sebab,aku ingin menikmati hidup ku tanpa melakukan apapun.Berdiam diri di rumah saja".Jawab Alifa asal.

__ADS_1


"Itu melanggar prinsip hidup mu.Kata mu kamu harus kerja keras, kerja nyata dan kerja cerdas karena kehidupan dunia ini sangat keras.Lalu,kenapa kamu membelot dari prinsip mu itu?".Tanya Akmal mengintrogasi Alifa.


"Lagi proses pemutihan, seperti yang di lakukan para gadis tetangga ku tuh".Jelas Alifa.


"Udah putih glowing juga,pake acara pemutihan segala.Ntar kamu di kira albino lagi".Kelakar Akmal,berusaha mencairkan keadaan.


"Haha,bisa aja".Alifa tertawa lepas mendengar Kelakar akmal.


Ini moment pertama bagi Akmal,melihat Alifa yang tertawa lepas tanpa memikirkan permasalahan hidupnya.Selama mengenal Alifa,Akmal tak pernah melihat Alifa tertawa bahagia, seperti saat ini.


Akmal tak henti-hentinya memandang wajah Alifa,binar bahagia itu terpampang nyata di hadapannya.Alifa yang dia tau menyimpan banyak masalah hidup ini,yang menjadikan Alifa sulit untuk bisa tertawa selepas ini.


"Tertawa lah Alifa.Lepaskan beban hidup mu,kamu juga berhak untuk bahagia sama seperti orang lain".Ucap Akmal.


"Hmmm mungkin".Sahut Alifa,tersenyum kecut.


"Apapun itu masalah nya,seberat apapun masalah nya.Tak ada yang bisa melarang mu untuk tertawa bahagia".


"Lah kok duit?".Tanya Akmal,heran.


"Iya,duit.Uang memang tidak bisa menjamin kebahagiaan.Tapi,tanpa uang jangankan bahagia.Tersenyum juga sulit".Jelas Alifa.


Akmal menganggukkan kepala,mengerti dengan maksud perkataan Alifa.Alifa dan Akmal kini saling terdiam,tak ada lagi yang saling melemparkan candaan.Memilih memperhatikan kendaraan yang banyak berlalu-lalang.


"Aku kayaknya bakal kembali lagi ke jakarta deh".Ucap Alifa,membuka percakapan.


Akmal menoleh ke samping,memandang wajah Alifa dari samping."Kapan?".

__ADS_1


"Nanti sore".


"Kenapa?".


"Mencari kerja".


Akmal mengubah posisinya menjadi berhadapan dengan Alifa."Kamu bisa kerja di restoran ku atau di perusahaan ku yang ada di Jakarta.Tak usah repot-repot mencari kerja".Ucap Akmal memberikan usulan.


"Aku tidak bisa".Tolak Alifa.


"Kenapa?, karena kamu ingin menjalankan misi balas dendam mu tanpa ada campur tangan dari ku?,kalau itu menjadi alasannya,maka aku dengan sukarela membantu misi balas dendam mu itu".Sahut Akmal, meyakinkan Alifa untuk menerima usulan nya.


"Benarkah?".Alifa berteriak kencang, terlalu senang.


"Iya,tapi dengan syarat ".


"Apa?".Sambar Alifa, penasaran.


"Nanti akan aku jelaskan yang penting kamu terima usulan ku apa tidak?".Tanya akmal, lembut.


'Ah selalu ada syarat.Dasar orang kaya, otaknya di penuhi oleh strategi licik yang hanya akan menguntungkan diri sendiri '.Ucap Alifa membatin.


"Woy".Akmal menyentuh pundak Alifa, menyadarkan Alifa dari lamunannya.


"Ok,aku terima".Kata Alifa, lantang.


"Deal".Akmal menyodorkan tangannya kearah Alifa untuk berjabat tangan,tanda setuju."Deal".Ucap Alifa,balas menjabat tangan Akmal.

__ADS_1


Kesepakatan diantara keduanya telah di dapatkan.Kini mereka kembali melanjutkan aktivitas mereka.Pulang menjadi tujuan Alifa untuk dia bersiap-siap mengemasi barangnya untuk kembali ke kota metropolitan itu.


"I'm comeback".Gumam alifa


__ADS_2