Cinta Datang Terlambat

Cinta Datang Terlambat
Part 63


__ADS_3

"Huh dasar ganggu orang yang lagi nyantai aja,tau itu bukan bagian aku malah nyuruh ngerjain yang lain.Gak tau apa aku nih capek".Gerutu Alifa,mengomel sepanjang jalan.


"Kalau merasa keberatan ngomong langsung, jangan ngedumel di belakang".Sahut Akmal menimpali ucapan Alifa.Sedari tadi memang Akmal sengaja membuntuti Alifa.


Alifa menoleh kearah belakang."Hehe".Alifa tersenyum kecut, ketauan ngedumel di belakang.


"Ayo ngomong, mumpung ada orangnya".Ucap Akmal,menantang Alifa untuk berkeluh kesah.Kini dia sudah berada di hadapan Alifa.


Alifa menundukkan pandangan kearah lantai,malu bercampur sedih karena ketauan ngedumel.'Yeh nih orang ngapain sih pake acara ngikutin segala,kan ketauan aku protes'Ucap Alifa membatin.


"Kenapa diem,malu?".Tanya Akmal, menatap tajam.


"Gak ada kok,nih aku langsung mau nyuci piring,bantuin Fahri".Tak ingin mendapat pertanyaan lagi di tambah dengan tatapan yang menghunus mata,Alifa kembali melanjutkan langkahnya.


"Hah,dasar wanita pemalas".Geram Akmal.


"Dah,sini aku bantuin".Ucap Alifa, menawarkan diri.


"Gak usah Al,biar aku aja".Sahut Fahri tak enak hati.

__ADS_1


"Gak papa biar Alifa yang nyuci piring,kamu pergi ke depan".Bukan Alifa yang menjawab melainkan Akmal.


"Aish nih orang cita-cita nya pengen jadi detektif kali yah,hobinya ngebuntutin orang aja".Gumam Alifa lirih,tak ada yang mendengar ocehannya yang memprotes kelakuan Akmal.Sebab Alifa bergumam pelan.


"Lah kok ke depan pak?".Tanya Fahri,tak mengerti.


"Kamu bantuin Arsya tutup gerainya.Nih udah mau tutup kan?".Jelas Akmal, menginterupsi Fahri untuk lekas pergi


"Oh iya pak".Sahut Fahri sambil berlalu untuk pergi ke depan.


"Udah tau mau tutup malah maksa orang buat kerja yang bukan bagiannya pula".Protes Alifa yang sejak tadi sudah tak tahan ingin memprotes tapi di tahan,menunggu Fahri pergi berlalu.


"Ok".Sahut Alifa.


Tangan Alifa meraih spon lalu di baruri dengan sabun pencuci piring dengan merek s*****, di remas-remas nya spon itu hingga berbusa.Setelah di rasa cukup tangan kiri di gunakan untuk memegang piring dan tangan kanannya di gunakan untuk mengenggam spon.Di gosokkan pada permukaan piring dan membilasnya satu persatu.


"Capek bener".Keluh Alifa di tengah-tengah kegiatan nya mencuci piring.


"Kalau capek ngapain kerja".Sahut Akmal, ikut menyumbangkan pendapatnya.

__ADS_1


Memang sedari tadi Akmal tak beranjak dari dapur kotor itu,ingin memperhatikan kinerja kerja Alifa atau lebih tepatnya khawatir terbalut sikap tegas yang berusaha di bangun agar tak mengundang kecurigaan.


Alifa tersentak kaget bukan main, Karena lagi lagi Akmal ada di belakangnya."Kenapa sih masih ada disini gak bisa apa lihat orang fokus ke kerjaannya?".Protes Alifa,tak terima Akmal mengawasi kinerja kerjanya.


"Kalau di tanya itu di jawab bukan balik bertanya.Itu namanya gak sopan".Sahut Akmal tak mau kalah debat.


"Ya ya ya, seperti anda inginkan".Ucap Alifa,mengalihkan perhatian dengan kegiatan mencucinya.


"Katanya capek,tapi masih di lakuin?".Sentak Akmal.


"Sebab aku bukan dari orang yang berada,yang mengandalkan kekuatan uang untuk mendapatkan segalanya.Aku harus kerja keras,kerja nyata dan juga kerja cerdas sebab dunia ini keras bos".Sambar Alifa menekankan setiap kata-kata nya agar di pahami oleh orang berada, seperti Akmal.The power of money adalah kekuatan bagi mereka untuk mendapatkan segalanya.


"Bukankah kamu itu putri nya pak Samuel,salah satu konglomerat yang berasal dari China?, seharusnya kamu gak perlu capek-capek kerja dong?".Tanua Akmal, memberondong pertanyaan pada Alifa.


Deg


Pertanyaan itu seakan mengarah pada masalah yang terjadi di keluarganya.Pertanyaan yang mungkin sederhana bagi Akmal namun mengandung pesan tersirat.Seperti orang yang memojokkan.


Alifa menghentikan kegiatan mencucinya, membalikkan tubuh ke arah belakang agar bisa berhadapan dengan Akmal.

__ADS_1


"Maksud anda?".


__ADS_2