Cinta Datang Terlambat

Cinta Datang Terlambat
Part 153


__ADS_3

Deon duduk di pojokan resto,sambil menghisap cerutu nya dan menikmati keheningan diri.Mencoba meresapi setiap kenikmatan dari cerutu, bermain-main dengan kepulan asap nya sambil membayangkan sosok wanita yang di rindukannya.Setiap moment dia ingat betul,dari pertama dia bertemu dengan Alifa, hingga menghilang nya Alifa secara mendadak.Dia memang mencintai Alifa, begitu pun dengan Alifa.


Tapi,itu dulu.Sebelum Deon mengetahui perselingkuhan daddy nya dengan seorang CEO wanita yang di sinyalir di jodohkan olehnya dengan kedok untuk mengalihkan perhatian atas keterlibatan perselingkuhan daddy nya.


Deon tetap lah manusia biasa yang merasakan sakit dan kecewa,tapi dia menutupi rasa luka itu dengan kearoganan nya dan lagi wanita itu sendiri yang mengetuk hatinya,lalu pada akhirnya meninggalkan luka di hati untuk kesekian kalinya.


Alifa, kehidupan nya begitu misterius.Hanya sepenggal kisah cerita Alifa yang sia ketahui, selebihnya dia tak tau menahu karena hidup nya di sibukkan dengan urusan kantor dan juga masalah internal keluarga nya.


Deon,tetap santai menghisap cerutu nya tak memperdulikan tatapan kaum hawa yang menatapnya penuh dengan damba juga tak mendengar suara sumbang orang-orang yang membicarakan nya.Tetap bersikap santai,meski hatinya tercabik-cabik sembilu akibat berita burung yang di dapatkan nya.


Bersikap tenang adalah cara dia mengelabui lawan, berusaha tidak terprovokasi walau tadi dia sudah menampakkan kelemahannya.Alifa.


"Permisi, tuan".Ucap barista."Apa ada yang di tunggu atau mau langsung pesan saja".Ucap barista perempuan,menawarkan diri.


Deon tak menanggapi ucapan barista itu,lebih memilih tetap menghisap cerutu nya dan sengaja mengepulkan asap ke wajah barista itu seakan menantang.

__ADS_1


"Uhuk.. Uhukk". Barista perempuan itu batik terbahak -bahak."Tolong yang sopan yah".Ucap barista, memberikan peringatan.


"Suka-suka hati ku saja".Sahut Deon,santai menghisap cerutu nya.


"Tolong yang sopan yah pak,kawasan ini bebas asap rokok".Gertak barista.


Deon masih tak bergeming dengan peringatan barista itu,memilih abai.Toh,resto ini juga miliknya.


"Hah,susah yah ngatur orang yang gak punya etika".Ucap barista,menghela napasnya, frustasi.


"Termasuk mulut loe".Sahut Deon.


"Sekali lagi,saya peringatkan.Anda jangan merokok disini _".


"Apa ada larangan nya?".Tanya Deon, dengan muka datar nya.

__ADS_1


"Ada,tuh".Jawab barista itu sambil menunjuk poster berisi rokok yang mendapatkan tanda silang."Saya yakin anda pintar,sudah tau kan itu tandanya apa?".Ucap barista mengskakmat Deon.


Deg


Ucapan barista itu seakan menghujam jantungnya,secara tak sadar dia memperolok dirinya, menyatakan dia itu bodoh.


Tatapan tajam di arahkan Deon untuk barista perempuan yang telah menghinanya."Kau pikir aku bodoh".Teriak Deon,menggeplak meja."Kau hanya seorang pelayan, jabatan mu lebih rendah dari saya ".


"Tapi, etika dan tata Krama mu lebih rendah dari seorang pelayan".


Plak


Tamparan keras Deon, layangkan untuk barista tak tau diri ini.Seenaknya saja,menegur dirinya dan menghinanya di tempat umum.


Kegaduhan itu telah mengundang perhatian banyak pengunjung.Dalam hitungan detik saja, banyak orang yang berkerumun.Mencari tau sumber masalah.

__ADS_1


"Seorang pelayan tetap lah pelayan,kau tak berhak mengatur ku".Teriak Deon, mengucapkan sumpah serapah dan hinaan bagi barista itu.


Malu,kecewa dan sakit hati itulah yang di rasakan oleh barista pemula ini.Baru beberapa hati kerja,sudah mendapatkan hinaan dan caci maki hanya karena sebuah perbedaan kasta yang menjulang tinggi.


__ADS_2