Cinta Datang Terlambat

Cinta Datang Terlambat
Part 164


__ADS_3

Sudah dua hari semenjak kejadian dimana Deon mengamuk dan membawa Alifa ke sebuah ruangan gelap,sudah dua hari pula Deon terbaring di kamarnya dengan luka lebam yang mulai samar.


Deon masih betah berbaring diatas kasur king size nya, merasakan sekujur tubuhnya yang masih dalam proses penyembuhan.


Dia tidur telungkup,memandangi langit-langit kamarnya dengan nuansa interior klasik-modern.


Ingatan nya menolak lupa,tentang kejadian di dua hari lalu yang menyebabkan tubuhnya terdapat luka memar amat memilukan pada saat itu,hanya sebuah belas kasihan yang mampu menyelamatkan dirinya dari terkaman binatang buas kiriman.


"Aisha Alifa".Gumam Deon.


Yah,Deon terus menyebutkan nama wanita yang berhasil memporak-poranda hatinya,telah merusak tatanan kehidupannya.Lagi,wanita adalah sebuah kelemahannya.


"Kau,wanita licik benar-benar licik.Aku kira hanya Samantha saja, tapi kau jauh lebih sadis".Gertak Deon.


Hati yang terkunci telah terbuka kembali,bukan untuk menerima cinta tapi sebuah pengkhianatan lagi dan lagi.

__ADS_1


Deon yang dua hari ini mendapatkan sebuah perawatan menolak untuk di rawat di rumah sakit,dia lebih memilih di rawat di rumah saja dengan mommy danita yang setia menemaninya.


Dia juga tau masalah putranya, tapi dia tak berdaya.Cinta dan wanita sekali lagi telah berhasil merusak kehidupan putra satu-satunya itu.Dapat dia rasakan pula perasaan Deon terhadap wanita yang sering di sebutnya.Ada rasa kecewa,marah dan dendam.


Penyesalan kembali hadir di dalam hatinya,tapi lagi mommy danita tidak berdaya.Seperti saat ini,saat dia tengah mengantarkan nampan sarapan Deon,dia tak sengaja mendengar nama wanita yang menyakiti hati Deon.


Dia tak berani masuk ke dalam,sebab Deon pasti akan mengamuk,seolah dia trauma dengan yang namanya wanita, meskipun dia adalah ibu kandungnya sendiri.


"Secinta itukah kamu kepada dia?, wanita yang kau panggil Alifa itu.Tamu sekaligus perampok?".Gumam mommy danita.


Akmal dan Alifa tengah berbahagia menjalani kehidupan baru mereka sebagai sepasang suami-istri terlepas dari kejadian di hari pernikahan mereka.


Alifa sudah menjadi nyonya Al-Hussain,dia dan Akmal mendiami rumah pemberian mr.smith sebagai kado pernikahan mereka.Lengkap lah sudah kebahagiaan nya dalam hidupnya yang penuh derita dan kesedihan.


Alifa dan Akmal tengah sarapan bersama,di hari kedua mereka dalam menjalani bahtera rumah tangga.Sarapan pagi bisa menjadi alat komunikasi diantara keduanya karena kesibukan masing-masing.Seperti saat ini,Alifa yang sudah mulai masuk kerja lagi tengah menyiapkan sarapan untuk suaminya.

__ADS_1


"Nasi goreng dan telur dadar sudah siap.Tinggal membangunkan si bayi besar".Ucap Alifa.


Dia yang sudah selesai menyiapkan sarapan untuk suaminya,hendak berbalik untuk membangunkan suaminya.Tapi,belum juga dia berbalik badan, tiba-tiba dia di kejutkan oleh sebuah pelukan hangat dari belakang.


"Selamat pagi, Khumaira ku".Ucap Akmal,mengecup pipi kiri istrinya dari belakang.


Alifa terlonjak kaget dengan perlakuan Akmal yang secara mendadak.Lagi dia selalu kaget dengan pelukan akmal.


"Kau mengagetkan ku saja,beruntung aku tidak memegang pisau".Sahut Alifa.


Akmal membalikkan tubuh istrinya,mengecup kening nya amat lama dan dalam, memberikan ucapan selamat paginya.


"Maaf sayang, habisnya tubuh kamu itu kayak magnet.Pengennya nempel terus".Ucap Akmal sembari mengelus-elus kan kepala ke lengan Alifa.


"Seperti biasa,bayi gede minta di manja". Celetuk Alifa.

__ADS_1


__ADS_2