Cinta Datang Terlambat

Cinta Datang Terlambat
Part 133


__ADS_3

"Apa kata mu?".Tanya Akmal,melepas pelukan Alifa.


Alifa jadi salah tingkah di buatnya."Ups, maaf".Ucap Alifa.


"Aku nyata dan nampak.Apa kamu gak lihat?".Tanya Akmal,sembari menginjak-injak kaki di lantai.


"Hehe".Alifa,menyengir kuda sembari mengusap tengkuknya.


"Apa karena aku lama gak pulang, sehingga membuat kamu berpikir aku udah jadi hantu.Gitu?".Tanya Akmal, pura-pura merajuk.


"Iya,hantu cinta ku".Sahut Alifa,berdiri di hadapan Akmal.Mensejajarkan posisi nya dengan Akmal.


"Aku rindu".Ucap Alifa,merengek manja pada kekasih nya itu.


Ingin rasanya Akmal memeluk tubuh ringkih itu, memberikan kecupan di keningnya dan mengatakan aku juga merindukan mu.Tapi,tak mungkin itu di lakukan sebelum ada ikatan yang sah diantara keduanya.


Karena tak bisa memeluk dan mencium Alifa.Akmal,mencium dua jari tangan nya dan di arahkan pada Alifa."I Miss you too".Ucap Akmal.

__ADS_1


Alifa membalikkan tubuhnya menjadi membelakangi Akmal, sungguh perbuatan Akmal membuat Alifa terbang melayang keatas angkasa."So sweet".Gumam Alifa,sembari menyatukan kedua tangannya ke udara.


"Katanya rindu?,tapi kok membelakangi?".Sahut Akmal,menggoda sang kekasih.


Alifa bukan tak rindu,tapi dia malu sebab pipinya telah bersemu merah.Amat memalukan baginya.


"Al".Sahut Akmal,memanggil sang kekasih.


Alifa masih berada di posisi nya,betah sekali dia membelakangi Akmal padahal dia tengah di Landa rindu yang amat dalam.


"Aku malu".Ucap Alifa,berbisik diantara suara angin siang.


Dia juga sama halnya seperti Alifa,tak beranjak dari posisinya.Memperhatikan Alifa dari belakang.Gemas sekali dia terhadap tingkah laku Alifa yang seperti anak ABG ketika di rayu oleh kekasihnya.


"Apa?,coba kamu katakan lagi aku sungguh tidak mendengar ucapan mu.Ucapan kamu itu kayak suara kentut.Pretttt".Ucap Akmal sembari berkelakar.


"Ih jorok tau ".Sahut Alifa sembari membalikkan tubuhnya,menghadap Akmal.

__ADS_1


"Nah gitu dong,kalau rindu tatap wajah orangnya bukan membelakangi nya".Tegur Akmal.


Dia melangkah mendekat kearah Alifa.Akmal memegang kedua pipi Alifa dengan kedua tangan nya, sehingga mereka menatap satu sama lain secara intens.Manik mata Akmal menatap lekat bola mata Alifa.Seperti mencari jarum di tumpukan jerami.


Pada detik itu pula Akmal,berlutut di hadapan Alifa sembari mengeluarkan benda kotak dari saku celananya."Do you marry me ".Ucap Akmal sembari membuka kotak merah itu yang berisi cincin berlian dengan mutiara putih nan indah di tengah-tengah nya.


Mata Alifa, berkaca-kaca menahan rasa haru.Ini adalah moment pertama dia di lamar dengan orang yang tak terduga dan dengan kisah cinta yang amat membingungkan.


Bingung bercampur haru itulah yang di rasakan oleh Alifa, bagaimana tidak.Dia hadir di saat rasa benci kepada ayahnya semakin nyata,dia melamarnya saat masa lalu itu kembali hadir dan dia yang berusaha menumbuhkan rasa cinta di hatinya di saat cinta itu telah layu.


Entah bagaimana ke depannya,akan seperti apa ceritanya dan bagaimana takdir ini akan dia lalui tapi tapi yang pasti Alifa saat ini merasakan haru.


"Do you marry me?".Tanya Akmal sekali lagi,sebab Alifa tak kunjung menjawabnya.


Tak ingin membuat Akmal kecewa dan patah hati untuk kesekian kalinya.Alifa menganggukkan kepala, sebagai jawaban.


"Alhamdulilah".Akmal tak henti-hentinya mengucapkan syukur sambil bersujud sebagai bentuk rasa terimakasih nya pada sang maha cinta.

__ADS_1


Pengorbanan dan perjuangan nya telah membuahkan hasil walau iya belum berakhir sampai disitu.Masih terlalu dini untuk merayakan kemenangan yang belum tercapai setengahnya itu dan mungkin akan ada badai,petir,angin ribut,topan,hujan angin di sertai dengan petir menggelegar.


__ADS_2