
Akmal dengan santainya menyesap kembali coffe latte itu,menegaknya habis tanpa tersisa.Memberikan luang pada dirinya untuk kembali berbicara,tak mudah menjelaskan sesuatu yang menurut orang lain itu adalah hal yang sensitif.Butuh ketenangan dan kesabaran di dalamnya,mengingat Alifa adalah orang yang keras kepala dan teguh dalam pendiriannya.
"Apa kamu akan menerima saran dari ku?".Tanya Akmal, setelah di rasa tenang.
"Saran apa yang akan kamu bicaraka,kalau itu sama seperti waktu itu.Maka, jawaban ku tidak".Jawab Alifa, memberikan ke tegasan.
'Aih,wanita satu ini,kenapa keras sekali 'Gumam Akmal yang hanya bisa di ungkapkan dalam hati saja.
Di landa kebingungan,Akmal refleks meraih coffe latte Alifa,menyesapnya tanpa izin.Sontak saja hal itu membuat Alifa meradang, coffe latte nya lagi-lagi di minum tanpa seizin nya."Hai,itu coffe latte ku".Gertak Alifa.
"UPS, sorry".Akmal, meletakkan kembali coffe latte itu.
__ADS_1
Baik Alifa maupun Akmal sama terdiam nya.Alifa menunggu penjelasan Akmal lagi, sedangkan Akmal di Landa kebingungan.Sulit, berbicara dengan wanita keras kepala.Di butuhkan kesabaran ekstra untuk menghadapinya.Entah apa saja yang dialami wanita berparas cantik ini,hingga memiliki watak keras dan juga sulit untuk di dekati secara baik-baik.
Dia hanya tau sepenggal cerita Alifa saja,tanpa tau badai,topan,angin ribut,hujan di sertai dengan angin dan petir beserta gelombang tsunami apa saja yang selama ini Alifa lalui dalam hidupnya.
Dia hanya mengetahui tentang kepedihan hidup Alifa, terusir dari keluarga nya karena keputusan nya untuk berpindah keyakinan,di khianati oleh kekasihnya setelah dia masuk ke dalam agama Islam beserta dia harus berjuang seorang diri dalam menghadapi kerasnya dunia.
"Ehem".Akmal berdehem untuk mengalihkan perhatian."Apa kamu pernah berbicara berdua dengan ayah kamu?, berbicara dari hati ke hati tentang masalah ini?,sebab menurut ku bukan hanya kamu saja yang terluka disini?".Tanya Akmal,setelah pikirannya jernih.
Alifa menggelengkan kepala."Belum".Alifa memang belum pernah sedikitpun berbicara dari hati ke hati dengan ayah kandungnya sendiri setelah kejadian itu.Alifa yang berjodiak Scorpio ini,tentu selalu ingat dan akan berusaha membalaskan orang yang telah menyakiti nya,tak peduli itu orang tua kandungnya sendiri.
"Darimana kamu tau".Tanya balik Alifa,dia tak menyangka bahwa Akmal bisa mengetahui perihal alasan di balik misi balas dendam nya.
__ADS_1
Akmal menyilahkan kaki kiri di atas kaki kanannya serta tangan di silangkan di depan dadanya.Menampakkan Aira keangkuhan nya."Tentu aku tau,mudah sekali".Ucapnya dengan entengnya.
"Kalau kamu tau,kenapa kamu menghalangi rencana ku".
"Karena aku cinta sama kamu Alifa.Aku tak ingin wanita yang ku cintai salah melangkah hingga berakhir dalam penyesalan"Sahut Akmal,lembut sekali tutur katanya.
"Coba kamu temui ayah mu,kamu berbicara dari hati ke hati Alifa.Aku tau ini memang sulit untuk mu tapi seperti yang sudah aku jelaskan pada mu.Maafkan lah, berdamai lah dengan masa lalu itu dan ikhlaskan semua yang terjadi".Jelas Akmal,tak putus asa dalam menyadarkan Alifa dengan pikiran kalutnya.
Tak mampu berkata-kata banyak,hanya lelehan air mata yang tak sanggup untuk di bendung nya.Susah payah dia menahan air matanya agar tak tumpah,tapi kata-kata Akmal berhasil meruntuhkan benteng pertahanannya.
"Aku memaafkan,tapi izinkan aku untuk memberi sedikit gertakan".Ucap Alifa,di sela-sela susu sedannya.
__ADS_1
"Apa pun itu,aku pasti akan mendukung keputusan mu".Sahut Akmal.
Akmal mendekat kearah Alifa, memberikan ketenangan untuknya dan juga dukungan nya.Sudah cukup nasihat untuknya,sudah cukup dia memberikan sedikit sarannya.Kali ini Alifa menginginkan sedikit keadilan.Apa salahnya Akmal, mendukungnya.