Cinta Datang Terlambat

Cinta Datang Terlambat
Part 156


__ADS_3

Pada akhirnya, sepasang kekasih itu hanya saling berdiam diri.Mencoba memahami bahasa tubuh dan isyarat dari pasangan masing-masing,sebelum mengambil tindakan demi terjaganya sebuah hubungan.Akan sangat tak lucu,jika hubungan mereka berakhir dengan sebuah pertengkaran tak ada ujungnya.


Kisah cinta mereka tak kalah mengharukan dari Deon,dimana Akmal juga telah lama menanti sebuah jawaban pasti dari wanita nya ini di tengah kekalutan hati dan juga masalah internal dari keluarga wanitanya.


Akmal jelas berbeda dengan Deon,dia akan gigih mempertahankan cintanya.Alih-alih dia menyerah pada keadaan dan membiarkan wanita nya hidup dalam sebuah kebencian.Akmal dengan gagah berani, memperjuangkan cintanya, terutama ingin memberikan sebuah kedamaian dalam hidup wanitanya setelah kebencian itu bersemayam dalam hati wanitanya.


Sekarang, tinggal dua hari lagi.Dimana segala perjuangan dan pengorbanan nya akan berakhir, melangkah lebih jauh dalam Ridha Allah SWT dan memulai kehidupan yang sesungguhnya bersama dengan wanita yang di takdir kan untuk hidup bersama.


Tentu, pernikahan bukan sebuah akhir dari perjuangan nya,masih ada rintangan lagi yang harus di hadapi oleh akmal.Termasuk pada hati ini, akmal harus belajar memahami bahasa tubuh wanitanya sebab dia lah yang akan menemani sisa hidupnya.


Diam adalah cara dia menghindari sebuah konflik pranikah yang lumrah terjadi sebelum pernikahan itu di mulai.Dengan hati-hati dia bertindak dan bertutur kata.Takut sekali wanitanya akan membatalkan pernikahan yang tinggal dua hari lagi.


Alifa,tak mengerti dengan semua pengorbanan Akmal.Hatinya masih tertutup oleh kabut hitam masa lalu.Deon, laki-laki itu masih ada dalam hatinya.Tak mudah baginya untuk melupakan semua kenangan yang sempat terukir.Tapi,sayang itu hanya sepenggal cerita bukan keseluruhan cerita.


"Akmal".Ucap Alifa, memanggil nama calon suaminya.

__ADS_1


"Yah, kenapa?".Sahut Akmal, memberikan senyuman termanisnya.


Keringat dingin,membasahi tangan Alifa.Dia gugup mengatakan sebuah kebenaran,takut kejujurannya akan melukai hati seseorang.


"Kenapa?".Tanya Akmal, menggenggam tangan Alifa.


"Mal".Ucap Alifa,gugup bukan main.


"Yah, kenapa?,ada masalah?".Lagi Akmal bertanya, memastikan keadaan Alifa yang mendadak seperti orang gugup.


"Hai".Panggil Akmal, memegang pundak Alifa.


Alifa tersentak oleh sentuhan tangan akmal di pundaknya."Aku boleh bertanya?".Tanya Alifa,masih menundukkan kepala.


"Boleh,mau bertanya apa?".Tanya Akmal,mendekatkan kursinya ke kursi Alifa.

__ADS_1


"Lebih baik jujur sekarang tapi menyakitkan atau membiarkan kebohongan itu terus berlanjut hingga suatu ketika kamu mendengar sebuah kejujuran dari orang lain?".Tanya Alifa, mengangkat kepalanya.Menatap wajah rupawan Akmal.


Bukannya langsung menjawab,Akmal malah membalas tatapan Alifa.Mencari sebuah alasan di balik terlontarnya pertanyaan dari Alifa.


"Lebih baik jujur,meski itu menyakitkan.Itu lebih baik, daripada nanti aku mengetahui kebenarannya dari orang lain.Orang bilang lebih baik mencegah daripada mengobati,sama halnya dengan kejujuran.Lebih baik jujur sekarang daripada nanti, setelah kita melewati rintangan itu dan hampir finish.Tapi,lagi kita harus di buat kecewa dengan sebuah kejujuran ".Jelas Akmal,tetap menatap wajah Alifa.


Gleg..Gleg


Susah payah Alifa menelan salivanya, jawaban Akmal memang ada benarnya.Tapi,itu berkaitan dengan kehidupannya.Tentang masa lalunya dan laki-laki yang di tunggu nya untuk memberikan sebuah penjelasan di balik tindakannya.


"Al,aku harap kamu tidak menyimpan rahasia.Begitu pun aku tidak akan merahasiakan segala hal nya kepada mu.Kita akan menikah Al."Ucap Akmal, menginterupsi tatapan wajah Alifa.


"Bagaimana pernikahan ini terjadi,jika bayang-bayang masa lalu menghantui mu?".Gumam Alifa lirih.


Saking lirihnya, ucapannya hanya dapat di dengar oleh dirinya sendiri.

__ADS_1


__ADS_2