Cinta Datang Terlambat

Cinta Datang Terlambat
BAB 42 ( EMPAT PULUH DUA)


__ADS_3

Satu minggu sudah Elfi tidak ada di dunia, dan 6 hari sudah Atria menghilang ntah dimana sekarang keberadaan nya.


"Sayang," ucap Ozy lirih. "Aku kangen kamu." Tambahnya


"Aku bawa gitar nih, sengaja. Buat nyanyiin kamu." Ucap Ozy getir.


Jreng Ozy mulai memetik gitarnya.


Peterpen- semua tentang kita


(Dia di ganti sama kamu)


Waktu terasa semakin berlalu


Tinggalkan cerita tentang kita


Akan tiada lagi kini tawamu


Tuk hapuskan semua sepi di hati


Reff :


Ada cerita tentang aku dan (kamu)


Dan kita bersama saat dulu kala


Ada cerita tentang masa yang indah


Saat kita berduka saat kita tertawa


Teringat disaat kita tertawa bersama


Ceritakan semua tentang kita


Reff :


Ada cerita tentang aku dan (kamu)


Dan kita bersama saat dulu kala


Ada cerita tentang masa yang indah


Saat kita berduka saat kita tertawa


"Fi, aku bener-bener kangen kamu!" Ucap Ozy lirih, menatap nisan Elfi lalu menghela nafas pelan.


"Aku pulang dulu yah fi, kamu baik-baik disini yah, percayalah aku akan selalu mencintaimu!" Ucap Ozy pilu, mencium nisan Elfi dengan lembut


"Kak jangan dulu bahas pertunangan kita, kak. Waktunya belum tepat, kita masih berduka." Ucap Zahra lirih


"Iya sayang aku ngerti." Ucap Ivan pelan


"Sayang kamu dimana? Udah dua minggu kamu hilang tanpa kabar." Ucap Riki, membanting asal bantal guling nya, lalu mengambil gitar yang ada di sofa kamar nya.


Jreng Riki mulai memetik pelan gitarnya


Randy Pangalila - takan terpisah


Saat nanti kita tak bisa


Saling menyentuh memandang wajahmu


Kuatlah sayang karna mereka


Berusaha menjauhkan kita


Reff :


Ku kan slalu mencintaimu


Tak ku bohongi hati ini


Hanya kamu yang aku mau


Cuma kamu yang ku rindukan


Saat kau tak di sini


"Aku tau kamu masih ada di sini sayang, dan aku akan terus mencari mu." Gumam Riki

__ADS_1


Satu bulan sudah mereka kehilangan Elfi, sekarang mereka sudah mengikhlaskan nya termasuk Ozy. Hanya saja mereka belum ikhlas harus kehilangan Atria. Setiap hari pulang sekolah seakan tak mengenal lelah mereka terus mencoba mencari Atria.


"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Di kumpulkan nya kalian disini, saya selaku ketua pelaksana pramuka akan membahas kembali tentang rencana kita yang tertunda waktu itu dan bla bla bla"


"Kak Hesti, kak Rayen, kita berempat enggak akan ikut. Di bagi kelompok lagi aja." Ucap Farel


"Serius nih?" Tanya Rayen


"Iya, kak." Jawab mereka kompak


"Yaudah deh nanti tinggal bilang sama pembina pramuka."


"Iya, kak. Makasih yah."


Rayen hanya mengangguk pelan


"Kak Liam, kak Nita, Rita sama Zahra gak ikut yah. Termasuk Atria sama Elfi. Jadi di bagi ulang lagi aja kelompok nya." Ucap Rita


"Serius nih?" Tanya Nita, yang di angguki oleh Rita dan Zahra.


"Yaudah, gapapa kita juga ngerti kok, nanti tinggal kita bilang sama kakak pembina pramuka.


"Iya, kak. Makasih yah." Ucap Zahra


Nita mengangguk.


Ozy duduk bersandar di balkon kamarnya dengan memegangi gitar. Matanya menatap langit yang sedang banyak bintang. Lagi-lagi ingatan nya menerawang pada kenangan nya dengan Elfi.


Ozy yang sedang memegang gitar pun, langsung mengayun kan jari jemari tangan nya dengan lincah di atas snar gitar.


Andmesh Kamaleng - Hanya Rindu


Saat ku sendiri


Ku lihat foto dan video


Bersamamu yang tlah lama ku simpan


Hancur hati ini melihat


Semua gambar diri


Reff :


Ku ingin saat ini


Engkau ada di sini


Tertawa bersamaku


Seperti dulu lagi


Walau hanya sebentar


Tuhan tolong kabulkanlah


Bukannya diri ini


Tak terima kenyataan


Hati ini hanya rindu


Segala cara telah kucoba


Agar aku bisa tanpa dirimu


Namun semua berbeda


Sulit ku menghapus kenangan


Bersamamu


Back to reff


Ku rindu senyum mu Elfi


Ozy mengusap wajahnya dengan kasar, lagi-lagi air matanya kembali menetes.


"Engghh" lenguh Atria, membuat Devon yang tidur dengan posisi duduk pun terbangun. Lantaran tangan nya yang terusik.

__ADS_1


"Udah sadar?" Tanya Devon pelan


Atria tersenyum, "iya! Kamu siapa? Dan aku ada di mana?" Tanya Atria, menatap ruangan asing baginya.


Dua bulan sudah Atria koma dari tidur panjangnya, akhirnya ia terbangun.


"Di rumah sakit. Aku panggil dokter dulu." Ucap Devon, Atria hanya tersenyum.


"Begini, akibat benturan keras di kepalanya saat kecelakaan ia mengalami Amnesia separuh." Ucap Dokter Ricer saat


"Maksudnya dokter?" Tanya Dira


"Iya, dia mengalami Amnesia separuh atau lupa dengan orang-orang yang di sayangi nya kecuali orang yang telah meninggal." Jelas Dokter Ricer


"Oh begitu, terimakasih dok. Kalau boleh tau kapan kami bisa membawa dia pulang?" Tanya Dira


"Dua hari lagi, jangan terburu-buru dia masih butuh perawatan!"


"Oh iya, kalau begitu terimakasih dok."


"Bagaimana kabar mu?" Tanya Dira mengusap pelan rambut panjang Atria


"Aku baik, siapa kalian?" Tanya Atria


"Aku Dira, mama kamu sayang. Dan ini Devon kekasih kamu, dan yang tidur di sana Dila adik kamu." Jelas Dira


"Papa?" Tanya Atria


"Dia sedang di kantor sayang." Ucap Dira


Atria mengangguk pelan, "tapi kenapa aku tidak ingat kalian?" Tanya Atria, "sedangkan namaku ingat?" Tambahnya


Dira tersenyum, "kamu Amnesia karna benturan di kepala mu." Jawab Dira


"Jangan banyak beraktivitas, atau banyak bicara terdahulu. Istirahat mama sangat mencemaskan mu dua bulan ini." Ucap Dira


"Devon, Dila keluarlah. Biarkan Atria istirahat. Mama mau bayar Adm terdahulu." Ucap Dira, memberi kode mengedipkan mata nya.


"Aku ke luar dulu, sayang." Ucap Devon, mengecup kilat bibir Atria. Atria hanya mengangguk polos.


"Loh kok pada keluar?" Tanya pram papa Devon dan Dila, "papa baru aja mau masuk." Tambahnya


"Suttt, pah. Mama mau ngomong penting sama kalian." Ucap Dira


"Ada apa?" Tanya Pram


"Atria mengalami Amnesia separuh." Ucap Dira


"Maksudnya?" Tanya Dila


" Atria mengalami Amnesia separuh atau lupa dengan orang-orang yang di sayangi nya kecuali orang yang telah meninggal." Jelas Dira


"Jadi?" Tanya Devon


"Ya maksudnya mama, kenapa engga kita angkat aja jadi anak? Kan Atria engga tau, lagian mama suka banget sama Atria." Ucap Dira, menatap sang suami, Devon dan Dila berganti.


"Ide bagus." Ucap Pram


"Jadi, kamu setuju, mas?" Tanya Dira


"Aku sih setuju aja! Tapi tanya aja sama anak-anak kamu." Jawab Pram


Dila tersenyum, "aku setuju banget, mah. Aku juga suka sama kak Atria. Lagian, aku pengen punya kakak perempuan." Ucap Dila dengan tersenyum girang dan memeluk mama nya sayang


"Kamu, Devon?" Tanya Dira


"Setuju, apa lagi jadi pacar Atria. Aku kan sayang sama dia." Ucap Devon, tersenyum bahagia.


"Ini hanya kita yang tau." Ucap Dira


Mereka mengangguk.


"Sampai sekarang Atria belum juga ketemu, ky." Ucap Ivan


"Mungkin cinta lo terlambat, ki." Ucap Ozy


"Iya, Cinta yang tidak tersampaikan, atau Cinta Datang Terlambat!" Gumam Riki, meneteskan air matanya sambil mengingat masa bersama Atria.


 

__ADS_1


Tamatttt yeee tamattt


__ADS_2