Cinta Datang Terlambat

Cinta Datang Terlambat
Part 100


__ADS_3

Alifa menatap layar laptop dengan tatapan kosong,dia melamun sepanjang hari ini.Berpikir dengan keras,apa dia perlu memberitahu Akmal atau sebaiknya tidak sesuai dengan pesan pria itu.Dia bisa saja mengambil keputusan sendiri,dengan menyanggupi permintaannya tapi akhir-akhir ini dia terbiasa bergantung pada Akmal.


Terbiasa ada Akmal yang selalu memberikan saran dan juga bantuannya membuat Alifa tak lagi menjadi wanita mandiri dan penuh dengan dendam.Ternyata memang benar, lingkungan pergaulan bisa mempengaruhi sikap seseorang seperti yang terjadi pada Alifa.Akmal yang di kenalnya seorang yang lemah lembut dan juga dermawan mendorong sikapnya menjadi lembut.Dendam itu perlahan sedikit mengurang.Hatinya menjadi goyah,tapi semua sudah terlambat.Rencana itu telah terealisasi.


Rencana balas dendam nya hampir selesai tapi dia harus di hadapkan pada masalah hati yang lain.Yaitu, pertemuan nya dengan Deon mampu memporak-porandakan hati yang telah tertutup.Cintanya masih untuk deon,tapi posisi di hatinya perlahan telah tergeser oleh kehadiran Akmal.Cinta itu lambat laun hadir menyapa hatinya.


Kelemah lemburan Akmal dan kedekatannya selama ini kembali menumbuhkan benih-benih cinta yang semula hatinya dia tasbihkan untuk Deon seorang,kini perlahan telah tertutup sempurna apalagi Deon sudah memiliki calon istri, sangat tak mungkin dia merebut kebahagiaan wanita lain.Dia juga wanita,sama halnya dengan Samantha.


"Hai".Lengan kokoh itu memegang pundak Alifa,memaksa Alifa kembali ke kehidupan nyata.

__ADS_1


"Iya hai".Jawab Alifa,masih dengan tujuan kosong nya.Masih berusaha mengumpulkan nyawanya yang terbang entah kemana.


"Kebiasaan dah".Akmal duduk di hadapan Alifa,menatap rakus wajah cantik itu."Ada masalah lagi?".Tanyanya,hafal sekali dengan sikap Alifa.


Alifa memejamkan mata,berusaha untuk fokus ke dunia nyata.Setelah tadi dia melanglang buana ke dunia khayalan."Gak kok,cuman memikirkan efek dari balas dendam ku,sudah sejauh mana efek jeranya".Jelas Alifa, mengalihkan perhatian.


"Oh itu".Tanya Akmal,sembari membuka layar MacBook ny."Sepertinya perusahaan Smith group diambang kebangkrutan karena saham yang tertanam setiap harinya mengalami penurunan ".Jelas Akmal, menyodorkan MacBook itu pada Alifa.


"Semoga dengan kejadian ini,dia bisa belajar dari kesalahannya itu".Gumam Alifa,menatap prihatin.

__ADS_1


"Yah semoga apa yang kamu inginkan dan targetkan bisa berjalan sesuai dengan rencana mu".Sahut Akmal,kembali menatap layar MacBook setelah di sodorkan oleh Alifa."Kalau mr.smith mengalami kebangkrutan dan jatuh miskin.Apa untungnya untuk mu?".Tanya Akmal,belum mengetahui sepenuhnya rencana Alifa.


"Aku hanya ingin dia merasakan apa yang aku rasakan.Berjuang seorang diri di usia tuanya, merasakan pedihnya sebuah kehidupan".Jawab Alifa lantang,memang itu tujuannya.


Akmal hanya menganggukkan kepala,sudah terlanjur berjalan.Yah sudah tinggal menyelesaikan akhirnya.


Alifa kembali merenung,apa dia harus membicarakan masalah lain dengan Akmal atau dia sendiri yang menyelesaikan sisa masalahnya sendiri."Sebaiknya aku datang sendiri.Toh,itu tidak akan membahayakan diriku".Gumam Alifa lirih.Tak ingin Akmal mendengarnya dan berakhir pada gagal rencananya.


Tanpa di ketahui oleh Alifa,Akmal memperhatikan gerak-gerik postur tubuh Alifa.Akmal memang sedari tadi menaruh curiga terhadap Alifa,gestur tubuh Alifa menunjuk bahwa dia sedang ada masalah.Tapi,dia tak berani bertanya, khawatir Alifa berkilah lagi seperti tadi.

__ADS_1


Sebagai CEO muda,dia di tuntut untuk pintar membaca pikiran lawannya itu agar tak mudah di bodohi yang berakibat kepada memburuknya situasi perusahaan yang di pimpinnya.Itu lah alasan Akmal bisa mengetahui bahwa Alifa sedang dalam masalah tapi tak ingin berterus terang.


__ADS_2