Cinta Datang Terlambat

Cinta Datang Terlambat
Part 42


__ADS_3

"Sayang dia itu siapa?".Samantha merajuk pada kekasihnya,merasa tak rela sang kekasih dekat dengan wanita yang lebih cantik darinya.


"Kan aku udah mengenalkan dia.Dia hanya asisten merangkap sekertaris,hanya itu.Tak ada hubungan lebih dan tak akan pernah lebih".Jelas Deon,panjang lebar kali tinggi.


"Tapi,dia cantik loh".Samantha terus mengintrogasi Deon tanpa lelah.


"Ah cantikan kamu kali".Deon mengedipkan sebelah mata,menggoda sang kekasih.


"Ah kamu paling bisa".Samantha tersenyum malu di goda oleh sang kekasih.


"Diantara milyaran manusia,hanya kau seorang yang aku cinta".Deon menangkup wajah samantha,mengecup pipi sang kekasih.Hanya sebentar tapi sukses membuat Samantha malu-malu.cubitan kecil Samantha berikan pada perut sang kekasih.


"Aw sakit sayang".Deon meraih tangan Samantha untuk dia genggam.Jadilah sepanjang perjalanan mereka saling berpegangan,membuat iri siapapun yang melihatnya.


"Aw sweet nya".Celetuk si karyawati sambil mengelus pipinya sendiri".


"Cute yah".Timpal karyawati di sebelahnya.

__ADS_1


"Ah jadi pengen".Ucap mereka bersamaan.


Deon dan Samantha tak jadi makan siang di restoran.Mereka hanya bisa makan siang di kantin kantor.Sebab,Samantha mendadak harus segera kembali ke kantornya.Tak apa baginya,asal bisa makan berdua dengan sang kekasih,mengobati rindu yang amat dalam walau dengan waktu yang terbatas.


Tinggallah Alifa yang sejak tadi melihat-lihat berkas,tapi tatapannya tak fokus pada berkas yang ada di hadapannya.Kejadian tadi begitu mendadak,tak memberikan ruang waktu untuknya mencerna setiap potongan adegan.Meski sudah di pertegas oleh kedua belah pihak bahwa mereka tengah menjalin kasih.


"Come on Alifa,fokus".Alifa mengibas-kibaskan tangan ke depan matanya,memberikan kesadaran penuh untuk kembali fokus.


"Ah kenapa rasanya sakit?,padahal sebelum-sebelumnya tak pernah sesakit ini".Gumam Alifa, memukul-mukul dadanya yang terasa sesak.


"Sadar diri Alifa".


Alifa yang yang tak menyadari Deon yang sudah kembali ada di hadapannya itu hanya bisa menundukkan kepala.


"Gak ada pak".Kilah Alifa,tak ingin membuat Deon terus menginterogasinya.


"Oh yaudah,aku masuk dulu ke dalam yah".Tanpa menunggu jawaban dari Alifa,Deon berjalan menuju ruangannya.

__ADS_1


"Ais,lancang sekali nih mulut".Alifa memukul mulutnya sendiri yang lancang berbicara tanpa melihat situasi.Yah,namanya juga patah hati.Mana mau diajak kompromi.


.....


Waktu,kali ini terasa lama bagi Alifa yang patah hati ini.Yah,kalau boleh di bilang.Tapi,Alifa yang selama ini dekat dengan Deon tak pernah merasa jatuh cinta,meski getaran di hatinya itu kian berdegup kencang saat berada dekat dengannya.Tapi,mengagumi juga enggak.Harusnya aman-aman aja.


Buka,duduk dengan gelisah.Melirik jam di pergelangan tangannya sesering mungkin.Berharap waktu bisa berputar dengan cepat.Rasa-rasanya ingin menghilangkan dari permukaan bumi.Andai bisa.


Malam kembali menyapa.Dinginnya angin malam,menambah kesan sunyi dan sepi di malam-malam hari yang selalu di lewati oleh Alifa dengan kesendirian.


Album foto itu tak lagi di lihatnya.Pasrah akan nasib hidupnya,tak lagi duduk termenung.Merindukan keluarganya yang ternyata amat dekat dengannya tapi jauh di hati.


Di dibentangkannya saja diatas lantai,untuk melaksanakan shalat Sunnah tahajud.Memohon dan bersimpuh pada yang Maha Kuasa berharap semua doanya terkabul oleh sang Maha Kuasa.Dalam lantunan do'anya Alifa mengadukan segala gundah gulana dalam hatinya.Dalam do'anya Alifa bertanya tentang apa yang akan di siapkan untuknya.Mengapa,prosesnya amat berat untuk dia lalui.Setiap harinya masalah datang silih berganti.


Menghunus,tepat pada ujung kesabarannya.Lelah,rasanya lelah Alifa selalu mendapatkan masalah hidup tanpa ada titik cahaya penerang.Bukan kebahagiaan yang Alifa dapatkan pada akhirnya.Namun masalah itu justru semakin menambah beban hatinya.


Sambil berurai air mata dia mencurahkan isi hatinya.Berharap kebahagiaan segera datang menghalau segala halang rintang cobaan yang di hadapinya.

__ADS_1


Lama Alifa mengadukan nasib hidupnya.Hingga,dia tak tertidur dalam balutan mukena putih nan harum itu.


__ADS_2