Cinta Datang Terlambat

Cinta Datang Terlambat
Part 174


__ADS_3

Di saat itulah,ketika sepasang suami-istri tengah menikmati indahnya pantai pasir putih dengan angin berhembus tinggi,dua sejoli yang tengah berdiri dari kejauhan memantau segala aktivitas ketiga orang dengan karakter berbeda dan cerita berbeda pula dan ada si jomblo yang masih mengharapkan cinta nya kembali,meski itu amat terlambat dan mungkin kesempatan untuk kembali pun amat lah sedikit.


Di saat mereka tenggelam dalam pusaran sama, terjebak diantara cinta dan cerita yang sama.Di saat itulah ada seorang gadis yang berjalan sembari melamun.


Dia melamunkan nasib hidupnya berada di tengah-tengah kerasnya kehidupan ibukota dan juga keluarga yang ada di kampung.


Empat bulan yang lalu di telah di pecat di hari pertama bekerjanya.Dia sudah mencari pekerjaan kemana-mana,tapi ternyata tak semudah itu, ibukota yang menjanjikan seribu mimpi dan juga kehidupan yang layak.Nyatanya hanya sebuah bualan,bunga mimpi yang tidak akan pernah terwujud.


Selama empat bulan itu pula,dia terlunta-lunta,tak tau entah kemana, bagaimana nasibnya dan kemana harus dia berlari.


Ibunya di kampung tengah mengalami sakit parah,meminta dan mengharapkan dia untuk bisa membawa ibunya ke rumah sakit yang layak.


Tapi lagi, kerasnya kehidupan ibukota hanya bisa di taklukkan dengan kerja keras nan pantang menyerah.Dia bukannya tidak mau berjuang,hanya saja seseorang telah menghancurkan mimpinya, merampas kebahagiaan nya hanya dengan satu kali bertemu saja.


Benarlah apa kata Alifa dan juga dirinya 'Maha benar tuan kuasa dengan segala kekuasaannya '.Terbukti dengan dia tak kunjung mendapatkan pekerjaan.


Hari ini adalah puncak dari segala puncak masalah silih berganti.Di mulai dari ibunya kritis, adiknya terancam di Do karena sudah menunggak uang SPP,di tambah lagi dirinya sudah tidak punya uang bekal, kelaparan dan sampai di usir oleh ibu kost.Lengkap lah sudah penderitaan nya.

__ADS_1


"Argggg".Teriak wanita itu dengan kencang.


Yah, wanita yang di maksud adalah Renata Kusuma, wanita yang berprofesi sebagai pramusaji di hari pertama bekerja nya dia harus berurusan dengan Deon.Dari pertemuan tak sengaja itulah, menyebabkan kehidupan Renata menjadi hancur lebur.Tak tersisa sedikitpun kebahagiaan untuknya.


Renata menghadap deburan air pantai,memandang ke tengah-tengah pantai, seakan melihat sosok yang di rindukannya.


Sayup-sayup dia dengar suara orang yang memanggil namanya, mengulurkan tangan untuk dia peluk.Orang itu berada di tengah-tengah pantai.


Pikiran kosong,perut kosong dan banyaknya beban masalah hingga dia tak sadar telah melangkah menuju tengah pantai.


"Renata!"."Seru, laki-laki paruh baya.


Renata seperti orang yang terbawa arus pikiran negatif, tanpa sadar langkah kakinya terus maju untuk menggapai ayah yang selama ini di rindukannya.


Akal pikirannya tak lagi berjalan normal.Renata sudah tenggelam dalam pusaran pikiran negatif.Tiba-tiba telinga nya mendengar suara orang yang berteriak.


"Tolong..Tolong. Ada orang yang mau bunuh diri".

__ADS_1


"Jangan kesitu".


"Sudah tidak waraskah ini orang?".


Suara teriakan histeris tak kalah memekakkan telinga, tapi akal pikiran renata yang sudah tak berjalan dengan semestinya.Tak menghiraukan suara teriakan histeris dan minta tolong.Renata semakin berjalan ke tengah-tengah pantai.


Blur


Diantara teriakan pengunjung, tiba-tiba ada seorang pria yang menceburkan diri ke pantai untuk menyelamatkan renata.


Pria itu terus berlari, sesekali berenang ke tengah pantai agar bisa menangkap tubuh mungil renata.


Berhasil


Pria itu berhasil menangkap tubuh renata dan saat itulah alangkah terkejutnya pria itu saat dia melihat wajah wanita yang di selamatkan nya.


"Renata".

__ADS_1


Merasa terpanggil, dan pikirannya sudah kembali normal,Renata menoleh ke pria yang sudah memeluknya erat."Deon!". Serunya.


Tiba-tiba,tubuh renata ambruk dan matanya menutup seiring wajah Deon mendekat ke wajahnya."Renata".Teriak Deon, kalap.


__ADS_2