
'Nanti sore aku kerumah kamu kita jenguk Riki dia udah sadar' Send ozy mengirim pesan pada sang kekasih
Tadi waktu ia sedang tidur enak enak nya dan sedang bermimpi indah indahnya dering handphone milik nya berbunyi sangat keras dan menghancurkan semuanya
"Dasar Farel ganggu aja engga tau apa gue lagi mimpi indah" ucap ozy kesal sambil mengacak acak rambutnya
"Mimpi apa emang kak" Tanya seseorang di ambang pintu kamar ozy
"Gue tuh mimpi honyMom sama Elfi ke paris tau" ucap ozy tanpa sadar "lagi enak enak nya eh di ancurin ama suara panggilan masuk" tambahnya
Seketika ozy tersadar ia menoleh pada sumber suara yang ia ingat
"Kalo mau masuk itu ketuk pintu" ucap ozy ketus menyembunyikan rona merah karna menahan malu mungkin
Aji terkikik geli ia berjalan masuk menghampiri ozy yang wajahnya setengah di tekuk
"Lo mimpi hanymom sama kak elfi kak? Kejauhan lulus aja belum" ucap Aji seraya tertawa
"Diem lo adik sialan" ucap ozy kesal
Ya ocha adalah adik ozy beda 2 tahun sekarang Aji duduk di bangku kelas 9 sekolah menengah pertama
"Ada apa lo ke kamar gue?" Tanya ozy ketus
"Haha engga cuman tadi kebetulan lewat denger lo marah marah"
Ozy memandang sang adik datar "gak ada yang penting? Udah keluar sono gue mau lanjut tidur" ucap ozy
Aji hanya mengangguk angguk tanpa berkomentar
__ADS_1
~ ~ ~
"Tapi aku ingin pulang sekarang dok" ucap Riki kekeh
"Tidak bisa Riki tidak bisa hari ini, jika kau ingin bisa pulang besok, saya tidak ingin mengambil tindakan yang akan membahayakan nyawa kamu" ucap sang dokter ketus iya terlaru kesal pada Riki yang kekeh pada pendirian nya ingin pulang hari ini
"Yah dokter ayolah aku sudah membaik" ucap Riki yang ikut kesal
"Tagihan rumah sakit dari awal saja belum kau bayar" ucap sang dokter "Atria beri tau ayahmu Riki pulang besok dan segera lunasi pembayaran" tambahnya seraya pergi meninggalkan ruangan Riki
"Dasar dokter wanita keras kepala" ucap Riki ketus
Atria terkikik "lagian kak Riki sih"
"Apa?" Ucap Riki galak "Bukan nya dukung kek supaya cepet pulang"
Atria mengelus rambut Riki "keadaan kak belum sembuh total kali makanya dokter gak ngizinin" ucap Atria lembut
Tiba tiba perut Atria merasakan perih ia *** sedikit perutnya yang terasa perih menggunakan tangan kirinya
"Ada apa?kenapa?" Tanya Riki khawatir, Atria hanya menggeleng lemah
Riki menepuk jidatnya ia lupa Atrianya belum makan, segera ia mengambil handphone milik atria yang di simpan di atas nakas dekat handphone Riki dan segera menekan No Rita
'Hallo At kenapa?' Suara di sebrang sana cepat sebelum Riki berucap
"Baliin Atria makan" ucap Riki
'Eh kak Riki ternyata makan apa?'
__ADS_1
"Nasi pokoknya"
'Atria baik baik aja kan kak' ucap Rita dengan nada khawatir di sebrang sana
"Udah gak usah banyak nanya yah cepetan"
Tut panggilan terputus
"Tahan ya sayang" ucap Riki pelan membawa Tubuh mungil atria ke dalam pelukan nya
"Kenapa?" Tanya Farel
"Beliin atria makan cepet kak" Ucap Rita panik "kayanya asam lambungnya naik lagi" tambahnya
Farel mengangguk "Bentar" ucapnya seraya pergi meninggalkan Rita
"Cepetan" ucap Rita
~ ~ ~
"Maafin ivan kak" ucap ivan menunduk nadanya benar benar menyesal
Kakak zahra yang bernama Zila hanya mengangguk "wajar bagi kalian yang masih remaja"
Ivan diam
"Yaudah sekarang lebih baik kamu bujuk zahra, harus bisa kakak yakin zahra pasti bisa memberikan kesempatan kedua buat kamu" ucap zila lembut
"Makasih kak sekali lagi maafin ivan" ucap ivan berdiri dari duduk nya berjalan pelan menaiki anak tangga
__ADS_1
Di tengah tangga ivan kembali menoleh pada zila menatap mata zila seolah mencari keraguan di sana tapi nihil tidak ada yang ada hanyalah keyakinan
Zila tersenyum lalu mengangguk "Teruskan lah,berusahalah agar ia bisa memberikan kesempatan sama kamu" ucap zila seraya pergi dari pandangan ivan