
"Aku engga tau harus buat kamu mengerti gimana, Fi." Ucap Ozy pelan
"Kak, ini tuh cuman masalah sepele!" Teriak Elfi
Ozy menghembuskan nafasnya kasar, "kamu tidak akan mengerti, sebelum kamu sendiri yang merasakannya."
"Bucins!" Ucap Elfi ketus
Ozy tersenyum, "yaudah lah, aku anggap kita engga ada masalah." Ucap Ozy berdiri dari duduk nya, lalu berjalan dengan langkah lebar.
Ozy menyeka air matanya yang sempat sedikit terjatuh. "Maaf! Iya aku tau aku terlalu over sama kamu. Tapi jangan salahin aku, jika nanti kata peduliku berubah menjadi kata terserah." Ucap Ozy lirih, kembali melanjutkan langkah nya.
Elfi menatap punggung Ozy yang telah menjauh, air matanya berhasil menetes. Hatinya remuk. Ia tidak tau masalah kecil malah akan menjadi seperti ini.
Elfi berjalan gontay menuju Ruang UKS, semoga saja Atria masih ada di sana.
Tapi langkah Elfi terhenti ketika melihat Ozy sedang mengobrol dengan seorang wanita. Yang ia ketahui wanita itu kelas ips 2. Elfi tidak tahu namanya hanya kelasnya saja.
Hati Elfi memanas, di tundukan nya wajahnya berharap air matanya tidak akan terlihat. Tidak tahan dengan hati yang bergejolak memanas akhirnya Elfi memutuskan lari.
'Bugh' pintu uks di buka dengan kasar oleh Elfi, Elfi menatap Atria lalu berlari menghampiri Atria dan memeluknya.
"Kenapa?" Tanya Atri khawatir, membalas pelukan Elfi sambil mengelus rambut Elfi dengan sayang.
"Kenapa?" Tanya Riki
Elfi hanya menggeleng sambil menangis, nemumpakan semuanya apa yang ia rasakan pada Atria.
Atria menghela nafas pelan. Iya mengerti, Elfi masih butuh waktu untuk bercerita.
"Aku keluar dulu yah, mau cari Ozy." Ucap Riki, Atria mengangguk pelan. "Jangan sampai kaya waktu kak Ivan itu ya, kak." Ucap Atria mengingatkan
Riki tersenyum lalu mengangguk
"Kenapa?" Tanya Atria lembut
"Ozy marah sama gue," jawab Elfi, melepaskan pelukan nya lalu menatap Atria.
"Coba cerita sedikit, intinya aja." Ucap Atria
"Waktu tadi selesai kumpul, Alex kelas Ips 1 nanya sama gue seputar tentang kemah. Kak Ozy tau, terus dia ngasih tau gue kalau engga suka gue terlalu deket sama cowok. Terus di perjalanan pas beli es krim, kita sempet debat. Terus baikan, eh pas datang ke sini malah gitu. Terus pas keluar nyelesain masalah, bukan nyelesain malah tambah memeperumit. Pas mau ke sini gue liat kak Ozy ngobrol sama cewek." Ungkap Elfi, air matanya masih setia membasahi kedua pipinya
__ADS_1
"Emmm, pas kak Ozy ngasih tau lo, lo marah gak?" Tanya Atria
Elfi mengangguk, "marah, maksudnya gue, tri, itu masalah sepele."
"Nah ini salah lo, harus nya lo gak marah, Fi. Lo sadar gak? Kak Ozy itu cemburu kalau lo terlalu deket sama cowok lain." Ucap Atria
"Tapi dia temen gue kan, Tri." Bela Elfi
Atria menggeleng, "cemburu gak memandang dia siapa, Fi." Ucap Atria
"Terus gue harus gimana?" Tanya Elfi
"Minta maaf lah." Ucap Atria
"Tapi dia lagi marah." Ucap Elfi pelan
"Enggak mau tau. Gimana pun caranya sebelum berangkat kemping, lo, harus udah baikan sama kak Ozy TITIK!" Ucap Atria penuh penekanan di akhir kalimat.
"Hey." Sapa Riki
"Eh kak Riki." Ucap Nita
"Oh, silahkan kak. Lagian Nita udah beres kok ngobrol nya sama kak Ozy." Ucap Nita
"Baguslah!" Ucap Riki
"Yaudah duluan yah kakak-kakak." Ucap Nita, yang di angguki oleh Riki dan Ozy.
"Kenapa, ki?" Tanya Ozy, "Atria siapa yang jagain?" Tambahnya
"Elfi dimana?" Tanya Riki, menatap Ozy tak suka.
"Gue tinggal di perpustakaan." Ucap Ozy pelan
"Kalau ada masalah harusnya di selesain, zy. Bukan malah lari dari masalah." Ucap Riki
"Susah buat Elfi ngerti, ki." Ucap Ozy
"Lo harus nya mikirin gimana caranya supaya Elfi ngerti bukan malah ninggalin dia." Ucap Riki
Ozy diam.
__ADS_1
"Sayang, kamu baik-baik aja kan?" Tanya Atria, yang melihat Elfi tidak terusik sedikitpun dari tidurnya.
"Fi!" Teriak Atria. Masih tidak ada respon.
"Fi!" Teriak Atria, mengguncangkan tubuh Elfi, tapi tetap tidak ada respon
"Elfi!" Teriak Atria, membalikkan tubuh Elfi.
"Astagfirullah." Ucap Atria yang melihat darah mengalir dari hidung Elfi.
"Gue harus kasih tau kak Riki." Ucap Atria
Drr drr handphone milik Riki bergetar.
Marmut comel💋
+62838735+++++
'Hallo, Assalamualaikum.' Ucap Atria di sebrang sana
'Waalaikumsalam, ada apa sayang?' Tanya Riki
'Elfi pingsan.' Ucap Atria
'Kok bisa?' Tanya Riki
'Tadi tuh dia tidur, gue kira pura-pura. Eh pas di balikin tubuhnya ada darah keluar dari hidungnya.'
'Yaudah, gue sama Ozy ke situ' ucap Riki
'Iya, yaudah, assalamualaikum.' Ucap Atria
'Waalaikumsalam.'
Tut telepon pun terputus.
"Kenapa?" Tanya Ozy dengan mimik muka khawatir.
"Elfi pingsan." Jawab Riki
"Apa?" Teriak Ozy
__ADS_1