
"Kau cantik sama seperti mendiang ibu mu tapi kau juga memiliki watak sama kerasnya dengan ku".Ucap mr.smith, membuka percakapan.
"CK,aku kesini bukan untuk mendengarkan omong kosong mu".Alifa berdecak geram."Cepat katakan atau aku pergi dari sini dengan begitu ambisi mu tak akan terealisasi".Ancam Alifa,menurutnya mr.smith terlalu mengulur waktu.
"Apa ini ulah mu".Tanya mr.smith, melemparkan berkas pada Alifa.
Alifa sigap menangkap lembaran kertas itu yang menurut nya itu pasti berisi sebuah laporan."Hahaha".Alifa tertawa begitu keras setelah membaca berkas itu.
Mr.smith mengerutkan keningnya,heran dengan sikap Alifa."Iya itu ulah mu kan?,kenapa?".
"Karena aku ingin kamu merasakan apa yang aku rasakan.Hidup sengsara lebih tepatnya di sengsarakan dan aku ingin kamu juga merasakan apa yang ku rasakan".Sahut Alifa, berapi-api sekali."Lagian kau juga kn dalang di balik meninggal nya istri mu sendiri?,kau penyebabnya".Teriak Alifa, berdiri dari duduknya sambil menunjuk mr.smith dengan telunjuknya.
__ADS_1
"Tenangkan dulu emosi mu,Alifa.Kendalikan amarah mu,sebab apa yang kamu tuduhkan itu semua salah".Ucap Mr.smith,menjelaskan dengan tenangnya tak terkejut dengan kemarahan sang putri.
"Tenang kata mu,bagaimana bisa aku tenang saat yang ada di hadapan ku adalah seorang pembunuh maniak.Tega menghancurkan kehidupan putrinya sendiri".
"Lalu apa yang ingin kamu inginkan?, keadilan?,balas dendam?.Untuk apa itu semua Alifa?,sedangkan di sini tak hanya kamu yang menjadi korbannya tapu aku.Kamu korban dari hasutan orang lain hingga menyebabkan kamu membenci ku_".Mr.smith menjeda ucapannya, membiarkan Alifa mencerna ucapan nya.
Tak ayal apa yang di ucapkan mr.smith membuat Alifa kembali goyah.Dis korban dari hasutan orang, sedangkan ayahnya juga menjadi korban.Sandiwara apa yang sebenarnya terjadi disini
"Aku korban dari fitnah dan aksi balas dendam Putri ku sendiri.Aku di jadikan kambing hitam atas penyebab kematian istri ku sendiri padahal aku sendiri bukanlah pelakunya".Ucap mr.smih kembali menjelaskan.
"Bukan anda,tapi kenapa anda tidak menjelaskan nya pada ku?".Tanya Alifa, pikirannya kembali normal setelah tadi termenung cukup lama.
__ADS_1
Mr.smith menundukkan pandangan nya,tak lagi menatap sang putri."Aku tidak tau kamu melihat sepenggal kejadian saat ibu mu merenggang nyawa,aku tidak tau kamu membawa kebencian itu sampai saat ini,aku kira kamu membenciku karena pertengkaran kita akibat aku menentang kamu berpindah keyakinan".Ucap mr.smith,menyesali semua sikap acuhnya di masa lalu hingga tak pernah berusaha mengerti perasaan putrinya.
"Aku membenci mu karena aku pikir kamu lah dalang di balik kematian ibuku, kebencian itu semakin dalam saat kau mengusir ku.Kau dengan angkuhnya melepaskan marga yang selama tujuh belas tahun aku sandang di depan nama ku".Sahut Alifa, menatap tajam sang ayah,tak tergerak hatinya untuk ikut merasakan penyesalan.
"Maaf Alifa untuk itu.Aku memang bukan ayah yang baik untuk mu,hingga aku tidak berusaha untuk memahami keinginan mu.Kematian ibu mu adalah pukulan terbesar dalam hidup ku_".
"Tapi bukan berarti harus sibuk kerja,mengabaikan putri kecil mu yang membutuhkan kasih sayang,yang ingin di dengar setiap keluh kesahnya dan mendapatkan pelukan hangat dari ayahnya bukan seperti kau.Kau menutup diri dari dunia luar.Lupa masih ada buah cinta kalian yang haus akan kasih sayang".Teriak Alifa,menyambar ucapan Mr.smith.Setetes air mata jatuh tanpa permisi.Benteng pertahanan nya runtuh begitu mengucapkan masa kelamnya.
Mr.smith tak kalah sedih, ternyata dugaannya salah.Dia mengira Alifa membencinya karena pertengkaran hebat akibat dia menentang Alifa berpindah keyakinan,dia juga mengira Alifa adalah korban dari hasutan orang agar membencinya dengan tuduhan dia lah dalang di balik kematian mendiang istrinya itu.
"Aku bisa terima kamu menentang ku karena aku berpindah keyakinan _".Alifa menjeda ucapannya."Aku juga bisa menerima kematian ibu ku.Tapi,aku merasa sakit hati karena kau tidak pernah sedikitpun memberikan kasih sayang mu untuk ku,lupa masih ada aku yang harus kau pikirkan.Kau laki-laki egois dan tak berperasaan ".Lanjut Alifa,memukul meja dengan kerasnya, meluapkan amarah yang berkecamuk di dalam hatinya itu.
__ADS_1