Cinta Datang Terlambat

Cinta Datang Terlambat
Part 74


__ADS_3

"Mau kemana kamu?".Akmal mencengkram erat pergelangan tangan Alifa,ada kilat marah di pelupuk matanya.


Alifa menyentak tangga nya,berusaha melepaskan tangan Akmal yang mencengkram nya."Lepas".Teriak Alifa.


"Tak akan dan tak akan pernah".Sahut Akmal


"Tak ada lagi urusan diantara kita.Semua sudah berakhir".


"Tak ada urusan kata mu?".Tanya Akmal,menyambar ucapan Alifa."Kamu masih karyawan ku dan aku masih menjadi bos mu.Ingat kamu belum membuat surat pengunduran diri.Kalau pun kamu mengundurkan diri pun,aku tak akan mudah melepaskan kamu".Ucap Akmal, menginterupsi Alifa.


Akmal menyeret tangan Alifa,memaksa Alifa mengikuti langkah kakinya.Alifa terpaksa mengikuti langkah kaki Akmal,sebab sulit bagi Alifa melepaskan diri dari cengkraman tangan Akmal.


"Masuk".Titah Akmal pada Alifa.


Alifa memilih menuruti perintah Akmal daripada nantinya akan menimbulkan perdebatan yang tak ada habisnya.Tidak masalah bagi Alifa untuk berdebat,sebab Alifa sudah handal dalam hal berdebat.Masalahnya ini di tempat umum,tak mungkin Alifa mengundang perhatian semua orang hanya karena masalah sepele.


Akmal kembali melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi,tak peduli bahwa dia sedang membawa orang lain di dalamnya.Tak hanya ada nyawanya yang di pertaruhkan disini,tapi ada nyawa orang lain di dalamnya Emosi dan amarah membutakan hati Akmal,tak segan-segan dia menancap gas begitu saja.


"Kamu ingin membunuh ku secara perlahan dengan cara nyetir kamu yang ugal-ugalan ini?".Teriak Alifa, meninggikan suaranya agar terdengar oleh Akmal.


Ternyata kemarahan tak hanya membutakan mata hatinya, telinga nya pun mendadak tak berfungsi.Terhasut bisikan setan,Akmal semakin menambah kecepatan berkendaranya.


"Benar-benar gila,segala berbulu domba, manusia setengah setan".Sumpah serapah Alifa lontarkan pada Akmal, berharap dengan itu membuat Akmal tersadar.

__ADS_1


Tetap saja,Akmal tak mempedulikan sumpah serapah itu, membiarkan Alifa mengomel sendiri sampai dia merasa capek sendiri.


Memang benar apa kata orang.Orang yang di Landa emosi sebaiknya jangan berkendara,sebab itu tidak baik untuk keselamatan diri sendiri dan juga orang lain.Alifa hanya bisa menutup matanya, berharap semua bisa berhenti dengan sendirinya sembari melantunkan do'a,memohon atas keselamatan nyawanya.


Perlahan,tapi pasti kendaraan itu melambat.Alifa membuka matanya,demi melihat sekitar.Meraba jantungnya dan detak nadinya.Mencari- cari sumber kehidupan nya.Apakah dia sudah mati atau tidak.Tenyata nadinya berjalan normal,detak jantungnya berdegup lebih kencang akibat senam jantung tak sengaja itu.


"Syukur lah,aku masih hidup.Aku kira pas membuka mata,aku sudah berada di dunia lain".


"Kalau ada di dunia lain,gak mungkin masih merasakan detak jantung".Sahut Akmal.


Alifa memalingkan wajahnya,tak Sudi melihat akmal.Setelah hatinya di sakiti dengan bentakan,fisiknya juga di sakiti dari cengkraman tangan nya belum lagi terapi jantung yang amat mendebarkan menyiksa batinnya.


"Turun".Teriak Akmal,kembali menyeret tangan Alifa.


"Aw sakit".Alifa berteriak kesakitan saat di turunkan secara paksa.


Alifa mendongakkan wajah,menatap Akmal yang berdiri tak jauh darinya."Apa itu cara kamu memperlakukan wanita?".Tanya Alifa,geram.Rasanya tak Sudi berkata lemah lembut.


"Ya".


"Hah, sudah ku duga".Ucap Alifa,tak terkejut sedikit pun.


"So,apa bedanya dengan diri mu".Ucap Akmal mengskakmat Alifa.

__ADS_1


Alifa tak bisa berkata-kata lagi, percuma melawan.Itu hanya akan membuang-buang waktu dan tenaganya saja.


Akmal,membawa Alifa ke alam terbuka, persawahan yang menjadi tujuan utama nya .Sengaja memilih tempat itu agar tak dia bisa leluasa menumpahkan segala emosi nya.Bukan lagi pada Alifa, melainkan dengan cara berteriak.


Akmal berjalan,menjauh dari Alifa.Menghadap pada hamparan persawahan dengan angin sepoi-sepoi nya yang menyejukkan hati.


"Arggggh".Akmal berteriak sekencang-kencangnya,menumpahkan segala emosi yang berkecamuk dalam hatinya.Segala sesal,sakit dan marahnya dia tumpahkan dalam bentuk teriakan.


Alifa tertegun dengan cara Akmal mengeluarkan segala emosinya.Dengan mantap melangkah, berdiri di samping Akmal.


"Argggggh,sakit ya Allah,hati ku sakit.Arggggh".Teriak Alifa, melakukan hal yang sama seperti yang di lakukan oleh Akmal.


Tak percaya,itu yang di rasakan Akmal pada diri Alifa.Ternyata dia juga mengikuti caranya melampiaskan emosi."Kau".Ucap Akmal,menoleh kearah Alifa berdiri tak jauh darinya.


"I'm feel happy.Thank for all".Ucap Alifa antusias, ternyata dengan cara berteriak lah bisa mengurangi beban di hatinya.


Akmal dan Alifa tertawa bersama, melupakan permasalahan yang di hadapi.Lupa akan rasa sakit yang diakibatkan oleh diri masing-masing.


Sejak saat itu lah Alifa mengurungkan niatnya,tak jadi pergi.Memilih menghadapi masalah nya seperti apa yang di katakan Akmal.


"I love you".Ucap lantang Akmal.


"I love you too".Balas Alifa dengan lantang juga.

__ADS_1


Ungkapan cinta di akhir kalimat, terlontar begitu saja diantara keduanya.Saat itu pula perasaan cinta akmal terbalaskan.


Ucap syukur Akmal lantunkan karena kini dia bisa melindungi wanita pujaan hatinya.Walau tak sepuhnya.


__ADS_2