
Ivan bersandar di kursi sofa milik keluarga zahra ia masih enggan untuk beranjak pergi hatinya berontak ia ingin zahranya segera memaafkan dan kembali seperti biasa
Tangan kanan nya aktif memijat pelan dahinya yang terasa pusing dan pening 'apa yang harus aku lakukan Tuhan' batin ivan tepukan halus menyadarkan ivan dari lamunan nya dan membuat ivan mau tak mau menoleh
Di balik pintu kamar zahra menangis sesenggukan hatinya merasa ragu mendengar ivan mengatakan cinta padanya
Bagaimana bisa ivan mengatakan nya sedangkan ia beberapa hari telah menghilang entah kemana dan tidak khawatir akan keadaan zahra dan orang yang di lukainya selain zahra
Oyah Riki! Bagimana keadaan Riki ia sampai lupa untuk menjenguk kakak dari sahabatnya itu lantaran terlalu banyak nya masalah
Zahra memejamkan matanya kuat kuat menahan sakit keraguan di hatinya, apa ia harus percaya dengan apa yang di katakan ivan sungguh hati zahra sangat ragu
Kekecewaan yang ivan tanamkan ternyata amat membuat zahra terluka
~ ~ ~
Wajah atria tertunduk hatinya berkecamuk ada apa dengan kakak nya kenapa setelah sadar semuanya terasa berubah
Riki kakaknya menjadi seperti itu apa yang terjadi sebenarnya dan ada apa dengan kak riki kenapa dia seberani itu pada dirinya
"Hey" ucap riki pelan menyadarkan atria dari lamunan nya
__ADS_1
Atria menatap riki "kak" ucapnya pelan "ini keterlaluan tidak seharusnya kita seperti ini kita ini adik kakak jangan sampai ada rasa di antara kita"
Riki tersenyum, senyum yang ah mungkin hanya dirinya dan tuhan lah yang tau "maaf sayang" hanya kata itu yang mampu riki ucapkan
Katakan atria bodoh seharusnya di keadaan seperti ini dirinya tidak usah berbicara seperti itu karna ini bukan waktu yang tepat riki sedang sakit mungkin saja itu efek rasa sakit hmm mungkin
"Ah ka...
"Aku ingin pulang" potong riki cepat
"Pulang?" Atria menatap riki bingung
Riki mengangguk "gak nyaman ada di sini"
Riki menggelang "pengen sekarang" ucapnya kekeh
"Tapi kak...
"Sekarang ya sekarang" potong riki ucapan nya pelan tapi tajam di telinga atria sepertinya atria juga tidak bisa menolak karna ucapan riki seperti perintah yang tidak ingin di tolak
"Baiklah" ucap atria pelan meninggalkan Riki di ruangan nya sendirian
__ADS_1
Riki memejamkan matanya ia ingin sekali segera mengetahui yang sebenarnya, siapa atria di hidupnya? Mengapa rasa ingin memeliki atria sebagai kekasih begitu besar
~ ~ ~
"Kak ada yang ganjal gak sih perhatian kak Riki ke atria mereka bukan seperti adik kakak pada umumnya" ucap Rita pada Farel kekasihnya ketika mereka telah selesai makan
"Aku fikir juga gitu sih yang tapi positif thinking aja mungkin Riki terlalu sayang sama Atria" ucap farel
"Hmm tapi kak pandangan aku tentang perhatian yang kak Riki kasih ke Atria itu kaya ke pacar gitu kak bukan adik" ucap Rita kekeh sambil mengaduk aduk minuman nya
"Kamu sering merhatiin Riki?" Tanya farel seraya menaik turunkan alisnya
"Engga" ucap Rita menggelang cepat
"Kamu suka sama dia?" Tanya Farel dingin
"Apaan sih yang aku tuh merhatiin kak Riki cuman sesekali kalo lagi sama atria doang" ucap Rita menjelaskan
"Bukan nya Riki emang sering sama atria jadi kamu sering dong merhatiin Riki" ucap Farel sinis
"Ih yang kamu tuh kenapa sih, cemburu sama kak Riki lagian aku suka sama kak Riki karna dia baik,pengertian,perhartian bukan karna suka dalam artian bisa jadi lebih" ucap Rita matanya mulai berkaca kaca "lagian aku tuh suka, sayang, cintanya sama kamu" tambahnya ia mulai meneteskan air mata
__ADS_1
Farel tersenyum "bercanda sayang baperan" Ucap farel tangan nya terulur menghapus lembut air mata Rita "aku tuh kaya gitu cuman mancing kamu supaya kamu bilang sayang sama aku" tambah Farel di akhiri dengan sebuah cengiran
"Ih jahat" ucap Rita kesal