Cinta Datang Terlambat

Cinta Datang Terlambat
BAB 30 (TIGA PULUH)


__ADS_3

"Duh lega nya." Ucap Atria, mengelus-elus perutnya.


Tak lama Atria langsung *** perut kembali, "sakit banget." Ringis Atria


Mata Atria berkunang-kunang, "duh, kenapa sih." Ucap Atria, memegangi kepalanya dengan tangan kanan lalu gubrak, Atria pingsan gaes.


"Atria mana ya? ko belum kembali sih." Tanya Rita


"Tau tuh, lama bener, ngapain sik Bab apa Bak?" Tanya Elfi


"Tanya kak Riki aja kuy, siapa tau Atria lagi sama kak Riki." Ucap Zahra


"Jiah, bilang aja lo pengen ketemu Ivan." Ucap Rita, sambil menoyor kepala Zahra


Zahra meringis sambil cengengesan, "tau sih, pake ngibul segala." Ucap Elfi


"Yaudah yuk, jangan banyak bacot." Ucap Zahra, berdiri lalu menarik tangan Elfi dan juga Rita.


Tuk tuk


"Kak Riki." Panggil Rita, menyembul kan kepalanya di balik pintu.


"Iya?" Tanya Riki, menaik turunkan alisnya


"Gak lagi sama Atria ya?" Tanya Rita, yang masih berada di ambang pintu


"Engga, emang Atria belum masuk kelas?" Tanya Riki, menghampiri Rita di ekori oleh Ivan


"Belum, gue kira lagi sama lo." Ucap Rita


"Aish, kita cari ke toilet deh." Ucap Riki, yang langsung berubah menjadi khawatir.


"Mau kemana ki?" Ucap Farel, yang baru keluar dari kelas sebelah.


Memang Farel dan Riki tidak satu kelas, Riki dengan Ivan, dan Farel dengan Ozy.


"Mau cari Atria," ucap Riki, berjalan terdahulu


"Atria belum ke kelas emang?" Tanya Farel, yang mendapat gelengan dari Rita, Zahra dan Elfi.


"Masuk gih!" Titah Riki

__ADS_1


Rita, Elfi dan Zahra pun masuk, mengecek satu persatu toilet wanita, tapi hasilnya nihil, tidak ada.


"Engga ada kak," ucap Zahra


"Engga ada?" Tanya Riki, "duh kemana sih tuh anak," tambahnya


"Eh pada ngapain ini di depan pintu masuk toilet wanita?" Tanya mang Encep, petugas kebersihan


"Nyari Atria mang, mamang tau?" Tanya Riki


"Atria?" Tanya mang Encep, "oh, neng yang pingsan kali ya?" Tanya mang Encep lagi, "tadi mamang liat pas mau kesini, dia di bopong sama cowok, kayanya iya pingsan." Tambahnya


"Pingsan?" Teriak mereka


"Iya, kayanya pingsan, soalnya keluar darah juga dari hidungnya." Jawab mang Encep


"Yaudah makasih mang," ucap Riki, lalu berlari


"Eh ki selo," teriak Farel, tapi tidak di hiraukan Riki.


"Gih... maah... nahh.. ke... aadah... ann... at... rii?" Tanya Riki terputus putus


"Saya kakaknya dokter, gimana keadaan adik saya?" Tanya Riki setelah capeknya reda


"Asam lambung nya kembali naik," ucap Dokter wanita itu


"Terus mimisan kenapa?" Tanya Riki


"Oh itu, mungkin adik kamu sedikit lelah dan banyak fikiran." Jawab Dokter, "sebelumnya, adik kamu baru sembuh dari sakitnya ya?" Tanya nya


"Iya dok." Jawab Riki, "kenapa?" Tanyanya


"Sebaiknya, kamu segera menebus obat yang biasa adik kamu minum, dan usahakan jika pagi di biasakan sarapan." Jelas Dokter


"Terimakasih Dok, maaf merepotkan!" Ucap Riki, mengelus puncak kepala Atria sayang


"Itu sudah tugas saya," ucap Dokter wanita itu seraya tersenyum, "yasudah, saya harus segera pergi." Tambahnya lalu pergi


"Makasih kak." Ucap Riki pada seseorang yang mengantarkan Atria ke ruang Uks


"Sama-sama." Ucap Liam, "btw, dia adik lo?" Tanya nya, yang di angguki oleh Riki.

__ADS_1


"Cantik!" Ucap Liam


"Makasih, dia emang cantik." Jawab Riki, tersenyum paksa


"Yaudah, gue ke kelas ya." Ucap Liam


"Sekali lagi makasih kak." Ucap Riki, yang di angguki Liam sebelum pergi.


"Ya ampun, dasar bandel, tadi sarapan gak sih kak?" Tanya Rita pada Riki


"Sarapan, tapi bukan nasi." Jawab Riki, memandang Atria sendu


"Terus makan apa? Temen gitu?" Tanya Farel asal


"Vangsat, emang adik gue kanibal!" Ucap Riki ketus, sambil menoyor keras kepala Farel


"Sakit anjeng!" Teriak Farel, mengelus-elus rambut nya


"Diem bego, ini UKS!" Ucap Ivan, meninju lengan kiri Farel


"Iya gue tau ini UKS, siapa yang bilang ini Rumah sakit." Ucap Farel ketus


"Itu lo bilang!" Ucap Ozy dengan santai nya


"Roma tolong aku, mereka ingin memperkosaku." Ucap Farel pada Rita


"Najis!" Teriak mereka


"Maaf Ayahanda, aku tidak bisa, maafkan aku." Ucap Rita


"Mengapa Roma?" Tanya Farel, menatap Rita sendu


"Karna... ucapan Rita terpotong


"Kak Riki," Atria mengigau


"Gue di sini, bangun sayang!" Ucap Riki lemah


"Jangan tinggalin gue." Igau Atria masih memejamkan mata


"Aku gak akan tinggalin kamu!" Jawab Riki

__ADS_1


__ADS_2