Cinta Datang Terlambat

Cinta Datang Terlambat
Part 86


__ADS_3

Segenap rasa,jiwa,waktu dan raga akan Alifa tumpahkan dalam misi balas dendam nya, berharap kali ini tak ada aral melintang seperti sebelum-sebelumnya ada saja gangguan.Dua orang pria yang di dekatinya hanya untuk melancarkan aksi balas dendam nya, ternyata tak mampu cukup untuk memberikan dia dukungan yang ada dia selalu mendapatkan kritik dan saran.


Sesuai dengan perjanjian yang sudah di sepakati oleh mereka,kemarin.Alifa harus lah menjadi sekertaris Akmal untuk memudahkan dalam menyusun rencana.Apalagi Alifa berencana ingin memiskinkan ayahnya sendiri dengan menargetkan investor penanam saham di perusahaan ayahnya pimpin.Baik itu dalam skala besar maupun kecil.


Alifa yang paham dengan dunia bisnis,Kendati dia tidak mengenyam bahkan tidak sempat belajar langsung tapi dari kecil Alifa Selalu di didik dan di kenalkan langsung dengan dunia bisnis oleh ayahnya.Meski itu harus mengorbankan sang ibu.


Yah, ibunya Alifa meninggal dunia akibat kecelakaan kerja.Ambisi sang ayah untuk menjadikan anak dan istrinya sama seperti nya,kini merenggut nyawa orang yang di cintai nya.Satu- satunya harapan sang ayah adalah putri nya sendiri tapi sebelum itu benar-benar terealisasi kan sang ayah malah mengusir putrinya sendiri.


"Assalamu'alaikum,pagi Al".Ucap salam,kembali membuyarkan lamunan Alifa, tentang kehidupan masa lalunya.


Terlalu sibuk menerka kembali puing-puing masa lalu yang kini hampir rampung menyatu dalam bingkai air mata dan kesedihan.Alifa tak menyadari kehadiran Akmal bahkan mendengar pun tidak.


Akmal tersenyum kecut,tatkala kehadirannya tak di anggap, wanita nya terlalu fokus kembali menerka puing masa lalu."Hai".Sentak Akmal,memegang lengan Alifa dengan lembut.


"Hmmm yah".Ucap Alifa, gelagapan karena dia harus terpaksa kembali masa depan buka lagi berada di masa lalu.

__ADS_1


"Kamu ngelamun yah?,ngelamunin apa sih?,sayang loh cantik-cantik suka ngelamun".Ucap Akmal,kembali duduk di samping Alifa.


"Gak kok".Kilah Alifa.


"Hayoh,lagi ngelamunin apa sih?,nyampe kehadiran aku aja gak di anggap bahkan ucap salam ku pun tak di dengar".Keluh Akmal,memprotes Alifa yang sering melamun.


"Siapa juga yang ngelamun ah".Gertak Alifa,balik marah.


"Yah gitu lah yang punya dosa mah sukanya mengalihkan perhatian dengan balik marah".


Refleks tangan Alifa memukul bibir Akmal,tak terima dirinya di tuduh melamun, walaupun iya dia tadi melamun.Tapi,dia gak suka dengan cara Akmal mengatakan kejujuran.


"Aw sakit,sayang".Akmal mengaduh kesakitan,memegang bibir nya yang di geplak alifa.


"Sorry,habis nya tuh mulut kagak bisa di jaga".Kata Alifa,tanpa merasa bersalah sedikitpun.

__ADS_1


Andai Akmal tak bisa mengontrol emosinya,tentu Alifa akan menjadi sasaran kemarahannya.Seenaknya sekali dia berbuat kasar bahkan tanpa merasa bersalah sedikitpun.


"Ok, lupakan.Kita kembali ke laptop ".


"Laptop si Unyil maksudnya?".Kata Alifa,menyambar ucapan Akmal.


Alifa dan Akmal terlibat pembicaraan serius, membicarakan langkah yang akan mereka ambil.Memperhitungkan kemungkinan - kemungkinan yang mungkin akan terjadi atas apa yang mereka lakukan.Alifa yang sejatinya berwatak keras,tentu dia banyak menyanggah.Tak terima dengan keputusan Akmal.


"Kita, sebarkan rumor aja tentang tabiat buruk ayah ku".Begitu ide Alifa,di tolak mentah-mentah oleh Akmal.Baginya menyebarkan aib orang lain bahkan orang tua kandungnya itu tidak di benarkan apapun alasannya.


Mereka kembali terlibat pembicaraan alot,yang satu tetap ngotot dengan pendiriannya sedangkan yang satu seringnya membantah.


"Selamat pagi pak Akmal".Sapaan dari seorang pria membuat perdebatan itu terhenti.


"CK,menganggu saja".Gerutu akmal,pada asistennya.

__ADS_1


Yah,pria yang mengganggu debat nya adalah asistennya.Tak tau situasi dan kondisi sekali dia,main nyelonong masuk ke dalam tanpa melihat keadaan.


__ADS_2