Cinta Datang Terlambat

Cinta Datang Terlambat
BAB 32 (tiga puluh dua)


__ADS_3

"Heh gak usah toel toel pacar gue," teriak Farel kesal


"Engga sengaja." Jawab Rafa santai


"Engga sengaja kata lo?" Teriak Farel emosi


"Udah yang udah." Ucap Rita, menggandeng lengan kiri farel.


"Dia udah sentuh kamu yang." Teriak Farel


"Udah yang udah, lagian gak sengaja." Ucap Rita menenangkan, "yaudah yuk, ke kantin." Tambahnya


"Lain kali, kalau ada yang sentuh kamu tonjok yang hajar!" Ucap Farel ketus


"Iya sayang, iya! Aku minta maaf. Lagian aku kira temen sekelas aku!" Ucap Rita menjelaskan


"Hmm, yaudah lah gapapa." Ucap Farel pelan


"Aku minta maaf yah!" Ucap Rita tak kalah pelan, tapi masih bisa di dengar oleh Farel. Farel hanya mengangguk.


"Bi, nasi goreng satu yah. Manis aja!" Ucap Rita


"Loh buat siapa neng? Tumben." Ucap Bi Ijah


"Buat Atria." Jawab Rita


"Neng Atria? Biasanya pedes, neng!" Ucap Bi Ijah, tangan nya dengan lincahnya mengaduk bawa yang telah di masukan ke katel.


"Iya bi! Lagi sakit Atria nya." Ujar Rita


"Oh, sakit." Gumam Bi Ijah


Zahra Ivan vov


"Batasi pergaulan kamu sama temen-temen cowok kamu!" Ucap Ivan pelan


"Loh, emang nya kenapa?" Tanya Zahra bingung


"Masih nanya kenapa?" Tanya Ivan ketus


"Ya lagian dia cuman temen aku, yang!" Jawab Zahra tak kalah ketus


"Cemburu enggak mandang dia temen kamu atau bukan!" Ucap Ivan pelan


Zahra diam, "Aku minta maaf, yang." Ucap Zahra pelan


Ivan mengambil nafas pelan, lalu menghembuskan nya dengan kasar, "tapi terserah kamu, tugasku mencintaimu! Dan jika Aku cemburu, tugasku memperingati mu! Jika kamu tidak mau menurut padaku? Itu urusanmu bukan urusan ku!"


"Jangan bilang gitu sih, yang!" Ucap Zahra, menatap Ivan melas, berharap Ivan akan kasihan terhadapnya.


"Mungkin ini karma buat Aku. Aku udah nyakitin kamu!" Ucap Ivan parau


"Yang, jangan ngomong gitu dong." Ucap Zahra sedikit berteriak


Ivan hanya diam.


"Teh, just mangga nya 1 yah." Ucap Zahra


"Iya neng. Buat siapa? Biasanya kan neng minum just jeruk." Ujar Teh sari


"Buat Atria." Jawab Zahra


"Loh, bukan nya neng ber empat suka minum just jeruk?"


"Iya teh. Lagi pengen just mangga, Atria nya." Jawab Zahra


Teh sari hanya mengangguk.


Elfi Ozy vov


"Yang!" Panggil Ozy


"Iya?" Jawab Elfi


"Boleh Aku bilang sesuatu?" Tanya Ozy, menatap Elfi yang sedang menatap nya bingung.


"Bilang aja." Jawab Elfi


"Bisa gak, kalau di depan Aku jaga jarak lah sama cowok!" Ucap Ozy


"Bukan nya Aku selalu jaga jarak ya, kak?" Tanya Elfi


"Ya maksudnya Aku, kalau ada Aku gak usah lah kamu deket sama cowok!" Ucap Ozy


"Mereka cuman...


"Meskipun kamu bilang mereka cuman temen kamu, tetep aku engga suka!" Potong Ozy cepat

__ADS_1


"Ya mereka cuman nanya tentang kamah, kak! Apa salah nya!" Bela Elfi


"Iya dih. Kamu engga salah, aku yang salah! Aku terlalu sayang sama kamu, sampai aku over kaya gini. Aku minta maaf!" Ucap Ozy pelan


"Yang, jangan gitu dong! Lagian mereka cuman temen aku, tadi juga mereka cuman nanya tentang kemah!" Ucap Elfi


"Iya-iya, maaf! Aku cuman terlalu sayang dan takut kehilangan!" Ucap Ozy, "kamu tau, dengan mengobrol sebentar juga bisa menyebabkan rasa nyaman tersendiri." Tambah Ozy


"Maksud kamu tuh apa? Aku engga ngerti," tanya Elfi


"Ya, tadi kamu ngobrol sama cowok-cowok yang nanya tentang kemah sama kamu kan. Bisa aja dari obrolan itu mereka ngerasa nyaman sama kamu terus niat deketin kamu. Kamu engga tau kan yang nanya sama kamu itu suka apa gimana sama kamu?" Jelas Ozy


"Kamu nya jangan bilang gitu dong,yang. Biarin lah terserah mereka. Yang penting aku kan sayangnya sama kamu." Ucap Elfi


Ozy diam.


"Yaudah deh, aku minta maaf!" Ucap Elfi, Ozy hanya mengangguk pelan.


"Mau kemana?" Tanya Pak satpam


"Ke kedai es krim sebrang, pak." Jawab Elfi


"Enggak boleh keluar, neng! Kecuali mendesak banget." Ucap Pak satpam


"Ya udah, bapak yang beliin, gimana?" Tanya Elfi


"Buat siapa emang?" Tanya Pak satpam


"Buat Atria, yang tadi telat. Dia sakit sekarang, baru sadar langsung minta es krim." Ucap Elfi asal.


Pasalnya iya tidak tau Atria sudah sadar atau belum.


"Oh, yaudah sini biar mamang yang beliin." Ucap Pak satpam


"Nih uang nya pak." Ucap Elfi, memberikan uang berwarna biru pada pak satpam.


"Ambil yang saya aja pak." Ucap Ozy, sama hal nya dengan yang Elfi lakukan menyodorkan Uang berwarna biru pada pak satpam.


"Aduh ambil yang mana ini?" Tanya pak satpam ketinggalan


"Yang saya." Ucap Elfi dan Ozy berbarengan. Mereka saling pandang. Tapi Ozy yang lebih dulu tersadar, langsung memberikan uang itu ke tangan pak satpam


"Pake yang saya!" Ucap Ozy yang di angguki oleh Pak satpam.


"Assalamualaikum." Ucap Rita dan Farel berbarengan.


"Gimana keadaan kamu, Ani?" Tanya Rita, memberikan piring berisi nasi goreng pada Riki.


"Baikan, Roma." Jawab Atria dengan nada lebay.


"Syukurlah, Aku khawatir sama kamu, Ani!" Ucap Rita lirih


"Aku tau, roma. Karna kamu sayang sama aku." Ucap Atria lebay


"Udah dulu yah, makan dulu." Ucap Riki


"Ish, perusak suasana!" Teriak Atria dan Rita


"Makan dulu, nanti mulai lagi." Ucap Riki lembut


"Mau di suapin kak Riki apa gue?" Tanya Rita


"Gue aja, gapapa!" Ucap Riki


"Ihh kak Riki, nanya nya juga sama Atri!" Teriak Atria


"Iyaa, kakak tau. Tapi kamu pasti jawab nya di suapin sama kakak kan?" Tanya Riki, menaik turun kan alisnya


"Kau terlalu percaya diri!" Ucap Atria sinis


"Assalamualaikum." Ucap Zahra dan Ivan berbarengan.


"Waalaikumsalam." Jawab mereka


"Gimana keadaan lo, tri?" Tanya Zahra, meletakan just mangga di samping tempat Atria berbaring.


"Membaik, sayang!" Jawab Atria


"Maka nya, pagi-pagi tuh makan nasi." Ucap Zahra


"Hehe."


"Assalamualaikum." Ucap Elfi dan Ozy


"Waalaikumsalam." Jawab mereka


"Gimana keadaan lo?" Tanya Elfi

__ADS_1


"Membaik, cintah!" Jawab Atria


"Nih es krim nya." Ucap Elfi, melatakan es krim di samping just mangga.


"Makasih ya semuanya!" Ucap Atria, yang di angguki oleh mereka


"Nanti mah, sarapan bakso nya yang banyak yah, tri! Tanggung!" Jawab Elfi kesal.


"Asiyap!" Jawab Atria


"Giliran suruh makan bakso aja siap! Eh, di suruh makan nasi aja ogah-ogahan." Ucap Rita ketus


"Eee tunggu-tunggu tunggu." Ucap Riki


"Kenapa?" Tanya Atria


"Ini kenapa para cowok muka nya pada di tekut?" Tanya Riki, menatap Farel, Ivan, da Ozy bergantian.


Mereka hanya menggeleng pelan


"Ada apa?" Tanya Atria lembut, menatap Rita, Zahra, dan Elfi bergantian.


"Ada sedikit masalah," jawab mereka pelan dan berbarengan.


"Kalau marah tuh, lebih baik kalian ngomong. Bicarain apa yang ada di hati kalian! Apa aja, jangan diem. Percayalah, diam itu lebih menyeramkan di bandingkan dengan berbicara 15 menit dengan cepat, itu lebih baik!" Ucap Atria, menatap Farel, Ivan, dan Ozy.


Mereka hanya diam


"Yaudah, biar beresin masing-masing aja!" Ucap Riki, "tadi kumpulan apa?" Tambahnya


"Kita kemah!" Jawab Zahra


"Kemana?" Tanya Atria


"Ke hutan, sebelah selatan itu loh, yang emang di bolehkan untuk kemah!" Jawab Rita


"Murid sebanyak ini?" Tanya Riki


"Iya, semua guru ikut kok, ada polisi juga, belum lagi penjaga yang ada di hutan itu, semua nya mungkin udah terkondisi aman nanti." Jawab Elfi


"Gue sekelompok sama siapa?" Tanya Atria


"Gue, lo, Zahra, Elfi, Salsa, Evi, Nanda sama Najhira." Jawab Rita, "tapi lo setenda nya sama kami berempat kok." Tambahnya


"Syukurlah." Ucap Atria, "gue engga mau jauh jauh dari kalian."


"Gue sama siapa?" Tanya Riki


"Gue, lo, Ivan, Ozy, Dika, Dodi, Tedy dan Adit." Jawab Farel, "lo setenda sama kita kok,ki." Tambahnya


Riki hanya mengangguk


"Oiya, kakak pembina kita Kak Liam sama Kak Nita, Tri." Ucap Zahra


"Loh kok kak Liam sih." Ucap Riki sedikit agak sewot


"Ya, di tunjuk sama pembina pramuka kan, Kak." Ucap Elfi


Riki hanya mendengus kesal


"Kakak pembina kita Kak Rayen sama Kak Hesti, Ki." Ucap Ivan


"Kak Hesti, kakak pramuka yang cantik itu?" Tanya Atria


"Ya menurut aku sih cantik!" Jawab Farel, Ivan, dan Ozy.


Rita, Zahra dan Elfi menatap mereka sinis


"Kenapa harus kak Hesti?" Tanya Atria


"Ya udah harusnya gitu." Jawab Farel


"Lebih baik kalian keluar deh." Ucap Zahra ketus


"Kenapa gak kalian aja?" Ucap Ivan gak kalah ketus.


"Lebih baik kalian cepet selesai kan masalahnya!" Teriak Atria


"Ikut aku!" Ucap Ozy pelan, menarik tangan Elfi pelan lalu menggenggam nya.


"Gue duluan." Teriak Elfi


"Ayoo!" Ucap Farel, menarik tangan Rita pelan lalu menggenggam nya.


"Gue juga duluan!"


"Ikutin gue!" Ucap Ivan ketus, menarik tangan zahra lembut, lalu menggenggam nya.

__ADS_1


"Gue juga duluan kak, tri!"


__ADS_2