
Akmal telah berhasil meluluhkan hatinya,menghancurkan kerasnya hati dan menghapus rasa dendam itu dengan sebuah kebahagiaan.Rasa ragu dan takut berlebihan telah di tepisnya dengan begitu mudah dan juga dia mampu menghalau segala macam rintangan dan perdebatan kecil yang mungkin akan menjurus pada batalnya sebuah pernikahan.
Dialah, laki-laki nya yang mampu membuat Alifa bertekuk lutut dengan sikap dan perbuatannya.Kemenangannya di tandai dengan sebuah pernikahan,janji suci yang akan terikrar dengan di saksikan oleh banyak pasang mata.
Akmal yang sedari dia hari lalu,selalu mengembangkan senyum sumringah nya dan juga mengucapkan syukur karena pada hari ini,dia akan mempersunting wanita yang di cintai terlepas dari segala permasalahan yang ada.
Dia duduk di antara pak Jabir,selaku ayah kandungnya dan juga ibu Helena,selaku ibu kandungnya dengan di belakangnya terdapat sanak keluarga yang ikut serta hadir dalam acara sakral itu dan hanya di lakukan sekali seumur hidup itu.
"Hapus air mata mu itu".Peringat,pak Jabir.
"Iya,ntar makeup kamu luntur".Sahut ibu Helena, mengingatkan.
Yah,tak di pungkiri oleh akmal di tengah -tengah senyum sumringah,dia meneteskan air mata kebahagiaan.
"Aku menangis karena terlalu bahagia".Ucap Akmal.
Pak Jabir dan ibu Helena juga tak menampik bahwa mereka juga bahagia,karena anak semata wayang mereka menikah dengan wanita yang berasal dari kalangan atas.Putri dari pemilik perusahaan raksasa,tak hanya itu memang mereka juga ikut andil dalam menyaksikan kisah cinta antara akmal dan Alifa,meski peran mereka berada di balik layar.
Tamu undangan banyak di hadiri oleh para kolega bisnis dan juga sanak keluarga mereka.Tentu tanpa mengundang perusahaan yang di pimpin oleh Deon.
__ADS_1
Rangkaian demi rangkaian acara telah di lewati dengan lancar dan tak ada hambatan berarti.Hingga tiba pada acara inti,yaitu ijab dan qobul.
Akmal duduk di hadapan me.smirh dengan di sisi kanannya terdapat penghulu,orang yang akan membimbing dia dalam pengucapan ijab dan qobul, tanpa Alifa yang sengaja tak di hadirkan langsung.
Suasana yang tadinya riuh gemuruh,mendadak menjadi mencekam.Inilah moment yang paling di tunggu dan di nantikan.
Penghulu itu membacakan indentitas kedua mempelai, memberikan sedikit nasehat dan juga bimbingan sebelum pengucapan ijab dan Qabul.
Kameraman siap dengan kameranya, videografi siap dengan videonya, begitu pun dengan tamu undangan.Siap menyalakan handphone dan kamera di tangan nya,merekam dan memvideo proses pengucapan ijab dan qobul itu.
Mr.smith berjabat tangan dengan mempelai pria dan juga di bimbing dalam proses pengucapan ijab dan qobul itu.Hingga hentakan tangan, membuyarkan perasaan akmal.
Akmal begitu lantang dan fasih mengucapkan ijab dan Qabul dengan satu tarikan nafas,tanpa ada kesalahan berarti.
"Sah".Ucap tamu undangan dan juga para sanksi yang di hadirkan.
Tangis haru pecah begitu saja,termasuk Alifa yang masih berada di ruang rias pengantin.Ucap syukur dia lantunkan begitu kata sah terucap.
Alifa yang di dampingi oleh sanak saudaranya itu, meneteskan air mata di pelukan bibi nya.
__ADS_1
"Nona Alifa,ingat".Suara peringatan itu terdengar begitu nyaring.
"Hehe".Alifa hanya menyengir kuda.
Tibalah saat yang paling mendebarkan,dimana mempelai pria di pertemukan dengan mempelai wanita.
Alifa berjalan keluar dari persembunyiannya dengan di dampingi oleh Bridesmaids yang mengiringi langkah kakinya.Para tamu undangan begitu penasaran dengan sosok pengantin wanita begitu pun dengan akmal.
"Masha Allah Tabarakallah".Ucap Akmal ,begitu melihat paras cantik istrinya.
Alifa di tuntun oleh Bridesmaids nya ke hadapan Akmal.Tangan Alifa terulur demi mengecup tangan suaminya.
"Assalamu'alaikum,imam ku".Ucap Alifa.
"Waalaikum salam, Khumaira ku".Jawab Akmal,sembari mengecup kening Alifa seraya melantunkan do'a.
"AW so sweet".Ucap serempak tamu undangan.
Saat itulah,saat dimana semua orang tengah menyaksikan keromantisan kedua pengantin itu.Tiba- tiba ada suara teriakan dari seorang pria.
__ADS_1
"Berhenti".