
"Kira-kira, mereka ada masalah apa ya, kak?" Tanya Atria
"Ntahlah!" Jawab Riki
'Tuk tuk tuk' ketuk seseorang di depan pintu ruang UKS
"Iya!" Jawab Atria dan Riki
"Gimana keadaan lo?" Tanya Liam pada Atria
"Baik, kakak siapa ya?" Ucap Atria bertanya balik.
"Liam." Jawab Liam, menatap Atria yang berwajah tidak terlalu pucat seperti tadi.
"Kak Liam, yang bawa Atria ke UKS?" Tanya Atria, yang di angguki oleh Liam.
Atria tersenyum, "makasih ya kak," ucap Atria.
Liam mengangguk, "buat kemping hari rabu, siap?" Tanya Liam, menatap Riki dan Atria bergantian.
"Hari rabu?" Ulang Riki dan Atria berbarengan.
"Iya, rabu. Kenapa?" Tanya Liam, menatap Riki dan Atria heran.
"Cuman punya waktu satu hari dong?" Tanya Riki
Liam mengangguk, "di hari minggu kan buat istirahat kalian." Jawab Liam
"Berapa hari emang nya kak?" Tanya Atria
"Empat hari tiga malam." Jawab Liam
Riki dan Atria mengangguk
"Oiya Atria, barang-barang yang perlu di bawa minta catetan nya sama temen kamu aja yah." Ucap Liam
Atria mengangguk, "siap kak!" Ujar Atria.
"Yaudah, gue pergi dulu." Ucap Liam
"Sekali lagi makasih, kak." Ucap Atria
Liam mengangguk pelan, lalu melangkah pergi.
"Jangan kelamaan natap kak Liam nya. Nanti suka!" Ucap Riki ketus
"Ya emang kalau suka kenapa?" Tanya Atria, menatap Riki dengan wajah polos nya.
Riki menghembuskan nafasnya kasar, lalu menggeleng. "Gapapa sih." Ucap Riki pelan
"Kak Riki cemburu?" Tanya Atria, menatap Riki sayu.
Riki menggeleng pelan.
'Tuk tuk tuk' ketuk seseorang di depan pintu Ruang UKS
"Iya, masuk!" Jawab Atria dan Riki
"Assalamualaikum." Ucap seseorang, sambil berjalan menghampiri Riki dan Atria.
"Waalaikumsalam." Jawab Riki dan Atria.
__ADS_1
"Riki yah?" Tanya Hesti menunjuk Riki. Riki mengangguk pertanda iya.
Hesti tersenyum, "saya kakak pembina kamu!" Ucap Hesti
"Aku tau!" Ucap Riki
"Kamu, aku, apaan sih, engga banget." Batin Atria
Atria menatap Hesti sinis. Hesti tersenyum ke arah Atria
"Adik nya Riki yang sakit itu?" Tanya Hesti, menatap Atria lembut.
Atria hanya mengangguk lalu tersenyum paksa.
"Cantik yah!" Puji Hesti
"Makasih kak." Ucap Atria pelan.
"Oiyah ki, Aku kesini cuman tanya, ikut kemping?" Tanya Hesti
Riki mengangguk, "ikut kak." Jawab Riki
"Sama adik kamu?" Tanya Hesti, menatap Atria lalu tersenyum lembut.
"Iya!" Ujar Riki
"Yakin? Adik kamu lagi sakit loh. Jangan maksain!" Ucap Hesti
"Baik banget sih kak Hesti!" Batin Atria
"Gapapa kak, besok juga sehat kok!" Ucap Atria lembut lalu tersenyum tulus.
"Kalau masih sakit jangan maksain yah, kasian tubuhnya. Takutnya nanti kecapean, terus sakit lagi." Ucap Hesti
Hesti mengangguk, "barang-barang yang harus di bawa minta sama temen kamu aja yah, ki." Ucap Hesti
"Iya kak." Ucap Riki
"Yaudah, kakak pergi dulu. Atria cepet sembuh yah, inget pesan kakak. Kalau sakit jangan maksain ikut." Ucap Hesti lembut, mengusap rambut Atria lembut. Lalu melangkah pergi.
"Biasa aja natap kak Hesti nya!" Ucap Atria ketus
"Kenapa?" Tanya Riki, menatap Atria sambil menaik turunkan alis nya.
"Nanti suka!" Jawab Atria pelan
Riki tersenyum, "kamu cemburu?" Tanya Riki, menangkup pipi Atria supaya menatap nya.
"Engga." Ucap Atria sambil menggeleng.
"Kalau cemburu gapapa sih!" Ucap Riki, "jujur, aku juga tadi cemburu pas kamu tadi sama kak Liam!" Ungkap Riki
Atria tersenyum, "iya, Atria cemburu kak!" Ucap Atria pelan.
Riki tersenyum, "gimana kalau kita buat komitmen?" Tanya Riki
"Komitmen apa?" Ucap Atria
"Kita gak akan punya pacar sebelum kamu lulus SMA, gimana?" Tanya Riki, posisi nya wajah Atria tetap di tangkup Riki
"Oke!" Jawab Atria mantap
__ADS_1
"Deal?" Ucap Riki, menjauhkan kedua tangan nya dari wajah Atria, lalu mengulurkan tangan nya di hadapan Atria.
"Deal!" Jawab Atria mantap, menyambut uluran tangan Riki.
Riki tersenyum, lalu memeluk Atria. "Aku sayang kamu!" Bisik Riki di telinga kanan Atria.
"Aku juga sayang kakak!" Ucap Atria, di benamkan wajahnya pada dada bidang Riki.
Rita Farel Vov
"Kak, ayolah ini masalah kecil!" Ucap Rita pelan, menatap Farel jengah.
"Oke. Aku tau ini kecil. Tapi coba bayangin sama kamu, kamu ada di posisi aku dan aku ada di posisi kamu. Apa yang bakal kamu lakuin?" Tanya Farel
"Ya, selama gak berlebihan, gapapa lah." Jawab Rita
"Jadi kamu engga sayang sama aku?" Tanya Farel
"Bukan gak sayang Farel." Teriak Rita
"Apa? Ulangi sekali lagi?" Ucap Farel menatap Rita tajam.
"Maaf!" Ucap Rita pelan, di tundukan wajah nya sambil ***-remas kedua telapak tangannya.
"Ulangi sekali lagi." Ucap Farel penuh penekanan. Di angkatnya wajah Rita dengan kasar, di cengkeraman nya pipi Rita menggunakan tangan kanan nya, di dekatkan wajahnya menyisakan hanya berjarak 3 cm dengan wajah Rita
Rita menelan saliva nya pelan, ia belum pernah melihat Farel semarah ini. Meskipun Rita menyebalkan tapi Farel tidak pernah sekasar ini dan marah sampai seperti ini.
"Kak." Ucap Rita pelan, ia harus berjinjit, karna cengkeraman tangan Farel pada kedua pipinya.
"Tadi kamu bilang apa?" Tanya Farel pelan tapi tajam. Matanya beradu dengan mata milik Rita, nafasnya memburu.
"Kak...
"Sebelum itu!" Teriak Farel, mendorong tubuh Rita pelan sampai menempel pada tembok belakang sekolah. Di kuncinya tubuh Rita menggunakan tangan kirinya, di cengkeraman nya kembali pipi Rita menggunakan tangan kanan nya. Jarak masih sama, Farel hanya menyisakan jarak wajah dirinya dan Rita hanya 3 cm.
Yaps, mereka berada di belakang sekolah, sepi, sunyi, pas untuk menyelesaikan masalah.
"Maaf! Tolong lepas tangan kakak, sakit." Rintih Rita, matanya berkaca-kaca meminta keibaan dari Farel. Tapi Farel tidak peduli.
"Di tanya jawab!" Ucap Farel sinis
"Maaf kak maaf!" Ucap Rita lirih, air matanya telah menetes membasahi kedua pipinya.
Farel menatap Rita tajam, dadanya naik turun, nafasnya memburu.
"Kak sakit!" Rintih Rita, kedua tangan mengilnya mencoba melepaskan cengkeraman tangan Farel pada pipinya. Tapi nihil, tidak bisa.
"Kamu itu cuman milik aku! Milik aku!" Ucap Farel lirih, di dekatkan wajahnya menghapuskan jarak di antara keduanya. Di kecupnya bibir Rita lalu menciptakan sebuah irama (ngerti kali yah:v ๐ )
Dada keduanya naik turun, nafas nya masih memburu. Jarak di antara keduanya hanya beberapa inci.
"Kak...
"Kamu faham?" Tanya Farel, "kamu cuman milik Aku! Aku bisa melakukan hal lebih dari ini kalau kamu coba-coba berpaling dari aku!" Ucap nya. Matanya menatap Rita tajam.
Rita mengangguk paham, di palingkan wajahnya ke arah lain.
Tapi Farel kembali menyentuh pipi Rita dan memaksa kembali agar menatapnya
"Aku minta maaf!" Ucap Farel lirih, di usapnya bibir Rita menggunakan ibu jarinya, mencari sisa syahdu yang baru saja ia ciptakan.
__ADS_1
Rita mengangguk pelan, tangan nya terulur mengusap kedua pipi Farel. "Aku juga minta maaf!" Lirih Rita
Farel tersenyum, lalu menarik Rita kedalam pelukan nya. Di satukan nya kembali wajah mereka dan kembali menciptakan sebuah irama๐ .