Cinta Datang Terlambat

Cinta Datang Terlambat
Part 54


__ADS_3

Sejak kejadian malam itu,pikiran Deon terusik dengan kata-kata yang terakhir di ucapkan oleh Alifa.Semua kata-katanya,lirikan matanya dan ekspresi tubuhnya seakan menyiratkan pesan.


Tapi,saat ini pesan itu, kata-kata itu tak kunjung di dapatkan.Mengantung di udara, seperti perasaan nya saat ini.Ada rasa gamang menyelimuti hati dan perasaan.


"Alifa, mungkinkah kamu mencintaiku?".Hanya bisa menebak-nebak yang di lakukan oleh Deon sebab dia tak tau pasti dengan perasaan Alifa.


Tak ada yang bisa di lakukan oleh Deon,sebab hati dan pikirannya tertuju pada satu orang wanita.Yaitu,Alifa.


"Sudah jam setengah sembilan, kenapa Alifa tak kunjung datang".Di lihatnya meja yang menjadi meja kerja Alifa.Memang sedari tadi kursi ruangan Deon tak tertutup,sengaja agar dapat melihat kedatangan Alifa.Tapi,sampai saat ini belum kunjung datang.


"Dimana kamu Alifa?".Panggilan yang entah ke berapa hanya di jawab oleh suara operator.Bingung,mau cari dengan apalagi.Memang Deon belum mencari secara langsung.


"Apa aku cari ke kontrakan nya".Gumam Deon,tersenyum bangga dengan pemikirannya.


"Selamat pagi pak".Satpam perusahaan-perusahaan, menginterupsi langkah deon.


Deon yang hendak menuju parkiran mobil terhenti saat suara Herman, satpam perusahaan memanggil namanya.


"Yah ada apa?".


"Ada yang menitipkan surat untuk bapak".Ucap pak herman,seraya menyerahkan dua amplop kuning kepada Deon.


Tak mau gegabah dalam mengambil surat yang tak di ketahui dari siapa,Deon memutuskan untuk tidak menerimanya.Membiarka dua amplop kuning itu menggantung di udara.

__ADS_1


"Lah kok gak di ambil?".Ucap pak Herman,keheranan sendiri.


"Surat dari siapa?".Kini Deon mengambil dua amplop kuning itu dari tangan pak Herman dengan kasar.


"Katanya dari Aisha alifa".


"Aisha Alifa?,dia yang memberikan langsung?".


"Iya pak".


"Baik,kamu boleh pergi".Usir Deon pada satpam perusahaan itu.Mengangguk patuh,pak Herman beranjak pergi meninggalkan deon.


Di bolak-balikkan nya dua surat yang terbungkus amplop kuning itu.Mengurungkan niat untuk mencari Alifa ke kontrakannya langsung.Dua surat ini lebih penting dari urusan apapun.


"Kenapa?,kamu melakukan ini semua untuk menghindar?, percuma alifa.Sejauh manapun kamu berlari,kamu tak bisa menghilangkan rasa benci itu.Hati mu masih menyimpan dendam pada mereka yang telah menyakiti hati mu,termasuk aku".Sadar betul dengan kesalahannya,Deon lebih memilih untuk introspeksi diri.Tak ingin menghakimi lagi hidup Alifa.


Deon membuka surat yang satunya lagi.Surat itu berisi permohonan maaf dan rasa terimakasih dari Alifa untuk deon.


"Kamu boleh pergi Alifa.Kemanapun itu Tapi,ingat aku pasti akan menemukan mu".Ada rasa nyeri saat membuka surat kedua itu.Meremas surat yang berisi permohonan maaf dan rasa terimakasih Alifa.


Surat itu tak hanya berisi surat.Ada pesan tersirat di dalamnya.Sama saat Alifa memberikan ucapan selamat perpisahan nya untuk Deon secara tak langsung.


Untuk saat ini Deon memang tidak menyadari perasaan Alifa.Namun saat pesan terakhir yang tercantum dari surat yang baru di baca.Alifa memang mencintainya.Meski di sampaikan dengan cara yang tak lazim.Namun,pesan itu dapat sampai pada hati Deon.Meski terlambat menyadari.

__ADS_1


Bukankah cinta itu datang dari seringnya bersama,dari kebersamaan itu timbul rasa nyaman dan dari kenyamanan itu timbullah benih-benih cinta.Rasa cinta Alifa untuk deon memang berasal dari sering bersama.


Alifa juga sama hal nya dengan Deon.Terlambat menyadari perasaan masing-masing,hanya tidak menyadari apakah orang yang kita cintai merasakan apa yang dia rasakan.


Begitu pemikiran Alifa terhadap Deon.Ternyata benar,Deon tak mencintainya.Lebih memilih Samantha daripada memahami perasaannya yang dari kebersamaan timbul rasa nyaman dan berlanjut menjadi cinta.


Namun,sayang cintanya untuk Deon telah layu.Selayu tanaman bunga mawar,yang oleh pemiliknya di biarkan.Tak terurus.


.....


Sementara itu,Alifa yang memilih meninggalkan kehidupan lamanya.Meninggalkan kontrakan sederhana nya,pekerjaan,sahabat yang senasib,majlis ta'lim, pekerjaan dan bahkan Deon.Tak terpikirkan untuk mengucapkan kata perpisahan untuk mereka.


"Huh, bismillah".Alifa mulai menaiki taksi online yang di pesannya.Hanya sebuah koper dan tas kecil yang di bawa oleh Alifa.


Detik ini pula Alifa memutuskan untuk pergi sejauh mungkin,memulai kembali kisah hidupnya yang berantakan,menata hati yang tercompang-camping akibat rasa sakit yang di lakukan oleh dua orang pria yang di sayanginya.


Alifa membulatkan tekad,meneruskan hidup dengan meninggalkan semua.Semua yang membuat rasa dendamnya kian membesar.Lupa akan,orang yang selama ini akan merindukan kehadirannya,lupa pada orang yang menunggu nya meski Alifa tak kunjung menyadari.Hatinya sudah mantap.


"Berjuang lagi Alifa.Sekali ini lagi, semoga yang ini berhasil membawa mu menuju kebahagiaan yang kamu cari".Tanpa sadar bibirnya melantunkan do'a.


"Amiin".Supir taksi mengaminkan ucapan Alifa yang berisi untaian do'a.


Bingung,itu yang kini melanda Alifa."Apa suara ku tadi kencang yah".Gumam Alifa,tak menyangka ucapannya di dengar dan di Amini oleh si supir taxi.Senyum yang melengkung di bibir si supir taksi,memperjelas dugaan Alifa.

__ADS_1


__ADS_2