
Wanita yang akan ikut bergabung di meja Deon dan Alifa adalah mommy danita.Wanita itu sekarang sudah berada di hadapan Alifa, tersenyum ramah.Menyambut seseorang yang pernah hadir dalam hidup putranya itu.
"Mommy,perkenalkan ini Aisha Alifa".Deon,mengarahkan mommy danita pada Alifa."Dan ini mommy danita artama_".
"Wilson,bukan Artama".Ralat,mommy danita.Seakan nama belakang yang sudah bertahun-tahun di sandangnya tak ingin lagi berada lekat di belakang namanya.
"Iya,mom.Maaf".Sahut Deon.
Alifa dan mommy danita saling berjabat tangan,kemudian mommy danita memeluk Alifa.Sesuatilu yang tak pernah terpikirkan olehnya, sehingga dia tak siap akan pelukannya itu.
"Kau,cantik".Puji mommy danita saat pelukan itu di lepaskan nya.
Alifa hanya tersenyum sebagai tanggapan."Mommy juga cantik".Ucap Alifa.
"Mom,Al.Duduk yuk".Sahut Deon yang sedari tadi hanya memperhatikan interaksi diantara keduanya.
'Katanya undangan dinner tapi kok cuman bertiga'.Ucap Alifa membatin.
__ADS_1
Selama mereka duduk sembari pramusaji itu mengantarkan hidangan untuk mereka,tak ada percakapan diantara mereka.Alifa seperti boneka saja,sebab dia sedari tadi hanya diam memperhatikan interaksi ibu dan anak itu.Hanya mereka berdua saja yang berbicara tanpa mengajak tamunya untuk sekedar berbasa-basi.
Menyesal pun tiada guna,sudah terlanjur datang.Yah sudah di nikmati saja.
"Ehem".Alifa berdehem untuk mengalihkan perhatian mereka.
Deon dan mommy danita menatap Alifa sekilas."Ada apa Al?".Tanya Deon, seakan benar-benar melupakan kehadiran Alifa yang sengaja di undangnya itu.
"Ada apa?,enteng amat ngomong kayak gitu".Ucap Alifa setengah berbisik.
Deon mengubah posisi duduknya agar lebih dekat dengan Alifa."Iya Al,aku minta maaf yah bila sedari tadi kamu hanya diam saja".Ucap Deon."Aku ingin,kamu ikut andil dalam proses sidang mommy ku dan daddy ".Ucap Deon,tanpa basa-basi langsung mengajukan permohonan.
"Aku?".Tanya Alifa sembari menunjuk dirinya sendiri.
"Iya kamu.Perceraian ini akan memakan banyak argumen dan menghabiskan pikiran,untuk itu aku memutuskan untuk meminta bantuan mu".Ucap Deon.
"Maaf,tapi aku tidak bisa.Aku bukan pengacara,bukan pula orang yang ada kaitannya dengan perceraian ini.Jadi, dengan berat hati aku menolaknya".Ucap Alifa,tegas.
__ADS_1
Deon mengusap wajahnya gusar,meski dia sudah memperkirakan akan penolakan itu.Tspi,Deon tak ingin menyerah begitu saja,itu semua demi mommy nya.
"Aku sarankan,hubungi kuasa hukum yang mengerti akan proses perceraian ini.Mereka ahli dalam hal ini".Sahut Alifa, memberikan usulan.
"Tapi,al_".
"Aku permisi".Ucap
Alifa,tak lupa dia tersenyum ramah sebelum dia pergi, meninggalkan mereka berdua.
Baru juga Alifa melangkah, tangannya terasa ada yang memegang.Benar saja dugaannya,sebab mommy danita tak rela Alifa pergi begitu saja."Tunggu,Al". Ucapnya,dia bangkit dari duduknya agar sejajar dengan Alifa.
"Kita belum sempat mencicipi hidangan makan malamnya.Maukah kau menemani kami untuk makan malam ini?".Tanya mommy danita,memohon pada Alifa.
Ulasan senyum Alifa berikan untuk wanita paruh baya itu."Maaf,mom".Ucap Alifa sembari melepaskan genggaman tangan mommy danita."Aku tidak bisa,untuk makan malam ini ataupun untuk di minta dalam proses perceraian kalian.Sekali lagi,saya mohon maaf yang sebesar-besarnya ".Ucap Alifa,tegas.
Tak ingin lagi berlama-lama berada disana dan tak ingin mendengar ucapan permohonan.Alifa bergegas pergi, meninggalkan mereka dengan sejuta harapan.
__ADS_1