
Acara lamaran Alifa dan Akmal diadakan pada malam ini juga,tak ada persiapan khusus diantara keduanya.Sebab acara ini sangatlah mendadak untuk di persiapkan sedemikian rupa oleh kedua keluarga yang sama-sama di sibukkan dalam dunia bisnis.Tapi lagi,'The power of money berlaku disini,sebab kedua keluarga ini ingin acara lamaran ini terkesan mewah tapi tertutup untuk umum.
Mereka tak tanggung-tanggung mengerahkan orang-orang mereka untuk mempersiapkan segala halnya.Sedangkan,mereka hanya duduk memerintah,sesekali melihat langsung kesiapannya yang hanya di lakukan selama enam jam ini.Tak pelak membuat semua orang menjadi heboh dan ribet sendiri.
Hukum sang tuan kuasa mengatur sesuka hati dengan segala kekuasaannya memang benar adanya, seperti yang Alifa sering ucapkan untuk Deon.Kini dia merasakan sendiri dua panggilan untuk Deon.
Acara lamaran itu memang hanya di hadiri oleh keluarga besar dari kedua belah pihak.Tak ada orang teman,sahabat,kolega bisnis dan juga wartawan.Sengaja di lakukan karena ingin acara di langsungkan secara tertutup saja.
Akmal beserta keluarga besarnya datang ke kediaman mr.smith itu dengan membawa alat-alat seserahan dan juga simbolis.
Mereka berjalan beriringan dengan senyum sumringah menghiasi bibir mereka.Nampak sekali mereka tengah berbahagia dengan acara ini.Akmal terlihat gagah dan tampan dengan stelan batik di padukan dengan celana katunnya.Sangat cocok di tubuh Akmal yang berperawakan atletis itu karena sering rutin berolahraga.
__ADS_1
Mr.smith,menyambut tamu rombongan dengan tangan terbuka,tak lupa senyumannya menyambut keluarga Akmal.
"Assalamu'alaikum".Ucap salam tak lupa di berikan oleh keluarga Akmal kepada tuan rumah.
"Waalaikum salam".Jawab salam mr.smith.
Walaupun mr.smith belum memeluk agama Islam,tapi dia pikir menjawab salam itu adalah sebuah kewajiban dengan diajarkan oleh sang putri,mr.smith mampu menjawab salam itu.
Mr.smith menyerahkan seluruh rangkaian acara itu untuk di berikan pada seorang ulama yang mengerti dan paham tentang rangkaian acara.Dia hanya berbicara apabila mendapatkan giliran.Sedangkan Alifa,sengaja tak di hadirkan terlebih dahulu.
Dada Akmal berdegup begitu kencang sepanjang acara ini,ada rasa penasaran menyelimuti hatinya saat Alifa belum kunjung di hadirkan juga.Sama hal nya dengan Alifa yang tengah duduk di temani oleh Arumi,dia terharu mendengar lantunan ayat suci Al-Quran yang di bacakan oleh Akmal.
__ADS_1
Tak kalah mengharukan dari lantunan ayat-ayat suci Al-Qur'an,Alifa di buat meneteskan air mata saat sang ayah menyampaikan beberapa pesan untuknya dan juga Akmal.
"Untuk putri ku, Aisha Alifa.Aku memang bukan orang yang melahirkan mu bukan pula orang yang telah merawat mu dengan segenap tenaga dan jiwa raga yang telah di korbankan.Aku juga tak mengislamkan dia,justru dia lahir dalam keadaan masih kafir.Tapi,dia ternyata memilih jalan lain.Hingga akhirnya _".Mr.smith menjeda ucapannya,mengusap buliran air mata yang menetes di pelupuk matanya.
Semua tamu rombongan tak ada yang meneteskan air mata.Semua menangis, mendengar ucapan Mr.smith.Sudah bukan rahasia umum lagi,bahwa mr.smith mengusir anak kandungnya sendiri, hingga kebencian itu memenuhi hati Alifa.
Di lain ruangan,Alifa yang tengah mendengar pembicaraan itu juga meneteskan air mata bila mengingat masa kelamnya.
"Hingga, aku mengusir putri kandung ku sendiri ".Ucap Mr.smith, melanjutkan ucapannya."Ternyata perdebatan yang berujung pengusiran itu telah membuat putri kandung ku membenci diri ku sendiri.Beruntungnya putri ku bertemu dengan seorang pria.Pria itu yang tengah duduk di hadapan ku".Ucap mr.smith sembari menunjuk kearah duduk Akmal.
Akmal menganggukkan kepala,takzim.Tak lupa ulasan senyum dia berikan untuk calon mertuanya itu.
__ADS_1